
TERTUNDA \(eps 4\)
Waktu selalu berlanjut, dan Zoe telah banyak menyiapkan pertanyaan untuk Hanzel. Tapi sebelum itu Zoe memikirkan cara agar Hanzel mau menceritakan sedikit kepada Zoe ,pertanyaan yang ingin diberikan Zoe adalah alasan kenapa tubuhnya bisa berubah menjadi seperti anak kecil. Zoe juga menghubungkan pertanyaan itu dengan ingatan Yang hilang, maka bisa disebut pembantu mencari ingatan dengan cara lain.
Tapi Zoe belum menemukan objek yang dapat membuat nya tersambung dengan ingatan yang hilang. Zoe sampai lupa kalau dia harus mencari jati dirinya juga. Dengan keras Zoe mencoba-coba jati diri apa saja yang harus dimiliki anak laki-laki.
“Hanzel, Zoe itu memiliki jati diri tidak?”
Mungkin ini cara Zoe untuk mencoba Hanzel untuk bisa membuka mulut sedikit saja.
“Laki-laki yang pastinya memiliki jati diri, kalau tidak pada saat dekat dengan wanita nanti akan salah bersikap, karena dari jati diri itulah yang membantu seorang laki-laki untuk menjawab pertanyaan:’alasan laki-laki tetap berpegang teguh disatu tujuan?’ Nah jati diri itu sendiri yang akan menjawabnya."
“kok kok aku gak paham ya?” (ekspresi yang melongoh.)
__ADS_1
“Nanti juga ada saatnya Zoe akan mengerti semuanya.” (jawabnya dengan senyum.)
Jujur sebenarnya ini bukan yang ingin ditanyakan Zoe kepada Hanzel, Zoe ingin bertanya tentang dirinya, malah beralih ke jati diri (jati diri juga bagian hidup dari diri seseorang.)
“Tapi Han..” (ekspresi heran)
“hahahaha sungguh lucu!” (tertawa sendiri)
“Hanzel..”
“Ohya ada apa Zoe, maaf tidak mendengarmu, maafkan Hanzel. Ada apa?”
Yang diinginkan Hanzel kepada Zoe masih agak misteri, tapi tenang, Zoe siap memecahkannya, tapi dengan cara apa?
Zoe tidak bermaksut ingin merusak, menyakiti Hanzel, Zoe hanya ingin benar-benar mengetauhi apa yang sebenarnya yang terjadi. Itu saja masih belum cukup bagi Zoe karena masih banyak lagi yang harus dia lakukan, dan selesaikan didunia itu sekaligus tapi ditempat yang berbeda-beda. Ingatan Zoe tersebar luas ,dan Zoe harus menemukan, dan menyimpan ingatan selamanya, tidak lupa dengan jati dirinya.
Tapi sedikit melihat Hanzel tersenyum apalagi tertawa cukup membuat Zoe senang, dan tenang. Zoe melihat keadaan sana-sini melihat situasi sudah aman, atau belum Zoe cengar-cengir tidak jelas. Menakjubkan sekali melihat Zoe yang sangat senang untuk pertamanya, dan Hanzel sendiri saksi mata yang melihat.
__ADS_1
Kelakuan Zoe itu juga memancing kegregetan orang, seperti ingin memukul gemas, atau lainya. Gregetnya Hanzel dapat terkendali, greget juga termasuk emosi, nah emosi itu harus bisa dikendalikan.
keadaan mulai berubah, seketika Hanzel terdiam tanpa sebab. Zoe mengira Hanzel marah lagi, langsung saja Zoe ingin meminta maaf, sebelum hal itu terjadi sekilas Zoe melihat ada sedikit yang aneh, mata Hanzel berubah merah yang sungguh misterius dimata kirinya, dan seketika itu juga Zoe mulai tertawa untuk mengalihkann keadaan untuk kembali menjadi semula.
“hahahah tadi itu sungguh tak kuduga, kukira Hanzel akan marah karena aku cengar-cengir tanpa sebab, ternyata Hanzel tetap sabar. Jadi sekarang Hanzel senyum lagi jangan terlalu sedih nanti cepat tua.”(sedikit candaan dari Zoe.)
Justru hal itu yang membuat Hanzel bisa menyadari satu hal lagi,
“manusia ternyata sangat lucu, dan lugu, serta bisa mengubah situasi dengan baik.”
“eh..”
“Zoe, Zoe kamu ini emangnya paling pinter bikin seseorang jadi senyum saja, dasar anak periang kecil.”(sambil mengelus kepala Zoe.)
Elusan tangan Hanzel emang tiada duanya seperti sentuhan seorang mamah sendiri, emang paling halus deh. Ketenangan kembali lagi, pencarian tetap berlanjut.
__ADS_1
Bersambung…