Amnesia

Amnesia
Lamaran


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang penting untukku, ibu akan melamar kan Silvi untukku, tentu saja aku juga bersiap.


Langkah demi langkah, berjalan menyusuri jalan, daun jatuh berguguran, namun akan selalu tumbuh daun yang baru.


Sudah lama aku menantikan hari ini, hari yang penting untuk ku dan untuk mu, hari ini akan menjadi saksi bahwa kisah cinta ini adalah kisah yang suci, kisah yang datang dari ketulusan seorang pemuda yang kaku, yang menerima indahnya kasih sayang yang bersih dari wanita yang begitu mencintainya, banyak hal yang ia lalui, dan hari ini adalah salah satu awal dari puncak segalanya.


Kaki yang melangkah, badan yang bergerak menuju keinginan kita, agar kisah cinta ini menjadi layak dan direstui oleh Tuhan, aku akan memintamu untukku dari ayahmu yang selama ini merawat mu.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Silvi, bergetar kaki ku, berat untuk melangkah, rasanya akan ada banyak kisah lain yang akan muncul setelah aku memutuskannya, ini salah satu keputusan penting dalam hidup dan sesuatu yang takkan pernah ku sesali jika aku mati nanti.


"Jadi kedatangan saya kemari adalah untuk menyampaikan berita gembira, bahwa sanya anak kita berdua sudah saling menemukan, sudah saling mengasihi dan agar Tuhan merestui, saya ingin melamar anak bapa dan ibu untuk menjadi istri dari anak saya"


"Kami juga telah mendengarnya dan melihatnya, betapa indah kasih yang telah mereka lalui, kisah cinta yang terpisah keadaan dan kembali karena takdir Tuhan, dan kami pun ingin membahagiakan anak kami, sebagai mana kami lakukan sampai saat ini, jika ini membuatnya bahagia, aku terima lamaran ini dengan lapang dada dan ikhlas, semoga Tuhan selalu menuntun ke jalan yang terbaik untuk kehidupan mereka"


"Terimakasih Ibu, Bapa. saya ini merupakan pemuda yang beruntung, dicintai dengan penuh oleh wanita yang diberkahi kecantikan duniawi, kecantikan hati dan kecantikan kasih sayang, mungkin bapa dan ibu akan sedikit khawatir, tapi saya berjanji akan mencoba mencukupi kebutuhannya, membahagiakan nya, dan membuatnya tertawa. meski aku tak sehebat bapa dalam melindunginya, atau sehebat ibu dalam menyayanginya, aku pasti akan melakukan yang terbaik dan menjadikannya wanita yang merasa beruntung memiliki ku. Semoga kita semua selalu dalam limpahan kasih sayang dan lindungan Tuhan yang maha kuasa"

__ADS_1


aku melihat wajah Silvi yang begitu merah, dia sepertinya sangat senang dan juga sangat malu. entah apa yang bisa aku gambarkan tentang perasaannya saat ini.


"Ayah, meski dia tak sehebat ayah, aku tau lelaki ini pasti akan melindungi ku, meski dia tak setulus ibu, aku mau lelaki ini yang mencintaiku, kau tau dia bukan lelaki yang sempurna, justru karena itu aku ingin menyempurnakan dengan menutup kelemahannya dengan kelebihan ku, berdua berjuang bersama menghadapi dunia dimasa depan dan aku yakin dengan nya aku akan bahagia"


"Kalau begitu, turun sudah izin dari kami, biarlah anak kami menjadi istri yang baik bagimu, akan aku serahkan nanti saat ijab didepan saksi, dan berbahagia lah, karena kita akan jadi keluarga"


lega sudah perasaanku, lepas keraguan didalam dadaku, hari ini telah aku lamar dia, dan nanti akan ada pernikahan yang merupakan ritual sebagai bukti dia kini jadi milik ku

__ADS_1


__ADS_2