
SESEORANG? \(EPS 10\)
Seseorang yang dimaksut Zoe mungkin orang lain, atau apalah itu. Tidak mungkinlah Zoe berpikir orang tadi adalah wizzle. Darimana Zoe bisa mengetauhi kejadian yang berlalu tanpa sebuah perantara? Itu adalah peristiwa yang imposible (tidak mungkin) manusia dapat melakukannya.
Lingkungan saat ini malah berubah jadi hening ketika seseorang yang bertemu dengan Hanzel sebelumnya.
“Ke.. Kenapa kau bertanya seperti itu Zoe aku tadi tidak bertemu dengan siapapun hanya beristirahat sebentar sembari menunggumu pulih. . (Hanzel yang grogi.)
“mmmpppttff (tahan tawa). Bwahahaha Hanzel kena prank, haduuhh wajah Hanzel lucu sekali, aduh aduh perutku malah sakit, hahaha. (prank Zoe kepada Hanzel.)
“Ka.. Kamu inii.. memang ya kadang bikin khwatir orang.. ihhh.. nyebelin! Sebel ih!” (sambil menekuk badan.)
“Hehehe jangan piknik dong. Eh maksutnya panik Han.. Haduuhh sungguh membuatku bisa tertawa terbahak-bahak gini. Yaudah-udah maaf deh.”
“Serah! Aku dah kesal!”
__ADS_1
“Yah marah.”
Pura-pura marah sejujurnya Hanzel untuk sekarang ini, menahan tawa dari Zoe itu yang dilakukan Hanzel, malu dirasakan Hanzel karena terus diketawakan sama Zoe. Tetap saja Hanzel ketakutan untuk melihatkan kekuatan aslinya kepada Zoe, dikhawatirkan Zoe akan ketakutan melihat Hanzel, dan memilih untuk kabur.
Keanehan muncul sedikit kepada Hanzel, tiba-tiba pedang yang dibungkus Hanzel pedang yang selalu dibawa kemana-mana mengeluarkan angin dingin. tentu kejadian itu membuat Zoe pusing, alias sakit kepalanya kumat. Sepertinya sebuah ingatan muncul dari situ.
“Kenapa disaat aku merasa gembira kepalaku sakit, ini juga suhu berubah menjadi dingin kenapa ya?”
(Sakit hanya dirasakan Zoe sedangkan Hanzel berusaha menolong Zoe.)
Kembali keingatan yang dicari-cari Zoe, ternyata ingatan tersebut sebuah ingatan hangat yang pernah dirasakan, Zoe. Kehangatan ingatan Zoe rupanya sebuah potongan kisah hidup Zoe yang bercampur aduk.
Tentu Zoe belum melihat kembali secara langsung ingatan Zoe, sakit kepala Zoe dialihkan menjadi kedinginan, sepertinya demikian Zoe seharusnya bisa melihat ingatan, semua ingatan mengenai Keluarga, Teman maupun sahabat, Ayah, dan Ibu, serta masa-masa yang pernah dilalui Zoe.
Semuanya sangatlah berharga bagi Zoe baik orang, perasaan, benda sekitar, lingkungan, dan lain-lain.
__ADS_1
“Aku harus bisa mengendalikan rasa sakit ini! Tapi bagaimana? Aku tak tahan merasakan kepala yang sakit ini!” (mempertahankan sakit.)
Hanzel berniat ingin membantu untuk membacakan, dan memberi penjelasan kepada Zoe, ada saja hambatan lain. Pedang Hanzel susah dikendalikan, suhu kian menurun semakin dingin, Hanzel sudah mulai kehilangan kesabarannya untuk menghentikan suhu yang dingin ini.
Suhu ini menyebar sampai kejauhan 10mil, tak memiliki cara lain Hanzel mulai sedikit perubahan Hanzel terlihat lagi. Tanpa kesadaran penuh Hanzel mulai meredakan suhu menjadi normal lagi dengan uap panas dari kekuatan Demon Hanzel. Dari atas langit Hanzel menyemburkan uap panas tersebut, perlahan-lahan suhu menjadi naik ke normal.
Perubahan suhu dirasakan Zoe, “Hangat sekali.” kenyamanan Zoe setelah perubahan suhu. Hanzel segera menjadi Dewa kembali agar tidak diketauhui Zoe, perubahan cepat terjadi, tapi mata Hanzel sama seperti awalan, belum pulih kembali.
Jadi.. Hanzel harus menutupi mata kirinya dengan sobekan kain pembukus pedangnya tersebut. Zoe ingin menemui Hanzel, dan berbicara sebentar.
“Hanzel kenapa mata kirimu dibungkus kain?”
“Emm.. tidak apa-apa hanya terkena debu sedikit.” (bohong.)
Bersambung…
__ADS_1