
Editor meneleponku malam ini, dia mengatakan bahwa, buku keduaku sukses besar. aku diminta untuk mengadakan jumpa penggemar. berinteraksi dengan mereka secara langsung dan memberi tanda tangan di bukunya. rencananya akan di adakah hari minggu nanti.
Sidang skripsi ku juga akan berjalan hari rabu ini, jadi lega rasanya melakukan jumpa penggemar jika semuanya telah selesai.
Terlintas sedikit harapan dan bayangan Silvi yang menemaniku, aku sungguh kejam, karena cinta dan keikhlasan Tya tidakbaku hiraukan. aku memang mencintai nya tapi sayang hatiku masih milik Silvi sepenuhnya.
hari ini Tya datang ke kos ku, senyuman manisnya justru sedikit membuatku takut, akankah aku melepasnya? atau aku paksakan hatiku bersamanya, banyak orang bilang cinta adalah pembelajaran, tapi bagiku cinta adalah kepastian, seberapa lama waktu yang aku habiskan dengan Tya, tak mampu menggantikan kebahagiaan saat aku bersama Silvi.
"Nata, gimana skripsinya?, apakah kau benar-benar sudah siap?" ujar Tya sembari membereskan kos ku yang berantakan.
"Tenang saja, aku sudah mempersiapkan semuanya"
"Aku benar-benar khawatir loh"
"khawatir? kenapa?"
"Kamu sangat sibuk, siang dengan skripsi dan penelitian mu, sedangkan malam kau selalu sibuk dengan novel mu, sampai kau tak memiliki waktu untukku"
"hehe maafkan aku Tya" aku memeluk nya
"kalau kau terus manja seperti ini bagaimana bisa aku tidak memaafkan mu" Tya memasang wajah jutek, lucunya.
"hehe"
"aku minta dicium" dia mengatakannya dengan cemberut.
aku langsung mencium nya tapi sepertinya dia tidak siap
"Kenapa secepat itu, aku belum siap tau" ujar Tya sedikit kesal namun wajahnya memerah dan dia memalingkan muka dariku.
"Karena kamu memintanya, aku juga sedang ingin mencium mu" ujar ku menggoda, aku suka melihat dia sedang seperti ini.
__ADS_1
"ah, menyesal aku mengatakannya"
"oh, kamu tak suka? tak apa, aku takkan melakukannya lagi" ujar ku dengan bete
Lalu Tya mencium ku lagi
"Mana mungkin, aku sangat menyukainya" dia tersenyum sangat lebar, begitu lepas, seakan tidak ada yang terjadi sebelum nya.
"mmmmmh, Tya. Sudah, aku mau menulis lagi, mumpung banyak ide yang masuk di kepalaku" aku kembali duduk di kursi belajar ku.
Sebenarnya cinta mulai tumbuh, tapi terhambat oleh kenangan dimasa lalu. Keikhlasan Tya mulai menyentuh hatiku, sepertinya apa yang dia lakukan selama ini mulai membekas.
"Ya, Aku mau ke mini market, apa ada yang mau kau titipkan ?" senyuman Tya masih belum lepas dari wajahnya, dia sangat ceria.
"Satu kotak susu dan roti sepertinya enak"
"oke baiklah"
Kehadiran Silvi memang sangat aku harapkan, setelah sekian lama, namun kemunculan nya akan menjadi sebuah permasalahan baru. apakah hatiku akan mampu menahan semua gejolak rindu, ataukah akan terbenam dalam kasih sayang baru.
Tya dan Silvi, keduanya sangat berarti, bagai melodi, mereka adalah nada yang membantuku untuk membuat seni.
Hari rabu sudah datang, hari ini perjalanan ku menggapai salah satu mimpiku dipertaruhkan.
"Kamu sudah siap?" ujarnya sembari merapikan dasiku.
"Aku pasti selalu siap Tya"
"Sini mendekat lah"
aku mendekat pada Tya, dia memelukku, begitu hangat dan nyaman.
__ADS_1
Pelukannya yang nyaman itu membuatku merasakan, bahwa dia benar-benar sangat ketakutan. Hangat tubuhnya memang menenangkan, tapi dia sendiri masih merasa kedinginan.
"Semoga berhasil" ujarnya sembari melepaskan pelukannya.
"Terimakasih"
aku berjalan ke ruangan sidang, aku bawa semua keberanian ku saat melangkah ke depan, demi impian aku bertaruh untuk satu jam yang begitu menegangkan, seperti nya waktu berjalan begitu cepat di ruangan. aku sedikit berkeringat dan rasanya melelahkan.
Begitu aku keluar ruang sidang, aku melihat Tya menghampiri ku.
"Selamat Nata, kerja bagus" dia memberiku dua jempol, Dia sangat ceria hari ini
"Terimakasih Tya, bisakah kau mengantarku ke kos, sepertinya aku kelelahan" wajahku pucat, aku juga merasa sedikit pusing, ini sudah biasa jika aku berpikir terlalu keras aku pasti kelelahan.
"Tentu saja, tapi gimana hasilnya?"
"Aku lulus, dengan nilai terbaik, terimakasih ini juga berkat support mu" ujar ku tersenyum lebar
"ah tidak, kamu memang hebat Nata" Tya membantuku berjalan ke kosan.
Sesampainya di kos, aku langsung meregangkan badanku di atas tempat tidur.
"Mau aku pijitin?"
"ah tidak usah, terimakasih. kamu sini aja, aku sedang ingin memelukmu" aku sedang ingin bermanjaan setelah sidang
"sini"
aku dan Tya berpelukan, dia benar-benar memanjakan ku. aku sangat lelah dan tertidur.
Hari kamis, di pagi hari, aku buka jendela, dan matahari menyambut diriku. rasanya badan ku ini segar sekali. tapi Tya pergi kemana ya? aku kira dia menginap juga di kos.
__ADS_1
aku kembali sibuk, mempersiapkan jumpa penggemar nanti, ah rasanya degdegan sekali. apa yang akan terjadi nanti ya? apa mereka benar-benar menyukai tulisanku ini?.