
"Tya sayang, kemarilah"
"Aku sangat mencintaimu"
"Ayo ikut aku sebentar"
Seorang gadis kecil berlari menuju pelukan ayahnya, gadis kecil yang cantik, kulitnya putih, dengan mata yang sedikit sipit dan alis tebal, memiliki hidung mancung dan rambut diikat dua.
"Ayah, Bunda kita mau pergi kemana?"
"Ayo ikut saja, ayah ingin mengenalkan mu pada seseorang yang telah menyelamatkan hidup ayah dan ibu"
Tempat pemakaman umum, setiap tahunnya kami sering datang kemari, setidaknya setahun dua kali, pada saat ulang tahunnya dan bulan kematiannya, kami merasa sangat berhutang banyak padanya.
"Tya, aku datang, maaf jika membuatmu cemburu" ujar ku
"Tya, Ini aku sahabatmu Silvi, datang membawa anak kami"
"Ayah, Bunda kok namanya sama kayak nama aku? " Ujar Tya kecil anak kami berdua
__ADS_1
"Iya, namamu terinspirasi dari namanya, dia wanita yang kuat, wanita yang hebat. Aku beri kamu nama itu agar kamu menjadi wanita yang hebat dan kamu harus mewakilinya untuk berbahagia dan merasakan cinta dari kami berdua"
Wajah Tya kecil terlihat kebingungan, dia hanya mendekat pada ayahnya, meminta untuk di gendong.
"Sudah 5 tahun berlalu, tapi rasanya baru kemarin kita masih bertemu, bunga-bunga yang bermekaran pun ternyata sudah layu, terbesit luka bernama rindu"
"Iya, baru kemarin rasanya kita bersama, pergi ke Yogyakarta, bermain dan tertawa, bahkan sekarang aku tak bisa menyentuh ragamu"
Di depan kuburan itu, kita berdoa, meminta tempat yang terbaik untuk Tya di alam sana, semoga dia mendapatkan kebahagiaan dan cinta dari Tuhan.
dan cinta dari kami padanya yang tak mungkin akan hilang, karena dalam hidup dia begitu berkesan, dalam kisah dia begitu bermakna dan dalam perjalanan dia begitu membekas.
Aku kini sibuk dalam bisnis kosmetik dan penulis, sedangkan Silvi membantuku dalam segalanya, hidup dengannya mengajariku banyak hal, bahwa cinta bisa membuat hidup mu lebih berwarna.
Kehadiran Tya kecil melengkapi kebahagiaan kami, dia adalah pelipur lara, dia adalah orang yang paling kami sayangi, dan dia adalah bentuk dari cinta kami
Beberapa saat aku ingat kisah-kisah yang terjadi dimasa lalu, ternyata hidup ku sangatlah menarik, ditemani segelas susu dan pelukan hangat Silvi aku mulai menulis kembali, aku menuliskan kisah ini, kisah hidup ku dan pembelajaran yang berharga.
Tawa juga bahagia, tangis dan air mata, kesedihan, derita, senang, susah dan segalanya aku tuangkan melalui kata-kata, bahkan semua rahasia juga aku masukan di sana, agar semua orang mengerti.
__ADS_1
Kehilangan membuatku menderita, membuatku kehilangan arah, tapi seberapa banyak kamu kehilangan, takkan membuat tubuhmu hancur, jiwa mu sedang bekerja keras untuk menata diri agar semakin kuat.
Dua kali aku merasakan kehilangan, dua kali pula aku telah diselamatkan, hidup memang banyak sekali misteri, namun itu membuat semuanya jauh lebih menyenangkan, karena kita harus berjuang lebih keras lagi.
Tak terasa malam sudah tiba, Silvi sudah bersiap d tempat tidur, ciuman manja yang dia berikan adalah pengantar tidur yang indah, aku senang memilikinya.
Untukmu Tya, meski kau memilih pergi untuk ketenangan mu.
Terimakasih sudah datang dan membuat cerita indah bersamaku, meski aku sering kali menyakitimu, aku sungguh sangat mencintaimu, aku juga sangat merasa kehilangan mu.
Untukmu yang sudah berada di surga, pastikan dirimu berbahagia di sana.
Aku mencintaimu lebih dari segalanya.
-TAMAT-
Jangan lupa baca karya author yang kedua
"Eunoia: Bercumbu Derita"
__ADS_1