Amnesia

Amnesia
EMOSI HANZEL (EPS 6) chapter 1


__ADS_3

EMOSI HANZEL \(EPS 6\)


Pertarungan sengit yang tidak seharusnya terjadi, tetap saja terjadi dan akhirnya Hanzel harus mempertaruhkan nyawanya demi Zoe. Hanzel harus bertarung dengan monster rusuh itu, karena sudah tidak ada pilihan lain, ucapan Hanzel yang sebelumnya itu terjadi sesuai tantangannya untuk melewati dirinya terlebih dahulu sebelum merebut Zoe. Hal yang ditutupi Hanzel sedikit-dikit hampir terungkap.


“Kamu hanya menang ukuran, aku tau itu , jangan pernah kamu meremahkanku sebelum melihatku yang sebenarnya!”


“Ha apa aku tidak mendengarnya kamu terlalu kecil sih.Hahahahaah”(tanggapan memancinng emosi.)


“Oh, yasudahlah kalau kau meminta itu.”(sudah mulai emosi.)


Emosi sudah terlanjur menyelimuti Hanzel, dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan, semua sungguh beda dari sosok Hanzel yang halus, lugu, sopan, ceria, dan semangat. Berubah menjadi iblis yang kuat yang hampir menyamai kekuatan Dewa Pemimpin.

__ADS_1


Hanzel seketika merubah dirinya, dan seketika setelahnya Hanzel benar-benar berubah menjadi Demon yang sangat kuat, dan sadis. Kekuatan yang dimiliki Hanzel bukan berasal dari sang Dewa pemimpin tetapi berasal dari garis keturunan darah keluarga. Tanpa basa-basi Hanzel lansung menghajar monster raksasa yang garang itu tanpa ampun sedikitpun.


Hanzel memulai dari Mencincang Ekornya, lalu Memotong keempat Kakinya sekaligus, Tidak Lupa Juga membuat Buta mata monster dengan Mensayat sedalam mungkin , dan yang terakhir Hazel langsung memenggal ketiga kepala monster tersebut dengan pedang api biru yang selalu dia sembunyikan dari Zoe.


“Mati kau! Mati! Kubunuh kamu dasar Sialan! Monster Jelek! Matilah! HAHAHA Sungguh seru! Aku Sangat Senang.. Aku Tidak Pernah Sesenang Ini HAHAHA!!”


Selesai sudah pertarungan tersebut dengan sadis dilakukan oleh kedua tangan Hanzel sendiri. Tidak lupa sebelum meninggalkan monster tersebut mati Hanzel menikmati hujan darah hasil karya nya sendiri yang dibuat susah payah. Hanzel meninggalkannya karena ingat dengan Zoe seketika setelah selesai Hanzel kembali ke wujud Dewa nya tetapi meninggalkan sedikit luka yaitu tangan yang terputus, dan sedikit bekas Demon dimata kirinya. Bekasnya sangat mencolok itulah yang membuat Hanzel khawatir.


Waktu sudah banyak yang terbuang Hanzel seharusnya segera menemui Zoe yang sudah lama menuggunya dirumah jamur kecil.


“Hah..hah..Sungguh hal yang jarang kulakukan. Untung Zoe tidak melihatku tadi. Aku tidak tau apa yang akan terjadi nantinya.. Tapi untuk sekarang wilayah sini sudah aman. itu mayatnya akan hilang besok. lebih baik aku harus segera menemui Zoe.”(jawaban kebahagiaannya sendiri.)

__ADS_1


perjalan Hanzel untuk menemui kembali Zoe hampir saja terputus karena momster rusuh, langkah mulai memijak tanah merah darah, bersiap menemui Zoe itu yang dilakukan Hanzel.


Disetengah jalan sebuah pertemuan lama, yang diperkiraan tidak akan pernah terjadi terjadi kembali kedua kalinya. Pertemuan Dewa memang sangat langka terjadi, karena setiap Dewa memiliki kesibukan masing-masing. Ini memang mengejutkan tapi Hanzel juga sangat kaget, dan hampir ketakutan setengah mati, karena Dewa itulah yang mengetahui, dan menyimpan semua rahasia yang dimiliki Hanzel.


Yang ada dipikiran Hanzel malah berubah khawatir, karena tak ingin semua terbongkar dengan cepat.


“Sudah lama tidak bertemu ya.. Aku sangat ingin bertemu, peristiwa ini pun juga sangat langkakan? Tunggu bentar, kenapa kamu melakukan ini? Kamu tidak maukan apabila manusia itu tahu tentang kamu yang sebenarnya?” (kata Dewa misterius.)


Menunggu, dan menunggu yang hanya bisa dilakukan Zoe, menunggu membuat Zoe lelah dan tertidur lelap..


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2