Amnesia

Amnesia
Sebuah Fakta: Wanita Yang Mengorbankan Segalanya


__ADS_3

Sudah tujuh hari setelah pernikahan kami, rasanya rasa bahagia ini masih ada, melihatnya tertidur, melihatnya terbangun, memeluknya, menciumnya dan menidurinya.


Tak bisa berhenti aku untuk memandangi wajahnya, aku juga mulai kecanduan tidur bersama pelukannya, dia wanita yang sangat cantik, wanita yang aku cintai.


Saat aku lihat jelas tubuhnya, terlihat beberapa bekas operasi, di kepalanya dan juga di dadanya, bekas yang terlihat jelas, bekas luka dan bekas ketakutan ku, namun itu tak mengurangi sedikitpun keindahannya.


Dia benar-benar milikku, yang sekarang tubuhnya sedang menyatu, tak ada sekat lagi, bahkan sehelai kain saja tak berani memisahkan, berbagi cerita, berbagi kisah, berbagi sakit sampai berbagi keringat, dan yang paling aku suka, dia selalu tersenyum dan mengatakan cinta setiap harinya.


Malam itu ketika sedang bercinta, dia berkata ingin memiliki banyak anak. tentu saja, aku juga menginginkannya. Dia pun mengatakan kalimat-kalimat cinta, yang sebelumnya tak pernah dia katakan, saat itu baru aku mengerti begitu dalam cintanya.


Manusia akan selalu mengikuti hukum alam untuk mencapai sempurna, ini sudah dicontohkan pada reaksi kimia. Untuk mencapai sempurna atau ketenangan kau harus melepaskan kelebihan, menerima kekurangan dan atau menggunakannya bersama.


"Malam yang indah, aku senang kau ada di sampingku, memelukku dan tidur bersamaku, dalam hidup ini, apa lagi yang ingin kau gapai? apakah kau bahagia?"


"Aku ini manusia yang paling beruntung, bahagia nya diriku bisa memilikimu, memiliki istri seperti dirimu membuatku lebih bahagia dibandingkan masuk kedalam surga. Dan kelak jika anak ku sudah besar, akan aku ceritakan betapa ayahnya mencintai ibu mereka, dan ibunya begitu tergila-gila pada ayahnya. Yang ku inginkan sekarang adalah memiliki anak, berjuang bersama dan menua bersamamu, dan pasti akan aku tuliskan ini sebagai kisah yang berbahagia"


Layaknya sepasang kekasih yang dilanda cinta, kami mengatakan banyak hal tentang masa depan, tentang mimpi-mimpi dan juga tentang bintang.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba Silvi bertanya kepadaku, tentang sesuatu yang mengganjalnya, sesuatu yang dilupakan.


"Bagaimana kabarnya Tya ya, rasanya aku sedikit merindukan dia?" Ujar Silvi


"Oh iya, surat darinya sudah kau baca? "


"Belum, lagian surat itu kau yang simpan kan? "


"Iya, sebentar"


"Hampir saja aku lupa, Dimas meminta ku membukanya seminggu setelah pernikahan"


"Iya, tapi apa maksudnya ya? "


Saat aku mulai kembali mendekat pada Silvi, dia memegang dadanya, dia seperti sedikit kesakitan.


"Aduh, jantungku rasanya sesak, ada apa ya? "

__ADS_1


"Ya sudah, nanti saja kita baca surat ini, kita periksa dulu kesehatan mu"


"Tidak, aku ingin membacanya dulu"


Kemudian tepat di samping nya, aku buka surat itu dan membacanya.


Saat aku membacanya aku hanya terdiam dan menangis, dia benar-benar banyak berkorban untukku, dan aku mengerti dia sangat mencintaiku lebih dari pada dia mencintai dirinya sendiri.


Sementara Silvi terdiam, tampak tak percaya dengan apa yang dia baca, air matanya mengalir membasahi pipi, dia menangis begitu dalam.


Dan didalam surat itu terdapat makna yang sulit dimengerti, dia mengatakan bahwa dia pasti akan memiliki diriku, bagaimanapun caranya.


Dan cara yang dia lakukan justru menyakiti semua pihak, menyakiti semua orang.


Silvi menarik ku, kemudian berlari, mengajak ku ke rumahnya Tya


Silvi ingin mengucapkan terimakasih dan permintaan maaf.

__ADS_1


__ADS_2