Amnesia

Amnesia
Penggemar


__ADS_3

Hari minggu, semuanya sudah aku persiapkan, aku berangkat lebih awal. acara dilakukan di salah satu toko buku terkenal.


Suasananya meriah sekali, aku baru kali ini mengikutinya, karena buku ku best seller. apa benar banyak diantara mereka yang menyukai karyaku.


Aku berjalan perlahan, perasaan bangga dan ketakutan, mereka berkolaborasi dalam angan, membuatku sedikit gemetaran.


Tiba-tiba seseorang mendekatiku, dia memberitahukan tempat ku.


"oh kamu penulis Eunoia ini, tempatmu disana"


"iya pak terimakasih"


wah banyak sekali, di ruangan ku ini ternyata banyak yang sudah menunggu, padahal jumpa penggemar masih 20 menit lagi.


Berdetak kencang, ah rasanya menyenangkan, apa sebanyak ini yang menyukai tulisanku.


Acara dimulai dari sesi wawancara.


Pertanyaan-pertanyaan yang terlontar, cahaya flash kamera yang dibidik, serta microphone yang ditodongkan. suasana ini begitu menegangkan untukku.


"Natadipura apa benar kau menulisnya berdasarkan kisah nyata?" ujar penonton


"Iya, aku menulisnya berdasarkan kenanganku sendiri"


"bagaimana bisa kamu menulis ini padahal kamu baru pertama kali menulis cerita?"


"awalnya, ini saran dari kekasihku, sebelum dia pergi, dia memintaku untuk menuliskan kisahnya, dan ini kisah ku tentang dia"


"Luar biasa, kita menemukan penulis yang genius"

__ADS_1


"Terimakasih"


banyak sekali pertanyaan yang terlontar padaku, sebenarnya aku cukup merasa senang, tulisan ku diakui dan disukai. ini semua berkat dia, Terimakasih banyak.


mereka berkata, kesedihan dan emosi yang kau bagikan begitu indah, terasa begitu dalam, menyentuh hati mendulang rasa


Novel yang aku tulis adalah bentuk pengabadian perasaan ku untuk nya, meski dia telah pergi, cerita ini akan tetap hidup dalam hatiku dan dalam setiap kata-kata yang aku rangkai. Jiwa boleh saja mati tapi cinta adalah sesuatu yang abadi.


Sesi selanjutnya adalah sesi tanda tangan dan foto bersama. ini sesi yang begitu melelahkan, entah berapa banyak buku yang harus aku tanda tangani, tapi tak apa, ini adalah balasanku untuk mereka yang sudah menghargai tulisan ku. terimakasih.


Hingga ada salah satu fans, dengan wajah yang tidak asing bagiku. duduk didepan mejaku.


"Silvi"


Tatapan matanya, raut wajah dan aroma tubuhnya, meski bertahun tak bertemu, aku tahu betul wanita didepan mataku ini adalah pemilik hati ku yang sebenarnya.


Aku dengan cepat memeluknya, nyaman sekali.


"Kau baik-baik saja, kau ternyata sudah sehat, aku begitu merindukanmu"


namun hal yang mencengangkan keluar dari mulutnya


"Maaf, tapi apakah aku mengenalmu? sangat tidak sopan tiba-tiba memelukku seperti itu"


Detik itu, taman yang indah mulai membusuk, aroma nya menyebar dan menyesakan dada.


ucapannya itu meluluh lantahkan semua kekuatan yang aku bangun selama ini.


lalu penderitaan yang terkubur dan rasa sakit kembali bangkit, rasa yang aku kira sudah mati ternyata masih ada dan itu sungguh sangat besar sekali.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin salah, Kamu Silvi kan?"


"Iya, Namaku Silvi, aku tau kamu penulis novel ini, aku mengagumi karyamu, tapi tidak sopan kamu memelukku seperti itu"


"ah oh iya, aku minta maaf" aku merasa sangat sedih sekali


aku senang, dia baik-baik saja, keadaannya pun sehat, namun kenyataan sedikit menyedihkan, kenyataan bahwa dia benar-benar melupakan ku.


"bolehkah aku meminta no Hp mu, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu?"


"Maaf, aku tak mau memberi no Hp dengan seseorang yang tidak aku kenal"wajahnya jutek sekali


"oh seperti itu ya"


"Tapi kali ini aku memberikannya, karena aku pikir kamu mengetahui ku dan masa laluku" dia memberikan kertas berisi no Hpnya


"aku sangat mengetahui nya, bahkan 2 Novelku yang kamu pegang itu, menceritakan kisah tentang kita"


Kemudian dia pergi, tanpa ada senyum diwajahnya, dia begitu dingin.


ah perasaan apa ini? apa aku masih mengharapkannya?


lalu bagaimana dengan Tya?


aku benar-benar merasa bingung


Silvi ternyata masih hidup dan dalam keadaan sehat. aku sangat senang.


Tak aku sangka aku bisa bertemu dengannya lagi. Tapi apa yang aku rasakan ini? aku begitu merasa sedih.

__ADS_1


ah sudah lah, semoga saja semuanya baik-baik saja.


__ADS_2