Amnesia

Amnesia
ELLYS. (EPS 8) chapter 1


__ADS_3

ELLYS. \(EPS 8\)


Ibu Hanzel memang Dewa yang terkutuk, dari kutukannya tersebut Ellys dapat memiliki kekuatan yang hampir semua Dewa, atau Demon. terkutuk tetap saja terkutuk. Ellys menjadi terkutuk karena berani melanggar aturan Dunia Ilusi.


Dulunya Ellys adalah Dewa pengawal biasa, tapi Ellys memiliki perasaan yang sungguh sulit untuk digambarkan, Ellys sangat menyukai Sang Dewa pemimpin, Dewa itu ialah Wizard William. Pada masanya William sudah memimpin Dunia ini dari bagian Selatan, Barat, Timur, Utara. Jadi William sangat dihormati seluruh Dewa Dunia ilusi. Tidak lupa para peri sangat menghormatinya.


“William Sang Penguasa Negeri, Pelindung Dunia, dan Dewa Agung.” Itulah yang selalu dikatan para Peri, Dewa Pengawal, Dewa Prajurit.


Hal seperti itu sangat sering dikatan dikatakan dari mulut kemulut apabila bertemu, Dan ada upacara khusus tertentu yang ada diadakan langsung dari Dewa pemimpin itu sendiri.


Bagi Ellys, itu adalah hal yang jarang sekali dikatakan Ellis kepada William. “Hai Tuan Muda.” (salam Ellys ke William.) kata-kata yang selalu dikeluarkan Ellys ketika bertemu William.


Semakin lama, semakin mengganggu suasana saja kalimat itu. William mulai kesal, dan membenci Ellys, Ellys yang tidak meyadari hal tersebut bukan nya berubah sikap malah menjadi-jadi saja.


Sahabat dekatnya Mandy selalu mengingatkan Ellys untuk sadar, bahwa William sedang memikirkan satu hal untuk mencelakakan Ellys, karena Ellys terus saja merayu-rayu William, padahal William sendiri sedang memikirkan rencana untuk menghancurkan Ellys.

__ADS_1


Waktu kian berlanjut terjadi semua perubahan pada Dunia Ilusi. Suatu hari ditengah musim semi yang cerah peristiwa yang sangat dinantikan Ellys pun terwujud.


Pernikahan Ellys dengan William menjadi nyata tapi Ellys diberi syarat untuk menjadi istrinya Wizzle.


“Ellys siapkah kamu dengan semua syarat yang kuberikan itu, harus kau tepati seblum semua itu terlambat, kamu tau kan apa konsekuensinyakan?” (tanya Wizzle.)


“Ya, apapun itu banyak ,atau berat syarat itu asalkan aku bisa hidup disampingmu.”(ucap senang Ellys.)


“Terserah apa katamu.” (jawab cuek Wizzle.)


Dilain hari Ellys tersadar dengan, apa yang direncanakan suaminya sendiri. Ellys yang terkejut langsung ingin menyeselesaikan masalahnya, Ellys ingat bahwa dia masih memliliki sahabat eratnya. Semuanya langsung Ellys ceritakan kepada Mandy.


“Sebenarnya aku dulu juga sudah sering mengingatkan ini kepadamu tapi kamu tak menghiraukan sama sekali.” (ujar Mandy.)


“Aku paham, tapi sekarang aku harus berbuat apa? Aku tidak ingin hal itu terjadi padaku dengan cepat.”Ellys yang ketakutan.)

__ADS_1


“Aku juga memikirkan hal yang sama, tapi tenanglah untuk sementara ini jangan panik nanti William mencurigaimu.”


Ellys terus berpikir dengan panik. beberapa bulan setelah berpikir keras, keluarga William dikaruniai seorang bayi Dewa untuk penerus keluarga kepemimpinan Dunia Ilusi. Kelahiran anak Dewa itu membuat William tambah kesal, malah sekarang sangat membenci Ellys tanpa alasan yang jelas.


“Lihat William sekarang aku menjadi seorang ibu, dan kamu menjadi seorang ayah.” (kegembiraan Ellys yang sangat senang.)


“Oh itu, yasudah biarkan anak itu tumbuh dengan sendiri. Apa urusannya anak itu denganku?!”


“Kenapa kau bicara seperti itu? Ini Hanzel penerusmu.”


“Namanya Hanzel ya. Apakah kamu lupa dengan syarat pernikahan kita? Setelah anak itu lahir kamu harus meninggalkan aku, dan bawa pergi anak itu.” (jawaban dingin William.)


Ellys yang masih terbawa suasana senang tidak terlalu menghiraukan perkataan William. Sebelum Ellys pergi meninggalkan William Ellys meninggalkan pesan kepada Mandy.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2