Amnesia

Amnesia
Pantai


__ADS_3

Hari sabtu, aku telah berjanji pada Silvi untuk mengajaknya pergi, ini adalah kencan pertama setelah begitu banyak masalah terjadi.


aku ingin melihat nya tertawa, aku ingin melihatnya tersenyum, maka pantai adalah tempat yang paling tepat untuk memberikan dia semuanya.


angin laut dan aroma ikan asin menusuk tajam, tanda pantai dan laut sudah dekat, begitu pula suara ombak yang terus bersahutan.


"Ura, ayo cepat sini, laut sudah menunggu kita"


"Laut akan selalu menunggu, tapi kau jangan tingalkan aku"


"hahaha Ura, kamu lambat sekali"


"tidak, kamulah yang terlalu cepat"


Pantai mengembalikan jiwanya, kepingan kesedihan yang muncul kembali tenggelam terbawa ombak, lalu diganti dengan mutiara kebahagiaan.


lalu angin pantai dengan erat meneluk kami, mempersilahkan kami untuk tertawa, laut dan pantai bukan hanya tempat, laut dan pantai adalah kisah, dan dan semoga kisah ini menyenangkan


"Ayo cepat nanti sunrise nya tidak kelihatan, bukannya kamu kesini untuk melihat itu"


"Iya, aku bergerak lebih cepat"


kedatangan kami disambut dengan letupan cahaya megah dari sang fajar, merah dan jingga, pantai dan laut, bulan dan bintang, juga aku dan Silvi.

__ADS_1


Kemilau jingga menenangkan jiwa, indahnya, sinar mentari mulai menari, beberapa saat memelukku, ini pantai yang indah dan perasaan indah ini ada karena kamu disampingku.


ku lihat Silvi pun terpana, matanya begitu bersinar. pokoknya hari ini akan aku buat dia tertawa.


Pagi hari, aku mulai bermain di pantai, berenang dan bermain dengan pasir.


"Ura, tunggu, aku takut" ucap Silvi gelisah


"Ayo cepat, ada apa? kenapa?" ujarku


"Aku tidak bisa berenang Ura, aku takut"


"Tenang saja, bukannya kau pakai pelampung, aku pasti memegangmu kok, aku ada di sampingmu"


"Jangan lepaskan tanganku"


"Jangan jauh jauh Ura, aku masih sedikit takut"


selepas berenang, aku dan Silvi bermain pasir, aku menuliskan namanya dan namaku, ku gambar lambang hati. namun dia tertawa.


"Ura, kau seperti anak kecil, kamu masih suka seperti ini?" hahaha


wajahku sedikit memerah, "iya aku menyukainya, seperti aku menyukaimu, jadi itu masalah?" ucapku sedikit menantang

__ADS_1


Silvi tersenyum, dan tak lama mengecup keningku, dengan manja dia bilang "ini hadiah pembukaan, karena kau telah mengajak aku kesini"


"aku menunggu hadiah utama" jawabku menggoda.


"hmmmm nanti saja ya" ujar Silvi menjulur kan lidah.


Jam 10 kami memutuskan beristirahat sambil mencari penginapan, akhirnya kita dapat penginapan dekat dengan pantai, Silvi bahagia sekali, namun sayang hanya satu kamar tersisa.


"Ura, aku dulu yang mandi, badanku terasa lengket, kamu diam disini, awas kalau mengintip" Ujar Silvi dikamar hotel.


"Iya, iya, mana mungkin aku berani"


"Ura payah"


Kemudian Silvi masuk dan mandi, sementara aku duduk diam, mungkin sekitar 15 menit, Silvi kemudian keluar, aku terkaget, Silvi yang sedang handukan dan memakai baju tidur. dia cantik sekali.


"Ura mandi sana"


"Ini baru jam 11 kamu sudah mau tidur?"


"hahaha aku mau tidur siang sebentar, nanti sore kita pergi ke pantai lagi, rasanya aku belum puas"


"yasudah, tidur sana"

__ADS_1


aku pun mandi, namun ku lihat banyak sekali rambut rontok, sepertinya dia mengalami stres yang hebat, rambutnya sampai seperti ini.


selesai, mandi aku lihat Silvi sudah tertidur pulas, aku pun merasa mengantuk, dan aku tidur di sofa.


__ADS_2