Amnesia

Amnesia
DEWA PRAJURIT UTARA (EPS 7) chapter 1


__ADS_3

 


DEWA PRAJURIT UTARA \(EPS 7\)


 


Wajah datar yang hanya ditampilkan kepada Dewa misterius tadi, tidak ingin terbongkar juga keinginginan Hanzel. Rahasia yang diketauhi Dewa tersebut merupakan masa kelam Hanzel. SiDewa misterius bertanya tentang mata yang sedang Hanzel sembunyikan.


“Bagaimana dengan keadaanmu, dan manusia itu? kenapa kamu menggunakan kekuatan itu tanpa sepengetahuanku, bisa bahaya kalau William tau, karena wewenangmu sebagian besar ada ditangannya. kenapa kamu tidak menyadari itu?!” (tanya tegas Dewa misterius.)

__ADS_1


“Iya. Sudah lama kita tidak berjumpa ya Wizzle sudah 56 tahun yang lalu kita terakhir bertemu. Sang Dewa Prajurit Utara.”


mulai teringat masa lalu membuat Hanzel lupa dengan keadaan mata kirinya yang belum pulih kembali. Mata Demon Hanzel masih membekas, secara perlahan juga sedikit ada pemulihan, kembali lagi jadi mata normal seorang Dewa yang berwarna biru cerah indah menawan, bukan merah darah yang kental. Mata itu hanya dimiliki Dewa dengan garis keturunan langsung dengan Dewa dengan, Ratu Demon.


Dan Ratu itulah yang mengendalikan seluruh demon yang lebih kecil alias yang biasa saja. Tapi sang ratu Demon tersebut memiliki masalah dengan kekuatannya sendiri, siratu tadi sudah berumur 999 tahun, dan diumur yang ke-1000 ratu harus memiliki pewaris kekuatan yang sangat mustahil untuk diwariskan ke anak dengan garis darah demon-dengan-demon, melainkan harus dengan anak yang memiliki darah setengah Dewa, dan setengah Demon.


Pewarisan tersebut sangat berpengaruh dengan yang diwariskan, sipewaris dapat saja berubah emosi dengan serius, emosi itu juga adalah cara untuk menggunakan kekuatan Demon tetapi sangat rentan akan penggunaan energi, yang lebih efektif adalah dengan cara sipengguna bisa mengendalikan emosi dengan suasana, ya berarti penggunaan kekuatan itu bisa diartikan dengan mood sipemilik Demon itu.


“Bagaimana Hanzel dapatkah kamu menggunakan itu semua dengan penuh tanggung jawab, tanpa harus menyalahi, apalagi melanggar aturan?” (tanya Wizzle.)

__ADS_1


“Sampai sejauh ini sih belum terbiasa saja dalam mengendalikannya emosiku terkadang berubah-ubah tapi semenjak bertemu Zoe semua terasa berubah saja emosiku bisa kukendalikan, Zoe itu juga anak Manusia yang baik!”(pernyataan Hanzel.)


“Mau Manusia itu baik, atau tidakkan kamu belum tau pasti kamu bertemu dengannya juga belum lebih dari beberapa hari, jangan kamu putuskan secepat mungkin, bisa saja Manusia itu mengganggumu, apalagi sampai menghambatmu, jangan sampai kamu membuat Manusia kecil itu merusak peraturan ini!” (tegasan dari Wizzle.)


“Iya, iya aku ngerti kok lagian Manusia kecil itu dapat berbuat apa sebelum Dia bisa menemukan semua yang harus dimiliki seorang Manusia. Aku yakin dia akan bisa memahami diriku ini.”


Keras kepala sudah merasuki Hanzel, sekarang Hanzel terus saja melawan nasihat Wizzle, pangkat Wizzle emang diatas Hanzel, kekuasaannya juga. Hanzel menyadari hal tersebut tetap tidak ingin serasa berada dibawah Wizzle, sampai direndahkan Hanzel akan terus melawan sampai Wizzle harus bisa mengalah dengan Hanzel. Loh sekarang malah sikap Hanzel seperti kekanak-kanakan saja, membuat pusing Dewa saja.


Dilain sikap Wizzle seakan seperti kakak Hanzel, maksut Wizzle bukan ingin merendahkan Hanzel tapi juga ingin melindunginya agar Dewa lain diberbagai wilayah tidak menyadari bahwa Hanzel adalah anak nya Ellys, dan Dewa X.

__ADS_1


Kenyataannya Ellys adalah Dewa yang terkutuk, dan sekarang Ellys sudah bukan lagi Dewa, atau Demon. Ellys sudah lama pergi dengan tenang, damai disana, setelah memiliki seorang Anak yang begitu manis, dan sangat cantik jelita.


Bersambung...


__ADS_2