Amnesia

Amnesia
Pameran Kembang Api


__ADS_3

Lamaran telah diterima dan bunga telah bermekaran, hati mana yang tidak bahagia, ketika cinta telah diterima.


Kami berdua kini sedang sibuk mempersiapkan pernikahan, tanggal yang disetujui adalah 22 Februari Tahun 2022 atau 7 bulan ke depan.


Ternyata persiapan pernikahan sangatlah menyibukkan, selain pekerjaanku di RS, dan menyempatkan waktu untuk menulis, aku harus mempersiapkan pernikahan ini juga.


Sebenarnya yang lebih sibuk adalah keluarga Silvi, karena tradisi di kota ini, yang mengadakan pesta adalah pihak perempuan. Jadi pihak perempuan pastilah akan sangat sibuk.


Namun hari-hari itu sangatlah menyenangkan, aku dan Silvi lebih sering bertemu, di sela-sela kesibukan aku juga sempat mengajaknya berkencan. Hari-hari terakhir dia sebagai pacarku akan aku nikmati.


"Aku sudah merasa jenuh dengan keadaan ini, apa kau tidak ingin mengunjungi suatu tempat? Kita bisa refresing sebentar dari kesibukan ini" ujar ku yang memeluk Silvi dari belakang.


Sedangkan Silvi dia masih sibuk dengan desain baju yang akan dia gunakan, dia sendiri yang merancang dan memilih bahan.


"Oh kekasihku, kau sedang merasa jenuh ternyata. mengunjungi suatu tempat? rasanya aku sedang ingin berlibur ke tempat yang ramai, pameran misalnya? bagaimana menurutmu? "

__ADS_1


Dia berbalik menghadap ku, memeluk mesra diriku. seperti ini saja aku sudah sangat berbahagia, apalagi nanti setelah menikah dengannya, mungkin aku adalah lelaki paling beruntung.


"Tempat yang bagus, tapi kau juga jangan terlalu memaksakan diri dengan kesibukan untuk pernikahan kita, bersantai lah sedikit"


"Bagaimana aku bisa santai, ketika mimpiku memiliki mu ada depan mataku. Ura, sudah sangat lama sekali aku memimpikan pernikahan ini, dan aku pasti akan membuatnya sempurna. dan harusnya ucapan mu itu kau tujukan kepada dirimu sendiri, kau begitu bekerja keras untuk semuanya, istirahatlah. aku tak ingin kau kelelahan seperti itu"


"Aku juga sudah sangat tidak sabar dengan hal ini"


ucapan ku langsung disambut dengan ciuman mesra darinya, sudah lama sekali dia tidak mencium ku seperti itu.


"Kelak anak kita akan lahir, kita akan melihatnya dewasa bersama, mengajaknya pergi ke sekolah bersama, piknik bersama melihatnya sukses dan kemudian kita akan dipertemukan lagi di akhirat nanti, rasanya aku tak sabar menjadi ayah"


Silvi tersenyum ke arahku, dia manis sekali dan aku sayang sekali padanya.


Esoknya aku mengajak Silvi pergi ke pameran, suasananya ramai sekali, Orang-orang datang begitu banyak sekali.

__ADS_1


Sorot lampu, dan pedagang yang menawarkan dagangannya, suara anak kecil berlarian dan tertawa, ini adalah surga kecil yang diturunkan Tuhan.


Silvi tampaknya senang sekali, beberapa kali dia tersenyum dan tertawa, dia memegang tanganku dengan erat dan aku pun takkan melepaskannya.


Aku mengajaknya ke tempat yang cukup sepi untuk beristirahat, namun dia pergi. katanya ada beberapa hal yang ingin dia beli dan menyuruhku untuk menunggunya disini


"ah, datang juga dirimu, memang baru sebentar namun aku sudah merindukanmu. Hati ini sudah terbelenggu dengan kasih sayang dan cinta untukmu"


"ah lebay sekali kau Ura, aku hanya ingin membeli makanan sebentar, tadi di sana aku dengar katanya bakal ada pesta kembang api hari ini, aku mau melihatnya"


"Lebay pun kau tetap cinta kan?. Ya mari kita nikmati dari sini, aku tidak suka terlalu ramai, aku hanya ingin berdua denganmu"


"haha, curang sekali kau Nata, iya iya"


Tak lama suara kembang api terdengar keras, cahayanya begitu menyilaukan, dia begitu senang melihat ledakan-ledakan cahaya sedang aku begitu menikmati ledakan-ledakan senyum diwajahnya

__ADS_1


__ADS_2