Amnesia

Amnesia
DEWA PENJAGA (eps 3) chapter 1


__ADS_3

 


DEWA PENJAGA \(eps 3\)


 


Sesungguhnya perasaan ini sudah sangat dipendam oleh Hanzel, dimana perasaaan ini selalu dirahasiakan dari siapapun, termasuk Zoe sendiri. Karena Hanzel berpikir:


”Apa gunanya menceritakan masalah pribadi ke orang lain, yang belum tentu orang tersebut ingin membantu nya.”


Jadi dengan kata lain Hanzel tidak ingin terlalu mengumbar-umbarkan masalhnya ke orang lain, karena dia tau kalau itu adalah hal yang sia-sia. Sampai sekarang Hanzel masih saja terdiam, sambil termenung sesuatu.


“Hei Hanzel, Hanzel baik-baik sajakan?


“…….”(wajah yang mulai sedih, dan teerlihat sedikit tetesan air mata.)

__ADS_1


Setelah melihat wajah Hanzel yang sedih Zoe mencoba menenangkannya tapi untuk sekarang dia belum bisa berbuat apa-apa. Tenaga yang sedikit Zoe hanya bisa melihat, tetapi tak bisa menolong menenangkannya. Tapi saat itu juga kepala Zoe kumat lagi.


“Aaaahhhh sakit sekali! Kepalaku sakit! Han…” (dengan nada terengah-engah)


Sekejap pun Hanzel kembali sadar, dan langsung menolong Zoe, tapi menolongnya adalah bertanya.


“Kenapa Zoe, apakah kamu mulai bisa melihat sedikit ingatanmu?!” (wajah yang khawatir.)


“Hanya sedikit kak,tapi yang aku lihat itu orangnya sangat misterius.”


Orang yang dilihat dari ingatan Zoe sangat misterius, karena itu Zoe hanya bisa mengingat sedikit dari orangnya. Zoe menyimpulkan orang itu adalah seorang wanita bertopi putih bersih, rambut coklat yang terurai panjang. Tapi wanita itu tidak melihat, apalagi menengok Zoe, Zoe masih bertanya-tanya kenapa setelah melihat sedikit wanita itu ada sedikit kesamaan dengan Hanzel, sama-sama bertopi, yang berbeda hanyalah pada warna rambutnya.


Hanzel berpikir itu mungkin adalah orang yang sangat penting bagi Zoe pasti nya. Hanzel bisa berpikir begitu karena Hanzel mengetauhi dari tingkat ingatan seseorang yang sedang mencari ingatan yang hilang tersebut. Bisa jadi itu salah satu orang yang pernah menjadi bagian keluarganya, dan Zoe sangat menyanyangi orang yang barusan Zoe ingat tadi.


Meskipun Hanzel mengetauhi semuanya, Hanzel akan tetap tutup mulut sebelum ini akan didengar oleh Zoe sendiri, Hanzel juga memahami perasaan seseorang . Apabila orang tersebut masih terlalu asing baginya, maka dia belum mau mempercayai orang tersebut sampai Hanzel memiliki keyakinan di orang yang dia percayai, brgi pula sebaliknya.

__ADS_1


Hanzel adalah Dewa, meskipun bukan penguasa, atau pemimpin Hanzel juga memiliki peraturan sendiri, maupun peraturan umum . Dari sekian peraturan Hanzel lebih berpihak kepada peraturannya sendiri, karena peraturan umum dianggap Hanzel terlalu keras. Hanzel menganggap peraturan umum, keras karena Hanzel menyadari, kalau hidup seseorang sudah susah kenapa kita mempersulit hidup dengan berpacu dengan satu peraturan yang kamu anggap baik, tapi malah mempersulit dirimu sendiri.


Satu hal juga kalau kamu adalah Dewa, kamu harus berpegang teguh pada peraturan penting.


Berupa:


-Janganlah menjadi orang yang suka membongkar dengan seenak hati, hal sepele itu akan membuat kecacatan besar bagi diri sendiri.


-Bisa mengendalikan emosi. Dan harus bersikap sebaik mungkin.


Salah satu faktor Hanzel harus pandai bersikap kepada Zoe juga berasal dari itu sendiri,


Itu hanya berlaku bagi Dewa penjaga belum yang lainnya, kenapa demikian?


Setiap tingkatan Dewa memiliki peraturan, dan wewenang sendiri. Semua harus bisa memegang teguh peraturan, peraturan itu sendiri yang dapat mengatur semua menjadi normal, kedaimaian pun dapat dimiliki dengan mudah, tapi tergantung dari cara menerima, atau menyikapi peraturan itu sendiri. Mau apapun bentuknya peraturan itu juga janji.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2