Anna, Hug Me

Anna, Hug Me
36


__ADS_3

🌷🌷🌷


Thomas terlarut dalam lamunannya sendiri saat berjalan dengan gontai menyusuri lorong menuju ruang inap Ana. Setelah Ana sadar nanti, krisis sesungguhnya juga dimulai. Bagaimana tidak, Ana membutuhkan donor ginjal untuk mengganti ginjalnya yang rusak. Jika tidak diganti, maka selamanya Ana akan hidup bergantung dengan cuci darah. Donor ginjal tidak semudah itu didapat meski keluarganya punya banyak uang, karena tidak selalu ginjal pendonor akan cocok dengan pasien. Apalagi setahunya tak ada kerabat Ana yang terdekat.


“Thomas... Thomas...” seseorang memanggilnya. Karena terlalu sibuk, ia tidak mendengarnya. Sampai orang itu memegang bahunya. Thomas lantas terkejut dan menoleh.


Rona wajahnya langsung berubah, ia sangat terkejut disapa oleh Theo dan istrinya. Demi apa, ia bertemu mereka di rumahsakit. Tapi wajah terkejutnya segera berubah senang ketika melihat Theo, seolah ia mendapat harapan. Theo tentunya bisa menolongnya dengan kapasitas luar biasa yang dimiliki Theo.


Wajah Theo juga terkejut, apalagi setelah ia melihat lorong tempat pria itu keluar. Untuk apa ia keluar dari ruang bayi? Mungkinkah? Theo juga mengaitkan dengan Ana yang tidak bisa dihubunginya beberapa hari ini.


“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Theo. Ingin sekali ia menarik kerah baju Thomas, kalau tidak mengingat sat ini ia berasa di tempat umum. Juga saat ini ia tengah bersama istrinya yang sedang hamil. “Dimana Ana?” tanya Theo to the poin. Logikanya, ketika Thomas tidak lagi merengek untuk bertemu Ana, pastinya ia sudah bertemu dengan Ana, bukan!


Thomas memandang Theo sedikit lebih lama sebelum menjawab pertanyaannya. “Ikuti aku,” ucapnya sambil membiarkan Theo dan istrinya mengikutinya.


“Bayi itu bayi Ana bukan?” tanya Theo pada Thomas dalam perjalanan. Ia ingin memastikan saat tadi sempat melihat Thomas keluar dari lorong ruang bayi. “Anakmu?” tanyanya lagi.

__ADS_1


Thomas mengangguk mengiyakan, ia tahu meskipun Theo sudah menikah tapi sebelum ini Ana adalah tunangan pria ini. Pasti tetap ada sesuatu di hati Theo yang membuat pria itu merasakan sedih. Jika semua berjalan dengan benar, saat ini anak yang dilahirkan Ana pastilah buah hati Theo, bukannya miliknya.


Theo sedikit sakit hati saat mengetahui jawabannya, jika Ana sudah melahirkan. Apakah berarti mereka benar telah berselingkuh? Apakah Ana telah selingkuh darinya? Theo ingin sekali berbalik dan menolak bertemu dengan Ana. Tapi rupanya, kerinduannya lebih besar dari kemarahannya. Dalam hatinya ia tetap ingin berjumpa dengannya gadis itu.


Wendy yang hanya sedikit tahu tentang Ana dari cerita mertuanya, menggenggam tangan suaminya, memberi kekuatan.


Setelah cukup jauh mereka berjalan, Thomas berhenti. Theo dan istrinya juga ikut berhenti. Tapi kenapa mereka berhenti di lorong? Theo bertanya-tanya dalam hati. Tapi kemudian ia tahu jawabannya saat ia tak sengaja menoleh. Dibalik kaca, tidurlah Ana, adik kecilnya, gadis pujaannya. Ana terlelap dengan selang bermacam-macam ditubuhnya, juga berbagai monitor di sekelilingnya. Seorang wanita yang dikenalnya sebagai Mama Thomas, duduk menunggui di samping Ana dengan mengenakan jubah steril.


Theo meletakkan tangannya di kaca, ingin melihat lebih jelas, benarkah ini Ana-nya. Air mata tak kuasa menetes di pipinya. Dalam bayangannya beberapa waktu lalu, Ana tengah bahagia di kelilingi banyak orang yang mengunjunginya karena gadis itu baru saja punya bayi. Tapi kenyataannya, Ana bahkan tak bisa melihat bayinya sendiri. Ia menyalahkan dirinya sendiri, kenapa ia selalu saja berpikiran negatif pada Ana. Padahal semua yang dituduhkannya pada Ana tak ada satupun yang benar dan ia terus saja berpikir bahwa Ana melakukan kesalahan.


Wendy berjalan sedikit menjauh, meski tak tahu banyak apa yang sedang terjadi, ia cukup sadar diri dan tak ingin mengganggu momen ini. Ia percaya Theo tidak akan meninggalkannya dengan bayi mereka yang tengah di kandungnya. Ia pun duduk di bangku rumahsakit tak jauh dari tempat Ana di rawat.


“Ana terjatuh di rumahnya dan mengalami pendarahan, dokter memberinya transfusi darah, tapi di kantong kedua perawat menggantinya dengan kantong yang salah. Ana mengalami gagal ginjal. Bayinya harus segera di operasi supaya bisa diselamatkan. Sejak saat itu, ia tidak bangun lagi. Dia koma karena mengalami shock pasca melahirkan,” terang Thomas.


“Bagaimana bisa? Apa kamu tidak menjaganya?” ujar Theo marah.

__ADS_1


“Kamu brengsek!” Thomas balik memarahi Theo. “Kenapa kamu tidak memberitahuku sejak awal bahwa Ana tinggal di sana. Jika tahu begitu aku akan bertemu dengannya lebih awal dan menjaganya.” Balas Thomas tak kalah marah. “Aku tak mau kehilangannya, hu hu...” ucap Thomas sambil menyeka air mata di pipinya.


Theo menepuk bahu Thomas berusaha menenangkannya. “Lantas bagaimana perkembangannya saat ini?”


“Kami tengah mengusahkan donor ginjal untuknya, tapi ginjal bukan barang yang bisa dibeli dengan uang. Meski kami bisa mendapatkannya, itu tak selalu cocok untuknya,” terang Thomas.


“Bolehkah aku bertemu Ana?” tanya Theo.


“Tentu saja,” jawab Thomas. “Aku akan meminta Mamaku keluar,” ujarnya sambil masuk ke ruangan. Ruang tempat Ana dirawat adalah tempat yang harus steril, jadi sebelum masuk, mereka harus mengenakan jubah khusus.


Theo beralih ke arah istrinya, “maafkan aku tidak bisa menemanimu pulang. Aku akan minta sopir untuk menjemputmu,” ujarnya. Bagi wanita mungkin akan menyakitkan jika prianya ternyata belum bisa move on dari cinta lamanya. Apalagi sekarang Wendy tengah mengandung buah hatinya, ia tak ingin menyakiti Wendy.


“Tak apa, aku akan menunggumu di sini,” jawab Wendy. “Aku ingin kamu tahu bahwa aku mendukungmu, meski masa lalu itu tak berkaitan denganku. Tapi masa depanmu selalu setia menunggumu di sini. Selesaikan saja semuanya dengan benar agar tak ada beban di masa lalu yang akan kamu sesali nanti,” ujar Wendy.


Theo memeluk istrinya, meski hatinya belum sepenuhnya untuk istrinya tapi ia akan berusaha menyelesaikan beban masa lalu ini. “Terima kasih, istriku.” Bisik Theo. Ia sangat berterima kasih atas pengertian istrinya.

__ADS_1


🌷🌷🌷


Jempol 👍


__ADS_2