Anna, Hug Me

Anna, Hug Me
Episode 3


__ADS_3

🌻🌻🌻


Seorang bocah lelaki berusia sekitar 6 tahun tampak mengendap-endap mengambil kue dari tempat jamuan. Bocah lelaki itu terlihat sesekali mengintip orang-orang dewasa yang sibuk bercengkerama sebelum membawa hasil jarahannya ke tempat sepi di kolam ikan yang ada di sudut taman belakang.


Ada senyum tersungging di bibirnya kala ia melihat papa dan mamanya tak menyadarinya mengambil makanan. Rupanya bocah itu adalah anak dari tamu yang hadir. Sepertinya ia tengah dilarang makan kue oleh orang tuanya. Tapi sepertinya keinginan makan makanan manis itu mengalahkan segala larangan. Mumpung ia tak sedang di rumah jadi tak ada yang mengawasinya.


Rupanya anggapannya jika tak ada yang memperhatikannya adalah salah. Meskipun kebanyakan anak kecil yang hadir bermain bersama dan tak mungkin memperhatikannya. Ternyata ada seorang gadis melihatnya mengambil kue dan membuntutinya.


Dialah Angelina, gadis manis putri pemilik rumah yang sedang ditamu bocah yang mengambil kue itu, bocah yang dikenalinya sebagai Dima, putra pertama dari Om Theo dan Tante Wendy.


Angel merasa curiga dengan gerak gerik Dima jadi ia membuntutinya. Tapi saat ia mendapati Dima hanya berdiri di samping kolam dan makan kue membuatnya tak jadi menegur Dima. Ya, meskipun ia juga melihat Dima melempar kuenya sesekali ke dalam kolam. Jujur saja ia juga sesekali diam-diam memberi makan ikan koi peliharaannya dengan makanan selain pelet.


Angel hendak berbalik meninggalkan Dima sendirian untuk berkumpul dengan papa, mama, juga adiknya yang masih kecil.


Saat ini ada tiga anak kecil yang lucu tumbuh bersama. Hans, adiknya, Richard, sepupunya dan Daniel, adik Dima. Mereka sering mengadakan acara pesta kecil hanya untuk mengumpulkan 3 HRD itu. Ia juga selalu menyukai acara kumpul-kumpul itu karena membuatnya serasa mempunyai adik kembar 3.


Tapi sebelum Angel berbalik, ia melihat Dima memegangi perutnya seolah kesakitan.


Angel yang melihatnya langsung berlari ke arah Dima untuk menolongnya. Akan tetapi belum sampat ia tiba di dekat Dima, ia melihat tubuh mungil Dima jatuh ke dalam kolam.


"Kya..." teriak Angel penuh kengerian. Tanpa pikir panjang ia meloncat ke dalam kolam ikan koi untuk menyelamatkan Dima.


Kolam itu setidaknya hampir 2 meter, jika Dima tidak bisa berenang maka ia akan tenggelam jika tak ada yang menyelamatkannya tepat waktu.


Angel mengetahuinya dengan pasti karena setiap acara pembersihan kolam ia selalu ikut serta, biasanya ia ikut berenang menghalau ikan-ikan itu agar mudah untuk memindahkannya. Itu adalah salah satu kegiatan rutin bersama Papanya yang amat berkesan baginya.


Semoga ia tidak terlambat dan bisa menyelamatkan Dima.


🌻🌻🌻


"Uh, rasanya sangat manis," ucap Dima senang sembari menghabiskan kue yang diambilnya.


"Mama selalu melarang ku makan kue dan mie, betapa sedihnya. Apa kamu mau kue manis ini juga ikan?"


Dima lantas melemparkan sebagian roti ke dalam kolam. Ikan koi yang berwarna-warni itu langsung menyerbu remah-remah kue itu dengan senang.


"Kamu menyukainya? Aku juga menyukainya tapi ketika aku makan kue perutku akan sakit," ujar Dima sembari memegangi perutnya yang mulai terasa sakit.

__ADS_1


"Apa perutmu juga sakit ikan? semua orang makan kue tapi tidak ada yang sakit perut sepertiku," ujar Dima lagi. Kali ini ia sampai membungkuk menahan sakitnya sampai membuatnya berkaca-kaca. Ia sangat menyukai kue yang manis dan enak tapi kata dokter ia tak boleh makan kue lagi. Betapa menyedihkannya jika itu terjadi padamu, bukan?


Dima terhuyung, ia lantas berusaha menjauh dari kolam. Tapi sepertinya langkahnya salah, ia malah berjalan ke arah kolam. Bisa ditebak ia pun terjatuh dari bibir kolam. Sebelum tubuhnya menyentuh air ia mendengar suara seorang gadis berteriak. Apakah seseorang melihatnya terjatuh?


Ternyata begini suasana dalam air, komentar Dima saat berada di dalam air.


Hai ikan aku bisa melihatmu dari dekat. Tapi sayangnya aku tidak bisa bermain denganmu karena aku tidak bisa bernafas dalam air, sapanya dengan mata berbinar.


Dima mencoba berenang kembali ke permukaan, tapi perutnya mulai melilit dan ia dengan segera menelan air dalam jumlah banyak. Ia tersedak, dadanya mulai sesak karena kekurangan oksigen dan itu membuatnya kesulitan berenang. Bukannya ia tak bisa berenang tapi saat ini ia tidak bisa berenang.


Dima mulai putus asa.


Apakah seseorang akan datang menyelamatkanku? Mama maafkan aku karena telah melanggar laranganmu. Aku menyayangimu, Ma.


Dima menelan semakin banyak air sebagai ganti oksigennya. Ia bersiap menutup matanya, Tapi seseorang telah datang menolongnya. Ia menguatkan diri membuka matanya untuk melihat siapa yang datang.


Seorang gadis cantik berambut pirang dan bergaun putih tampak berenang ke arahnya. Ia mengenalnya, gadis itu adalah Angelina, putri Tante Ana.


Berlatar ikan koi berwarna warni, rambut kuning yang tebal dan gaun putih yang indah, Angel mengulurkan tangannya menjangkau Dima.


🌻🌻🌻


Angel mengambil nafas dalam-dalam sebelum terjun ke dalam kolam. Saat ia berada di dalam air, ia melihat Dima telah berada di dasar kolam dan tak bergerak. Ia segera mengulurkan tangannya, tapi bocah itu hanya menyunggingkan senyum lalu terpejam.


Angel tampak panik karena Dima memejamkan matanya. Ia segera berenang lebih ke bawah dan menarik tubuhnya. Tapi membawa seseorang dengan berat badan tak jauh beda denganmu ternyata lebih sulit dari bayangannya. Ia merasa kesulitan untuk melakukannya. Ia tak bisa berenang dengan membawa seseorang bersamanya. Apalagi rasa-rasanya tubuh Dima sangat berat, padahal Dima tak lebih tinggi darinya.


Meski putus asa Angel tetap berusaha manarik Dima dengan sekuat tenaga. Untungnya seseorang yang lain telah meloncat dalam kolam.


Seorang pria berambut pirang ikut meloncat ke dalam kolam dan memberi bantuan pada mereka. Pria itu adalah Thomas Dunyan, Papa Angel.


Thomas sangat terkejut sewaktu mendengar putrinya berteriak dan meloncat ke dalam kolam, tapi ia lebih terkejut lagi setelah melihat Angel tengah menarik tangan Dima dan mencoba menyelamatkannya. Tanpa pikir panjang ia dengan gesit ia meloncat ke dalam kolam dan menarik keduanya dengan satu sentakan lalu membawa keduanya ke permukaan.


Angel tersentak begitu menghirup udara bebas di tangan kiri Thomas sedangkan Dima tampak tak berkutik di tangan kanannya.


Para tamu khususnya para wanita menjerit melihat Thomas membawa Dima yang terkulai. Yang tak kalah panik adalah Theo, Papa Dima.


Theo segera mengambil Dima dari tangan Thomas dan membaringkannya di tanah untuk memberikannya nafas buatan. Tangannya bergetar saat menekan dada putranya yang terkulai tak berdaya.

__ADS_1


Setelah Thomas memasrahkan Angel pada istrinya, ia segera menggantikan Theo melakukan pertolongan pertama. Theo tak akan bisa melakukannya dengan benar jika tangannya terus bergetar. Ia memaklumi itu karena ia pun akan berlaku demikian jika orang yang tak sadarkan diri saat ini adalah Angel.


"Telepon ambulans!" perintahnya pada Theo.


Theo menurut. Tak jauh darinya tampak Wendy yang menangis sambil menggendong Daniel. Ia tak bisa menenangkannya karena ia juga sedang tak tenang. Bahkan tangannya masih bergetar saat memegang ponselnya. Matanya nanar melihat putranya yang masih belum sadar.


satu kali, dua kali, dalam percobaan 3 kali Dima memuntahkan air dari mulutnya, ia terlihat membuka matanya sebentar sebelum kembali memejamkan matanya kembali.


"Tolong selimutnya," pinta Thomas. Seseorang menyerahkan selimut padanya dan ia menyelimuti Dima dengan selimut itu. Suara sirene terdengar mendekat. Ambulans telah tiba jadi Dima pasti akan baik-baik saja.


Theo lantas membopong putranya dan membawanya ke petugas medis yang baru tiba. Tapi sebelum itu ia memandang Angel sambil berucap terima kasih.


"Terima kasih, Angel. Om akan selalu mengingat budi baik ini."


Angel yang tak mengerti hanya mengangguk sambil melirik papanya. Ia tak mengerti, padahal semua orang tahu yang menyelamatkan Dima adalah Papanya tapi Om Theo tidak mengucapkan terima kasih pada papanya.


Theo memandang Thomas sekilas sebelum berlalu. Hanya segelintir orang yang tahu arti tatapan itu. Sebenarnya dengan kejadian ini balas budi di antara mereka telah lunas. Theo pernah menyelamatkan Ana dan sekarang mereka membalasnya dengan tidak sengaja menyelamatkan Dima.


Theo mungkin kesal dengan kenyataan ini tapi dalam hatinya ia bersyukur putranya terselamatkan.


Setelah keluarga Theo berlalu karena ada insiden, Thomas meminta maaf kepada para tamu karena acara pesta kecil mereka harus berakhir.


Para tamu tampak memaklumi dan membubarkan diri.


Setelah selesai dengan para tamu, Ana berlutut dan memandang putrinya yang masih berselimut handuk.


"Ada apa dengan Dima, Sayang? kenapa ia sampai tercebur kolam?" tanya Ana pada putrinya.


"Entahlah, Ma. Dima hanya makan kue lalu ia memegangi perutnya kesakitan kemudian ia terjatuh ke kolam," terang Angel sambil mengusap rambut panjangnya yang basah dengan handuk.


"Ah, Wendy pernah cerita kalau Dima alergi gluten. Sakit perutnya mungkin efek dari autoimun miliknya. Aku harus memberitahu Wendy." Ana memandang putrinya, "Sayang, tunggu di sini sebentar dengan Papa. Mama harus memberitahu Tante Wendy," Ana segera berlari kecil menyusul keluarga Wendy. Sangat penting bagi mereka untuk mengetahui penyebab Dima tenggelam bukan hanya sekedar mengobati Dima yang tenggelam.


Giliran Thomas yang menasihati putrinya, "Sayang, meski Papa tahu niatmu baik, lain kali jangan pernah melakukan hal seperti ini dan membahayakan nyawamu. Papa tak ingin kehilanganmu, Sayang," ucap Thomas menggendong putrinya kembali ke rumah.


Angel hanya bisa mengangguk. Semoga Dima baik-baik saja, doanya dalam hati.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2