
🌻🌻🌻
Langit mendung tampak menggelayuti bangunan-bangunan besar kompleks perkuliahan Maxwell University yang megah. Angin yang berembus kencang memaksa pepohonan di sepanjang jalan penghubung bangunan menggugurkan dedaunan kering miliknya.
Para mahasiswa berlalu lalang menyelesaikan urusannya sebelum mendung berganti dengan hujan. Mereka berharap bisa pulang ke asrama lebih cepat dan menghangatkan diri dengan segelas cokelat panas.
Menjelang malam mendung yang menggelayuti langit terlihat semakin gelap karena matahari sudah benar-benar tenggelam. Tak banyak mahasiswa tersisa di kampus.
Namun dari sekian banyak mahasiswa yang terburu-buru pulang itu. Ada seseorang yang tampaknya tak sengaja tertidur perpustakaan. Dia adalah Angelina.
Gadis cantik itu memeluk sebuah buku tebal berjudul Anatomi semua makhluk dengan sangat erat seolah buku itu adalah boneka kesayangannya. Rambut pirang tebalnya tampak terkulai menutupi sebagian wajah cantiknya yang sekarang telah miring karena kantuknya.
Gadis itu terlihat nyaman dalam tidurnya seolah tak mempedulikan sekarang hujan yang mulai turun di laut. Tampaknya ia juga tak peduli saat ini tengah berada di mana.
Petugas perpustakaan yang tergesa-gesa karena khawatir terjebak hujan badai, mengunci pintu tanpa mengecek ulang sehingga ia tak tahu masih ada seseorang yang tertidur di dalamnya.
Jika Angel tertidur nyenyak, lain halnya dengan Paula teman sekamarnya di asrama.
Paula sibuk menelepon sana sini menanyakan keberadaan Angel karena temannya belum juga kembali. Ia memandang ke luar jendela dengan raut wajah khawatir. Hujan masih turun dengan derasnya dan belum ada tanda-tanda akan berhenti.
"Ke mana kamu Angel? Kenapa tidak angkat telepon?" gumam Paula sembari mondar mandir di dalam kamarnya.
Paula sudah menanyakan ke semua teman sekelasnya dan tak ada satu pun dari mereka yang bersama Angel saat ini.
__ADS_1
Paula harus menghubungi seseorang untuk mencari Angel. Hans? ataukah Dima?
Hans adalah adik kandung Angel sedangkan Dima adalah... Paula tidak bisa mendeskripsikan posisi Dima bagi Angel tapi menurutnya Dima adalah orang yang tepat untuk menemukan Angel.
Mengapa Dima adalah orang yang tepat? karena Dima adalah seorang Dima Nathanael Maxwell, pemilik Maxwell University. Ya, bocah ingusan itu pemilik kampus mereka.
Bahkan rumor mengatakan Dima memilik master key yang bisa digunakan membuka semua pintu yang ada di kampus. Tak ada pintu yang tak bisa dibukanya karena ia adalah pemiliknya.
Dima begitu populer karena tampan, pintar dan baik hati. Tapi tak usah berupaya mendekatinya karena Dima telah menaruh hati dan pikirannya hanya untuk seorang gadis. Siapakah gadis itu? Bisa ditebak, gadis itu adalah Angelina.
Tapi ada satu kenyataan yang hanya segelintir orang yang tahu rahasia ini. Sebenarnya cinta Dima untuk Angel adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Paula tak mengerti jalan pikiran temannya yang menolak cinta Dima. Tapi ia tak akan memikirkannya untuk saat ini karena ia harus meminta tolong sang pemilik sekolah untuk menemukan temannya yang tersesat.
"Ah, syukurlah masih ada. Semoga Dima tak keberatan aku menghubunginya malam-malam," ucapnya.
Paula mencoba meneleponnya sekali, dua kali, tak ada jawaban. Ia mencoba terakhir kali. Jika tetap tidak diangkat ia akan mencoba mengirimi Dima pesan saja.
"Halo," Dima menjawab dengan suara parau miliknya. Pasti Dima telah tertidur tadi.
"Aku Paula teman sekamar Angel di asrama."
"Apa terjadi sesuatu pada Angel?" tanya Dima, suaranya terdengar khawatir.
__ADS_1
Bahkan meski di seberang telepon, Paula bisa mendengar nada kekhawatiran itu. Hanya dengan mendengarnya ia bisa tahu seberapa dalam perasaan pria itu pada Angel.
Jika Dima malah menanyakan kabar Angel berarti Angel tidak sedang bersamanya. Tapi Paula harus memastikannya. "Apa Angel bersamamu?"
"Apa maksudmu?" tanya Dima tak mengerti. Nada suaranya sedikit menuntut membuat Paula sedikit tak nyaman.
Gadis itu mengacak rambut merahnya dengan gugup sebelum memberi penjelasan.
"Saat ini Angel belum kembali padahal sudah tengah malam. Aku khawatir terjadi sesuatu jadi bisakah kau membantuku mencarinya? atau coba tanyakan pada adiknya apakah Angel ada di rumah?"
"Kapan terakhir kamu bertemu dengannya?"
"Tadi sore, usai kelas terakhir. Ia menyuruhku kembali ke asrama terlebih dahulu karena ia harus ke perpustakaan. Akan tetapi sampai saat ini ia belum kembali. Aku meneleponnya berkali-kali tapi ia tak mengangkatnya. Aku sudah bertanya pada semua orang tapi tidak ada yang tengah bersamanya."
"Baiklah, aku akan mencarinya. Kamu istirahatlah. Aku akan mengabarimu perkembangannya nanti," ujar Dima.
"Terima kasih," ujar Paula. Ia kini bisa bernapas lega.
"Jika sesuatu seperti ini terjadi, pastikan kamu segera menghubungiku," perintah Dima sebelum menutup telepon.
"Ya," jawab Paula. Ia berdoa semoga Angel segera ditemukan. Ia yang memang kelelahan karena memikirkan Angel langsung tertidur dengan pulas begitu kepalanya menyentuh bantal.
Tapi tidak akan ada kata istirahat bagi Dima malam ini kecuali ia menemukan Angel, menemukan malaikatnya.
__ADS_1
🌻🌻🌻