ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 9 | Tom Smith “The Daddy”


__ADS_3

Robert dan teman-temannya segera menghampiri Cindy


“Apa khabarmu Cindy. Kamu makin cantik saja. Aku tidak sabar menunggu makan malam denganmu. Bagaimana jika kamu bergabung bersama kami di Gold room” ajak Robert.


“Maaf Robert, aku sedang makan dengan tunanganku” sahut Cindy


Robert menoleh ke arah John yang dikatakan sebagai tunangan Cindy. Bibirnya tersenyum sinis “Orang ini tunanganmu? Aku pikir dia ini sopirmu yang kamu ajak makan” kata Robert dibarengi tawa mengejek teman-temannya.


“Perkenalkan aku Robert Pattison dari keluarga Pattison, keluargaku pemilik perusahaan investasi Pattison, Co.” kata Robert sambil menjulurkan tangannya.


“Maaf, aku masih sedang makan, tanganku kotor. Namaku John Araga. Yatim piatu. Pengangguran” sahut John singkat yang dibarengi dengan ledakan tawa orang-orang sekitarnya. Termasuk Cindy pun kaget geli hampir menyemburkan makanannya mendengar kata-kata John. Cindy memandang kagum pada John yang terlihat tenang dan cuek dengan orang-orang sekitarnya.


Hanya Robert yang mukanya memerah, tadinya dia mau mempermalukan John, namun jawaban main-main dari John membuatnya merasa ditertawakan oleh orang-orang. Dia mendengus lalu pergi menuju Gold room yang telah dia pesan diikuti oleh teman-temannya.


Di dalam room itu dia mengangkat teleponnya berkata “Will, segera ke Heaven. Ajak orang-orang kesini” lalu menutupnya. Robert memandang ke arah Cindy dan John yang sedang makan. Hatinya panas melihat Cindy yang tertawa dan tersenyum ke arah John sambil menyantap makanannya.


Tak lama kemudian muncul rombongan orang-orang lagi di restoran itu, yang dipimpin oleh orang berkulit hitam di depannya, lalu orang itu langsung menuju room Gold. Setelah berbisik dengan Robert, orang kulit hitam itu bersama dua orang temannya berjalan ke meja Cindy.


“Nona, tuan Robert mengundang anda untuk datang ke Gold room” kata lelaki itu sambil mempersilahkan.


John dari tadi sudah mengetahui apa yang terjadi dan mendengar maksud orang itu kemudian menjawab “Beritahu Robert, Cindy tidak akan kemana-mana. Dia disini menemaniku makan”


“Kamu siapa berani memerintahku seperti itu” lanjut lelaki itu sambil berjalan ke arah John kemudian menggebrak meja mereka.


Cindy gugup ketakutan melihat aksi lelaki itu, yang kemudian dilihatnya mereka bertiga mulai mengelilingi John.


“Aku Will Smith, keponakan pemilik restoran ini.”lanjut lelaki bernama Will itu sambil memelototi John.


John dengan santai mengambil cangkir teh lalu menyesapnya dan berkata “Hanya anjing seseorang saja berani bertingkah, suruh boss mu kesini untuk membersihkan kotoranmu”


“John…” terdengar Cindy berbisik ke arahnya yang dipotong oleh lambaian tangan John menghentikan kata-katanya.


Muka Will menjadi merah mendengar kata-kata John, lalu dia mengedipkan matanya kepada kedua orang di sebelahnya kemudian berkata pada tamu-tamu di restoran itu


“Tuan dan Nyonya sekalian, maaf restoran ini kami tutup. Makanan kalian, kami yang bayarkan silahkan pergi dari sini.” kata Will mengusir tamu-tamu disana. Para pengunjung restoran yang merasakan hal yang tidak beres, langsung pergi dari restoran itu yang kemudian pintu restoran di tutup oleh orang-orang Will yang berdiri disana.


Will kemudian menatap ke arah John “Kamu pikir dirimu jagoan, dengan penampilan seperti itu kamu tidak layak untuk makan di restoran ini” sahut Will kembali.


Will lalu memberikan kode yang membuat orang-orangnya menarik Cindy dari kursinya dan menyeretnya menuju ke Gold room. “John..” teriak Cindy ketakutan.


John masih duduk di kursinya dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kemudian Will mulai menendang meja John sehingga meja berantakan, namun John sudah terlebih dahulu berdiri menghadap ke arah Will sambil memegang cangkir teh ditangannya dan terus menyesapnya.


Pandangan mata John yang tajam menatap ke arah Will, sejenak membuat Will merasa merinding karenanya. Lalu dia berteriak “Serang dia!”


Perintah Will membuat bawahannya mulai bergerak menyerang ke arah John, tapi John dengan sigap menghindari setiap serangan itu sambil masih terus memegang cangkir teh ditangannya. Dengan satu kakinya dia mulai menendang setiap orang yang menyerangnya, hingga mereka semua terpental oleh tendangan itu.

__ADS_1


Tendangan yang sederhana, namun efeknya membuat orang-orang itu muntah darah dan kesulitan untuk berdiri. Will yang melihat itu jadi geram. Will adalah seorang petarung ban hitam level 5, serangannya ganas langsung diarahkan ke John. Tapi John menghindar dengan sederhana, lalu menyiramkan teh panas dicangkirnya ke wajah Will.


Will memegang mukanya yang kepanasan “Sialan!” serunya. Lalu dia kembali akan menyerang, namun sesaat gerakan John sudah langsung berada di hadapannya.


Plak!


John menampar wajah Will. Will terbang akibat tamparan ringan itu. Dia dengan susah berdiri kembali lalu memuntahkan darah. Para pelayan restoran yang melihat kejadian itu berdiri gemetaran sambil bersembunyi.


John lalu kembali menuangkan teh ke dalam cangkirnya, lalu berkata “ Seekor anjing jalanan saja banyak tingkah”


“K..Kamu” kata Will yang menjadi geram kemudian berdiri dengan susah payah.


“Kamu akan menerima konsekuensinya, kamu tidak tahu berurusan dengan siapa” katanya selanjutnya.


“Konsekuensi?”.


“Konsekuensi apa yang akan terjadi? Apa kamu mau menyerangku lagi dengan kemampuan lemahmu itu?” tanya John


“Aku beri kamu waktu untuk membuatku menanggung konsekuensi yang kamu maksud itu” lanjut John sambil duduk kembali di meja dengan santai menyesap teh nya.


Will kemudian mengambil teleponnya dan memutar nomor.


“Uncle Tom, ada orang yang membuat keributan di restoranmu.” kata Will mengadu.


Brak!


Beberapa menit kemudian, datang seseorang lelaki setengah baya yang bertubuh tegap tinggi besar menendang pintu restoran itu. Badannya mirip petarung dari arena gulat di media online.


“Siapa yang berani membuat keributan di restoranku ini” bentak orang itu.


“Itu dia uncle Tom” kata Will sambil menunjuk ke arah John yang duduk membelakangi mereka.


“Apa dia tidak tahu siapa Daddy ini” lanjutnya sambil berjalan ke arah John sambil melipat lengan bajunya.


“Kamu masih saja suka terburu-buru Tommy” kata John.


Deg!


“Si..Siapa kamu” tanya Tom Smith gugup menghentikan langkahnya.


“Kamu berani menghajarku?” tanya John selanjutnya sambil memalingkan wajahnya perlahan melihat Tom Smith.


“Siap. Komandan Naga Tom Smith. Tidak berani!” lanjut Tom setelah melihat dengan jelas wajah John. Dia merasa gemetaran bertemu dengan sosoknya yang legendaris.


Will Smith dan orang-orangnya terkejut tidak percaya melihat perubahan sikap Tom Smith.

__ADS_1


“Kamu kenapa paman?” tanya Will.


“Diam” sahut Tom Smith membentak keponakannya.


Tom Smith adalah anggota pasukan khusus dari kesatuan Naga yang merupakan elit nya tentara elit pemerintahan Kanada tiga puluh tahun yang lalu. Dan Tom salah satu anggotanya yang masih tersisa. Identitas pasukan khusus ini sangat dirahasiakan, termasuk John yang saat itu menjabat sebagai kepala pelatih pasukan khusus ini.


“Keponakanmu telah mengganggu acara makanku” kata John selanjutnya.


Tom lalu menoleh ke arah Will dan kawan-kawannya dengan mata merah “Kamu! Sungguh lancang!” kata Tom yang langsung menendang Will dan kawan-kawannya.


“Pergi kalian semua dari sini” lanjut Tom mengusir mereka yang langsung terbirit-birit.


“Kamu selamatkan wanitaku dari Gold room” perintah John selanjutnya.


“Siap laksanakan” kata Tom segera bergegas menuju Gold room, lalu menendang pintunya


“Siapa dari kalian yang berani membuat keributan disini? tanya Tom.


“Da..Daddy” sahut Robert terbata-bata melihat kemunculan Tom di Gold room.


“Lepaskan wanita itu, lalu kalian semua pergi dari sini” kata Tom sambil menunjuk ke arah Cindy.


Tidak ada yang berani membantah kata-kata Tom, mantan tentara khusus yang terkenal keras di wilayah kota ini. Mereka pun melepaskan Cindy lalu pergi dari restoran itu dengan wajah ketakutan.


Dari balik Silver room, Evelyn dan suaminya Howard yang melihat seluruh kejadian sejak awal turut serta pergi meninggalkan restoran itu.


Cindy lalu berlari menuju ke arah John kemudian memeluknya “Kamu tidak apa-apa John? tanyanya


“Tidak apa-apa. Untung Tom Smith segera datang” sahut John.


“Syukurlah” kata Cindy


“Anda tidak apa-apa nona?” tanya Tom kepada Cindy merasa bersalah atas kejadian ini, seraya melirik John memohon ampunan darinya.


“Tidak apa-apa. Terima kasih atas bantuan anda, Tom” lanjut Cindy


“Ah, tidak apa-apa. Ini..” kata Tom yang tidak dia lanjutkan setelah melihat kedipan mata dari John padanya.


“Cindy, Tom ingin meminta maaf atas kejadian hari ini yang menimpamu di tempatnya ini” kata John sambil melirik ke arah Tom.


“Benar. Benar nona. Mulai hari ini nona bebas datang kemari untuk menggunakan Diamond room kami tanpa perlu reservasi sebagai permintaan maaf kami” kata Tom selanjutnya.


“Benarkah?” sahut Cindy merasa gembira. “Kebetulan malam ini kami akan mengadakan makan malam disini. Kami mohon bantuan dari anda” kata Cindy sambil membungkukkan badannya.


“Tidak masalah nona. Malam ini kami akan rayakan makan malam spesial untuk anda” sahut Tom selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2