
Kota Damietta, sekitar 3 jam dari Alexandria ke arah timur, merupakan salah satu tempat situs penemuan makam kuno yang diperkirakan berusia sekitar 25 abad. Banyak arkeolog dunia yang hingga saat ini masih mengidentifikasi makam tersebut, sehingga John berkeinginan untuk mengunjunginya disaat berada di Mesir.
“Aku dengar di Damietta ditemukan sebuah situs makam kuno” kata John membuka pembicaraan selama perjalanan.
“Benar, diperkirakan disana telah ada peradaban sebelum itu. Kemungkinan masa dewa-dewa di Mesir telah menetap disana” sahut Cindy.
“Semoga Hassan sudah menutup situs itu sebelum kami tiba disana” pikir Mona.
Lalu sebuah pesan muncul di telepon Mona, “Kami sudah menutup waktu berkunjung ke situs. Akan di buka kembali dengan pengumuman lebih lanjut”
Mona tersenyum melihat pesan itu, hatinya lebih tenang dan merasa lega.
Melihat senyuman Mona, John merasa bahwa dia pasti sudah melakukan sesuai rencananya.
Ketika tiba di kota Damietta, pemerintah memang telah menutup situs makam prasejarah tersebut. Sehingga rombongan John kecewa dengan hal itu.
“Sudahlah, apa yang harus kita lakukan sekarang John?” tanya Sara.
“Tenang saja, aku akan menyusup malam harinya ke makam itu untuk melihat situasinya. Aku akan memberi kabar pada kalian nanti” kata John dengan santai sambil menyelidiki apa yang akan dilakukan oleh Mona
“Sial, apa yang kamu lakukan John. Maaf, jika kamu bersikeras, kami bisa menangkapmu nanti” pikir Mona.
“John, boleh kah kami ikut denganmu nanti malam?” tanya Amelia
Mendengar pikiran Mona, John menjawab “Jangan, kalian tunggulah di hotel dekat sini. Mungkin akan berbahaya jika kita kesana bersama-sama” sahut John.
Mona merasa gelisah dengan rencana John, “Sebaiknya kamu jangan melakukan itu John, pemerintah akan menindak tegas jika ada pelanggaran terhadap situs bersejarah negara” nasehatnya
“Benar John, aku rasa itu bukan ide yang bagus. Kita tunggu saja, mungkin besok situs itu sudah bisa di buka kembali” kata Cindy menimpali
“Please John, batalkan niatmu itu. Jika tidak mereka akan menangkapmu” pikir Mona.
“Tidak apa. Aku lebih leluasa untuk menyelidikinya sendiri. Kalian tunggu saja kabar dariku” kata John sambil tersenyum
__ADS_1
“Baiklah, mari kita mencari hotel dulu untuk menginap. Aku juga akan mempersiapkan diri” lanjut John
Kemudian, merekapun memesan kamar di hotel terdekat dengan situs bersejarah itu. Mona kemudian melakukan panggilan telepon di kamarnya. John yang sengaja memilih kamar di sebelah Mona, memasang indra pendengarannya untuk mengetahui gerakan dan percakapan dari Mona.
“Hassan, laporkan pada ketua. Malam ini seseorang hendak menyelidiki areal situs. Sebaiknya kamu bertindak sesuai petunjuk ketua.” kata Mona
“Apa? Kenapa orang itu bersikeras untuk menerobos ke makam?” tanya Hassan dari seberang telepon.
“Mereka ingin mengetahui lebih lanjut tentang Kristal Darah dan Penjaga Makam kita” sahut Mona.
“Baiklah, aku akan melaporkannya pada ketua” kata Hassan sambil menutup teleponnya.
John kemudian tersenyum “Akhirnya aku bisa masuk dan mengetahui organisasi kalian”
Malam harinya, John dengan pakaian hitam, mulai penyusupannya ke dalam area situs makam tersebut. Dengan menggunakan kecepatan dan indra pendengarannya, sebenarnya tidak sulit baginya untuk menghindari kelompok Penjaga Makam ini. Namun, John merasa jika dirinya ditangkap, akan lebih mudah baginya untuk masuk menyusup ke dalam organisasi ini.
Ketika memasuki area makam, John merasakan aura kristal darah yang cukup kental. Kemudian dia mengikuti arah sumber dari aura itu, hingga dia memasuki lebih ke dalam area pemakaman tersebut. Tampak di dalam nya beberapa peti yang berderet dengan aura kristal darah berasal dari beberapa peti tersebut.
Karena menurut informasi yang didapatnya, kristal darah itu berasal dari darah para dewa masa itu atau bisa dikatakan berasal dari darah mahluk abadi.
“Jika mahluk abadi bisa terbunuh pada masa itu, berarti mitos senjata berhiaskan permata itu benar adanya” pikir John
Saat John melihat beberapa peti lainnya, dia menemukan hal yang sama. Tiba-tiba, beberapa bayangan orang berkelebat mengurung dirinya. John tersenyum melihat dirinya telah dikepung oleh puluhan orang.
“Siapa kamu berani menerobos situs milik pemerintah Mesir? Apakah kamu perampok makam?” teriak seseorang yang memimpin penyergapan itu.
“Aku John. Hanya seorang arkeolog yang ingin mengetahui tentang penemuan ini” sahut John sambil mengangkat tangannya melihat orang-orang disekelilingnya telah mengarahkan senjata api ke arah dirinya.
“Situs ini sedang ditutup karena suatu masalah. Kami pemerintah Mesir berhak menindak pelanggaran yang terjadi seperti ini. Sebaiknya kamu menyerah jangan melawan” teriak orang itu kembali.
“Baiklah. Aku tidak akan melawan” sahut John. Kemudian seseorang mendekatinya lalu memborgol kedua tangannya di belakang punggung.
Mereka lalu menggiring John melewati makam lalu masuk ke dalam pintu rahasia. John menyelidiki dengan memasang indra pendengarannya mengikuti para penangkapnya.
__ADS_1
“Mona, aku telah menangkap orang ini” bisik seseorang dari kerumunan di telepon setelah John berjalan jauh didepannya.
“Baik, interogasi dia dengan mata tertutup di ruangan itu. Aku akan segera kesana untuk ikut mendengarnya” sahut Mona di seberang telepon.
Tak berapa lama, mereka lalu menutup kepala John dengan kain hitam, lalu mengikatnya pada kursi di sebuah ruangan tertutup untuk diinterogasi.
Tiga orang masuk ke dalam ruangan itu termasuk Mona yang telah tiba sejak tadi kemudian membaca berkas John yang diserahkan oleh Mona pada mereka.
“Katakan siapa kamu dan apa tujuanmu menerobos ke dalam situs makam ini?” tanya seorang laki-laki mendekati John.
“Namaku John Araga, aku seorang arkeolog yang sedang meneliti tentang kristal darah.” sahut John dengan santai.
“Orang ini berkata yang sebenarnya. Mengapa dia begitu santai tanpa ketakutan?” pikir Mona.
“Aku rasa kalian adalah kelompok Penjaga Makam yang memiliki markas di sekitar situs ini kan” kata John sambil tersenyum
Ketiga orang yang melakukan interogasi ini terkejut “Darimana orang ini mengetahuinya? Apakah dia asal menebak saja?” pikir mereka
“Aku tidak bermaksud jahat, aku mengetahui tentang kalian. Apa kalian pikir kenapa kalian bisa menangkapku?” kata John yang membuat Mona terkejut.
“Dengan kekuatan kalian seperti ini, aku bisa dengan mudah merubuhkan kalian.” kata John dengan santai.
“Hahahaha... Kamu terlalu sombong. Nyatanya kamu berada disini dan terikat” kata salah seorang lelaki
“Aku tahu kalian tidak akan mempercayaiku. Aku bisa katakan kalian di ruangan ini bertiga, dua orang laki-laki dan satu perempuan. Ohya, Senang berjumpa denganmu disini Mona” katanya santai membuat ketiga orang itu terkejut termasuk Mona.
“Ba..Bagaimana kamu mengetahuinya” kata Mona gugup.
“Aku juga mengetahui ada dua penjaga di luar ruangan ini, lima di ruangan sebelah kiri, empat di ruangan depan, dua di ruang makam, dan enam orang lainnya berjaga di luar situs pemakaman” kata John dengan santai
“Apa? Bagaimana kamu mengetahui hal ini?” pikir laki-laki itu yang kemudian reflek mundur.
“Sekali lagi aku katakan, aku tidak berniat jahat. Jika aku mau, aku sudah merubuhkan kalian semua” lanjut John.
__ADS_1