ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 62 | Ekspedisi new world berakhir


__ADS_3

Karena sudah mendapatkan informasi dan memastikan keaslian permata yang berada di markas Penjaga Makam, maka John pun berpamitan hendak pergi kembali ke hotelnya.


Mona lalu mengantarkan John hingga tempatnya menginap.


“Sampai ketemu besok Mona” kata John sambil tersenyum yang membuat wajah Mona menjadi kemerahan.


“Baik tuan Araga” sahut Mona dengan sedikit gugup


Kemudian mobil Mona pun menghilang, dan John kembali ke dalam kamarnya.


Keesokan harinya John terbangun mendengar bel pintu kamarnya berbunyi. Lalu dia membukakan pintunya dan melihat Cindy dan Sara segera menyerbu masuk ke dalam kamar.


“Silahkan masuk” kata John yang masih berdiri di depan pintu masuk sambil menghela nafas melihat mereka berdua.


“Bagaimana semalam?” tanya Sara penasaran


“Semalam..” belum sempat John berbicara, bel berbunyi kembali


Teeettttt!


John kembali membukakan pintunya dan melihat Luciana dan Amelia berdiri di depan pintu. “Silahkan masuk” kata John


Luciana dan Amelia segera masuk dan terkejut mendapati Cindy dan Sara sudah terlebih dahulu di dalam kamar.


John tidak terlalu memperhatikan mereka lalu bergegas ke bar di dalam kamarnya lalu menyeduh kopi untuk dirinya sendiri kemudian duduk di sofa dengan santai.


“Lalu.. bagaimana semalam?” tanya Sara kembali


Keempat pasang mata wanita cantik di dalam kamarnya menatap penasaran ke arah John.


“Duduklah dulu, buatkan diri kalian kopi atau teh sambil berbicara santai. Kenapa harus buru-buru?” kata John acuh lalu menyesap kopinya.


Akhirnya keempat wanita itu pun mulai duduk dengan tertib bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari John.


“Apakah kamu jadi menyusup semalam John?” tanya Luciana.


“Iya. Dan aku telah bertemu dengan kelompok Penjaga Makam tersebut.” sahut John


Tiba-tiba bel kamar berbunyi kembali.


Teeettt!


“Luci, tolong bukakan pintu” kata John karena melihat Luciana yang terdekat dengan pintu kamarnya.


Begitu membuka pintu kamar John, Luciana kaget karena melihat Mona muncul di depan pintu kamar itu. Mona pun turut terkejut dan gugup.


“I..Ini benar kamar tuan Araga?” tanya Mona gugup karena melihat Luciana keluar dari dalam kamar John.

__ADS_1


“Masuklah Mona” sahut John mengetahui kedatangan Mona.


Mona pun masuk setelah dipersilahkan oleh John, lalu duduk bersama empat wanita lainnya.


“Mona, apa kamu juga penasaran tentang kejadian semalam?” tanya Amelia pada Mona


“Kejadian semalam apa?” tanya Mona sedikit bingung.


“Itu, John kemarin mengatakan akan menyusup pergi ke situs makam sendirian. Lalu malamnya aku tidak bisa menghubunginya dan kamarnya pun kosong tidak ada jawaban” kata Luciana


“Oh.. soal itu. Aku tidak tahu jika tuan Araga menyusup kesana” sahut Mona sambil menundukkan kepalanya.


Jawaban Mona membuat John menyadari bahwa dia tidak ingin identitasnya dan kelompoknya diceritakan oleh John.


“Iya. Semalam aku menyusup sendirian ke dalam situs makam tersebut. Setelah semalaman berkeliling, aku tidak menemukan artifak atau permata apapun di dalam makam itu. Tapi di dalam makam memang banyak nyamuk yang berani menggigitku” sindir John menggoda Mona


Wajah Mona merona merah malu oleh kata-kata John.


“Karena situsnya juga sedang ditutup oleh pemerintah, sebaiknya hari ini kita berkunjung ke situs lain aja. Bagaimana?” tanya Cindy


“Kalian pergilah bersama-sama dengan Mona, aku ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Nanti aku akan menyusul kalian” sahut John.


Setelah sepakat menentukan titik wisata yang akan dituju dan titik pertemuan mereka sekaligus untuk makan siang. Para wanita itu pun segera berlalu meninggalkan John sendirian di dalam kamar.


Tak berapa saat telepon John berbunyi, “Ken”


“Halo tuan Araga” sapa Ken dari seberang telepon


“Tuan, ada hal yang mencurigakan akhir-akhir ini di dalam tim ekspedisi sejak dari Peru.” kata Ken


“Hal apa yang mencurigakan itu?” tanya John.


“Sikap para peneliti di tim ekspedisi menjadi sedikit aneh belakangan ini. Seperti orang yang berbeda dengan sebelumnya” sahut Ken.


John berpikir sejenak lalu berkata “Kamu teruskan penyelidikan dan tetap waspada. Bagaimanapun tim ekspedisi ini adalah milik musuh kita. Kamu jangan lengah sedikitpun”


“Baik tuan. Dimengerti” sahut Ken lalu menutup teleponnya.


“Apakah yang terjadi di tim ekspedisi?” pikir John.


Kemudian John menerima telepon kembali, “Diego”


“Halo tuan Araga” kata telepon diseberang


“Ada apa Diego?” tanya John


“Tuan, kami menemukan informasi bahwa seorang bernama Akins telah terbunuh semalam. Dia dan beberapa anggota keluarganya  mati kehabisan darah, para wanita menghilang dari kediamannya begitu juga koleksi benda berharganya” sahut Diego.

__ADS_1


“Akins. Dia memiliki kristal darah di koleksinya. Apakah benda itu juga menghilang?” tanya John


“Benar tuan. Kami tidak menemukan koleksi apapun di dalam rumahnya” sahut Diego.


“Baik. Teruskan penyelidikan terutama kepada tim ekspedisi new world di Peru. Aku curiga hal ini berhubungan dengan tim ekspedisi tersebut.” kata John sambil menutup teleponnya.


“Keluarga Akins dibantai dan kehabisan darah. Apakah ini pekerjaan para vampire?” gumam John.


“Tim ekspedisi berubah sikap tidak seperti biasanya. Apakah mereka telah diubah menjadi vampire?” kata John dalam hatinya.


“Apabila mereka membantai keluarga Akins dan mendapatkan kristal darah, kemungkinan besar mereka akan datang ke Mesir ini” gumam John kembali.


John lalu mengirimkan pesan pada Ken untuk membuatnya berhati-hati kemungkinan para vampire telah berada disekeliling mereka.


“Aku harus memperingatkan Sara dan Cindy” pikir John sambil pergi menuju titik lokasi pertemuan mereka.


Di sebuah restoran yang menjadi tempat pertemuan mereka, John tampak laki-laki yang duduk sendirian ditemani oleh lima bidadari cantik yang mengelilinginya.


“Sara, Cindy, sebaiknya kalian menghentikan ekspedisi ini dan kembali ke Amerika” kata John


“Kenapa John?” tanya Cindy penasaran dengan kata-kata John.


Tiba-tiba telepon John berbunyi sebelum dia sempat menjawab pertanyaan Cindy.


“Halo Violet” sapa John


“Tuan Araga, aku ingin menghentikan ekspedisi ini dikarenakan sudah sekian lama kami tidak menemukan apapun hingga saat ini. Jika Sara dan Cindy bersamamu, tolong beritahukan mereka untuk kembali ke ekspedisi untuk menerima penjelasan” sahut Violet dari seberang telepon.


“Baiklah, pastikan Sara dan Cindy kembali ke Amerika dengan selamat” kata John


“Ok tuan, kalau begitu aku akan melanjutkan dulu pekerjaan penutupan ekspedisi ini.” sahut Violet kembali.


“Sara, Cindy, barusan Violet menelepon. Dia sudah menyerah untuk melakukan ekspedisi, jadi dia meminta kalian untuk kembali ke markas mereka dan menyeleaikan urusannya” sahut John


“Setelah menyelesaikan pekerjaan di ekspedisi, kalian bisa segera kembali ke Amerika” lanjut John


Cindy dan Sara termenung memikirkan keputusan tiba-tiba seperti ini. Memang mereka belum menemukan kemajuan dari beberapa ekspedisi di Rusia, Peru dan sekarang di Mesir. Tapi menghentikan penelitian di tengah jalan merupakan sesuatu yang aneh.


“Kemungkinan Violet bukan lagi orang yang memimpin ekspedisi ini” pikir John.


“Apakah ada kekuatan lain yang membuatnya harus meninggalkan ekspedisi ini?” lanjut John dalam hatinya


Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Sara dan Cindy segera bergegas menuju markas ekspedisi.


“Kalian pun harus segera kembali ke Brasil. Hubungi Diego untuk melindungi kalian disana. Aku akan mengunjungi kalian dalam waktu dekat nanti” kata John pada Luciana dan Amelia.


“Ada apa John?” tanya Amelia.

__ADS_1


“Vampire. Kemungkinan mereka kini akan melakukan serangan secara terang-terangan. Kalian harus berlatih menjadi kuat untuk menjaga diri kalian” kata John.


“Baiklah. Kami akan menunggumu di Brasil” sahut Luciana dan Amelia.


__ADS_2