
Kedua belah pihak saling bertempur dengan ganas dan tidak mengenal takut. Masing-masing pihak ada yang terbunuh, namun kekuatan pasukan Araga kali ini lebih kuat dari pasukan vampire Khaga.
“Sialan, sepertinya mereka telah menggunakan obat tertentu untuk membangkitkan kekuatan dan kecepatan mereka” gumam Drake dalam hatinya.
Melihat para jendral vampire dan pasukannya satu persatu dibunuh oleh pasukan Araga, mata Drake menjadi merah dan wajahnya gelap. Dia lalu menyerang dengan ganas ke arah salah satu jendral Araga.
Jendral itu tidak menyangka akan diserang oleh Drake yang menghindari kejaran Ken dan Jiro. Drake lalu menggunakan tangannya menembus tubuh jendral tersebut dan membunuhnya.
Lalu dia bergerak ke arah Selena yang dilihatnya tengah bertarung dengan seorang jendralnya. Dia bergerak cepat, namun Selena menyadari kedatangannya. Dia segera menangkis serangan Drake dan mundur ke belakang.
Jiro dan Ken yang sudah mendekat langsung menyerang ke arah Drake. Melihat hal ini Drake menjadi berang, dia menyerang balik ke arah Jiro yang dilihat lebih lemah dari anaknya Ken.
Namun serangan Drake dipatahkan oleh Selena yang kemudian membantunya
“Ayo Drake, aku lawanmu” kata Selena yang kemudian menyerang Drake dengan ganas
Mata Drake berkedut melihat Selena yang kini makin ganas menyerangnya. Dia merasa terdesak dan mundur ke belakang.
“Sialan, mereka semua lebih kuat saat ini” pikir Drake
“Apakah aku harus mati disini atau kabur?” gumamnya lagi dalam hatinya
Saat Drake memikirkan celah untuk melarikan diri, tak disangka Jiro dan Ken telah mengurungnya dan menyerang bersamaan.
Melawan seorang diantara mereka saja sudah sulit, apalagi menyerang mereka bertiga. Wajah Drake menjadi gelap melihat serangan ganas dari tiga orang itu. Dia tidak bisa menghindar untuk melarikan diri.
“Sial. Apakah hidupku berakhir saat ini?” gumam Drake sambil menghindari pedang dari Selena.
Namun saat dia menghindari pedang Selena, justru pedang dari Ken mengarah ke tempatnya menghindar. Drake tidak bisa menghindari serangan itu. Dadanya tertusuk oleh pedang Ken, namun beruntung jantungnya masih bisa selamat.
Dengan susah payah Drake menarik tubuhnya dari tusukan itu, namun Jiro tidak membiarkannya. Jiro lalu menutup jalur penarikan pedang dari Drake, membuatnya terpaksa menghindar ke arah depan dan menusuk dadanya sendiri kembali.
Kali ini Ken tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia lalu memutar pedangnya dan mengiris dada Drake ke arah jantungnya.
Mata Drake berkedut melihat dirinya terbelah oleh pedang Ken. Dia tidak menyangka hidupnya mati mengenaskan ditangan manusia.
Kematian Ken membuat para jendral dan vampire lainnya panik dan ketakutan. Mereka lalu berusaha melarikan diri dari medan pertempuran.
__ADS_1
“Dasar pengecut semuanya” teriak Jiro
“Jangan biarkan seorangpun lolos!” perintah Selena pada pasukan Araga yang segera mengepung para vampire itu agar tidak bisa melarikan diri.
Lalu para pasukan Araga membantai apra vampire itu satu persatu tanpa tersisa.
Pemandangan mengerikan tampak di areal tersebut, pasukan Araga beberapa kehilangan para pemimpin mereka. Namun pasukan Khaga mati seluruhnya. Hal ini membuat pasukan Araga bersuka cita atas kemenangan mereka.
“Kini tinggal menunggu pertarungan antar tuan Araga melawan Khaga” kata Selena pada Jiro dan Ken.
“Benar. Mereka tidak akan bisa saling membunuh. Setiap kematian mereka hanya akan membuat mereka hidup kembali dan semakin merasa kesakitan” sahut Jiro
“Itulah kutukan mereka. Abadi ternyata tidak selamanya menyenangkan” kata Selena kembali
Mereka pun melihat pertarungan Araga dan Khaga dari kejauhan karena tidak berani mendekati mereka.
Kekuatan pertarungan antara Khaga dan Araga semakin besar setelah sekian lama. Keadaan disekitar mereka hancur berantakan. Diantara mereka tidak bisa terbunuh. Setiap salah satu terbunuh yang satunya juga terluka parah.
Kemudian mereka bangkit kembali dan bertarung lagi secara terus menerus
“Khaga, apakah kamu sudah mengumpulkan kelima permata itu?” tanya John padanya.
“Terima kasih padamu aku hanya bisa mengumpulkan empat permata saja.” sahut Khaga kesal.
“Mengapa? Aku pikir ambisimu lebih besar dari cintamu. Apakah kamu tidak membunuh Violet?” tanya John kemudian
“Aku tahu maksudmu itu Araga. Aku tidak bisa membunuhnya” sahut Khaga.
“Hei, apakah kamu kini bisa mencintai seseorang?” kata John menyindirnya
“Kamu jangan memanasiku Araga” sahut Khaga tidak senang mendengarnya
“Hahaha... itulah yang kamu butuhkan saudaraku. Cinta” kata John kemudian
“Kamu tidak percaya pada cintaku padamu sebagai saudara yang tidak berniat membunuhmu. Maka aku berikan kamu cinta dari orang lain padamu” lanjut John
Mata Khaga berkedut mendengar kata-kata Araga. Dia tidak menyangka maksud Araga seperti itu.
__ADS_1
“Dunia ini penuh cinta saudaraku. Kamu hanya perlu menemukannya.” kata John kembali
“Aku melihat ambisimu saat ini telah dikalahkan oleh rasa cintamu terhadap Violet. Dan aku sangat senang mendengarnya” lanjut John
“Kamu jangan mengolok-olok ku Araga” sahut Khaga
“Tidak saudaraku. Aku telah merasakan cinta terlebih dahulu darimu” kata Araga.
“Selama ini kamu berpikir manusia itu telah rusak dan tidak pantas untuk menerima cintamu. Tapi Violet telah memberimu perasaan itu. Ini suatu kemajuan pada hatimu” kata John
“Kamu tahu aku sejak awal tidak pernah bermaksud untuk membunuhmu. Tahukah kamu kenapa? Sama seperti dirimu tidak bermaksud membunuh Violet.” lanjut John
“Semua itu karena Cinta. Aku sebagai saudara kembarmu sangat mencintaimu saudaraku Khaga. Maka itu aku tidak ingin membunuhmu” kata John kembali
Khaga tertegun dengan kata-kata Araga. Dia baru menyadari makna dari cinta dalam dirinya.
Dia yang tidak ingin kehilangan Violet dan membunuhnya, itu adalah karena cinta. Dia baru menyadari kenapa Araga selama ini tidak ingin membunuhnya.
Mata Khaga sedikit berkaca-kaca karena merenungkan kata-kata Araga. Dia melemparkan senjata nya ke tanah. Lalu hendak berbalik pergi.
“Saudaraku Khaga, hiduplah dengan damai bersama cintamu, Violet” kata John melihat saudaranya Khaga pergi meninggalkan pertempuran itu.
Kata-kata Araga membuat Khaga menyadari perasaan cintanya pada Violet. Ini jauh lebih dari memenangkan pertarungan dengan membunuh saudara kembarnya sendiri.
John tersenyum senang dengan perubahan hati saudara kembarnya Khaga. Dia pun segera berkumpul dengan pasukannya dan kembali ke markas mereka.
\=====
Dari tempat yang jauh di areal pertarungan itu, tampak dua bayangan dalam kegelapan melihat hasil dari pertarungan itu. Wajah salah satu dari mereka menyeringai dingin dan tersenyum.
“Hehehe... Sepertinya hasil ini lebih menarik dari yang diperkirakan sebelumnya” senyum orang itu sambil terkekeh.
“Tuan, apa yang akan kita lakukan berikutnya” tanya orang yang dibelakang orang itu.
“Kita akan menuangkan bensin ke dalam bara api dan mengipasinya” sahut orang itu kembali sambil pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh orang dibelakangnya.
TAMAT
__ADS_1