
Sementara itu Khaga yang bersama Violet masih berada di sebuah hotel di Kanada. “Kamu baik-baik saja Vi?” tanya Khaga padanya
“Aku baik-baik saja tuan” sahut Violet padanya.
“Kenapa aku merasa kamu kembali menjadi manusia?” kata Khaga kembali
“Apa yang terjadi?” lanjutnya
Violet pun menceritakan tentang dirinya kembali menjadi manusia karena bantuan John Araga yang memberikan batu permata dan meletakkan di jantungnya.
Khaga terkejut, dia tidak menyangka saudaranya akan memberikan begitu saja batu permatanya demi membantu Violet.
“Lalu, jika batu permatamu dilepas, berarti kamu akan mati?” tanya Khaga.
“Benar tuan. Karena saat ini aku sudah menjadi manusia kembali yang tentu akan mati jika jantungku pecah akibat batu tersebut diambil” sahutnya pilu
“Hahaha.. Jadi begitu, aku mengerti maksudmu Araga” Khaga tertawa.
“Tuan, aku rela berkorban demi dirimu. Lakukanlah” kata Violet kemudian.
“Apa maksudmu Vi? Apa kamu pikir aku akan membunuhmu?” kata Khaga kembali
“Itu tidak akan pernah terjadi, aku akan menemukan caranya untuk mengambil batu tersebut tanpa harus membunuhmu. Percayalah padaku. Aku tidak akan kalah oleh Araga” kata Khaga
“Kamu benar-benar pintar Araga” pikir Khaga tersenyum
“Vi, aku akan mengajakmu ke China. Kita akan berkumpul dengan Drake disana. Persiapan sudah di lakukan. Dengan atau tanpa senjata, kita akan segera menyerang” lanjut Khaga.
“Baiklah tuan” sahut Violet lalu mengikuti Khaga
Di Amerika, Jiro dengan tergesa-gesa datang menghampiri hotel tempat John menginap.
“Tuan, ini penting.” katanya sambil berlari mendekati John
“Ada apa Jiro?” tanya John kemudian
“Khaga telah memerintahkan para jendral vampire mereka berkumpul di China. Apa yang harus kita lakukan?” tanya Jiro
“China? Sepertinya mereka akan segera melakukan serangan” sahut John dengan nada bersedih.
__ADS_1
“Baiklah, kumpulkan para pimpinan, kita juga akan berangkat ke China. Pertarungan para jendral akan kita lakukan di China, sementara di negara lain habisi sarang mereka setelah kita memberikan aba-aba” kata John selanjutnya
Setelah memberitahukan hal itu pada Sara dan Cindy, John berharap mereka tetap berada di Amerika dan menjaga diri mereka bersama pasukannya.
Sementara Jiro sudah memerintahkan para pimpinan mereka untuk bergabung di China melakukan serangan besar pada para jendral vampire disana.
“Ini tidak akan mudah” pikir John
China, sebuah tempat terpencil di puncak sebuah gunung, terdapat kuil kuno yang tidak ramai oleh pengunjung.
Di dalam kuil tampak seorang tua tengah duduk di depan seorang wanita. Xiao Min nama wanita tersebut sedang bertemu dengan Gurunya, Shu Wan yang telah lama mengamati ramalan akan terjadinya pertumpahan darah.
“Xiao Min, tak lama lagi dunia akan digenangi oleh darah. Sudah saatnya kamu turun untuk membantu memberantas mereka yang ingin merusak dunia manusia” kata gurunya.
“Ini pusaka warisan dari para leluhur kita yang disembunyikan disini” kata Shu Wan memberikan sebuah pisau dari bahan tulang manusia kepada Xiao Min.
“Guru, apakah benar ada mahluk abadi yang akan menghancurkan manusia?” tanya Xiao Min masih belum mempercayai ramalan itu.
“Benar, percayalah. Seorang leluhur kita di jaman sekitar 3 ribuan tahun yang lalu pernah bertempur dan mengalahkan seorang penguasa yang lalim dan abadi. Kemudian dia memisahkan pisau ini dengan permata di dalamnya, dan memberikan pisau ini pada leluhur kita untuk menjaganya” lanjut Shu Wan
“Batu permatanya disebarkan melalui langit ke seluruh dunia tanpa ada yang tahu dimana lokasinya jatuh.”
“Temukan permata tersebut! lalu satukan dengan pisau ini. Maka kamu akan bisa membunuh mahluk abadi tersebut untuk mendamaikan dunia”
“Guru, bagaimana kita mengetahui lokasi permata itu?” tanya Xiao Min kembali
“Pisau ini akan bergetar dan mendengung saat ada permata di dekatnya. Jadi kamu bawalah selalu permata itu” kata guru Shu Wan.
“Baiklah Guru” sahut Xiao Min.
“Kamu sudah cukup kuat, pergilah bersama lima orang temanmu yang sudah bersiap dan menyamar di tengah kota”
“Ini nama, lokasi dan kode mereka” kata gurunya sambil menyerahkan kertas berisi tulisan nama dan kode sandi nama penyamaran mereka.
“Baiklah Guru, aku akan segera berangkat” sahut Xiao Min kembali
“Berhati-hatilah” kata Shu wan.
Xiao Min segera menuruni gunung yang telah membesarkan dan melatihnya selama ini. Walaupun merasa enggan, namun dia tidak berani membantah perintah gurunya.
__ADS_1
Lalu dia segera mengumpulkan teman-temannya yang diberikan nama dan lokasi mereka oleh gurunya. Akhirnya dia bisa mengumpulkan merela di sebuah tempat di wilayah kota Beijing.
“Nona Xiao, apa pesan dari guru Shu pada kita?” tanya seorang bernama Jing Wen padanya
“Guru mengatakan kita harus bersiap atas kemungkinan akan terjadinya pertumpahan darah yang melibatkan mahluk abadi di dunia ini” sahutnya
“Oh, apakah sudah akan dimulai” sahut orang yang bernama Wu Zen.
“Apakah, kakak-kakak percaya bahwa ada orang yang abadi di dunia ini?” tanya Xiao Min
“Kami percaya hal itu. Kami pernah bertemu dengannya suatu waktu dan membuntutinya lalu dia menghilang” sahut Bao Hao
“Kakak, jangan menggodaku. Aku sama sekali tidak percaya ada mahluk abadi yang bahkan bisa disebut dewa seperti itu” kata Xiao Min.
“Yah, mau gimana lagi. Kita hidup di jaman sekarang memang berbeda dengan jaman dulu yang sering bisa berkomunikasi dengan para Dewa” sahut Shi Jiang.
“Saudara Bao, dimana saat itu bertemu dengan mahluk abadi katamu itu? Apakah dalam mimpi atau film?” tanya Wen Cun pada Bao Hao.
“Aku lupa saat itu. Mungkin kalian tidak percaya, tetapi aku sangat percaya ada mahluk yang benar-benar abadi” katanya
“Baiklah kakak, apa rencana kita sekarang.” tanya Xiao Min
“Guru pernah berpesan padaku, kita harus lebih banyak keluar disaat malam hari untuk berjaga-jaga” kata Jing Wen
“Menurut Guru, ada sekelompok mahluk yang abadi sangat sulit untuk dibunuh. Mereka sangat menyukai darah dan meminumnya” sahut Jing Wen kembali
“Iblis. Jelas mereka bukan manusia, tetapi iblis” kata Shi Jiang.
“Baiklah, mari kita berpencar. Kita kembali lagi dalam seminggu di tempat ini untuk melaporkan hasil masing-masing.” kata Wu Zen selanjutnya
“Baiklah, aku akan mengikuti rencana kakak” sahut Xiao Min
Mereka pun berpencar dan sepakat untuk kembali ke tempat itu untuk melaporkan penemuan masing-masing.
Tak lama setelah pertemuan mereka, sebuah pesawat penumpang dari Kanada turun di bandara. Tampak Khaga turun dari pesawat tersebut dengan Violet menuju ke sebuah mobil yang menjemput mereka.
“Selamat datang tuan” kata seseorang menyambut kedatangan Khaga di China.
Khaga kemudian naik ke dalam mobil bersama Violet lalu meluncur menuju tempat lokasi pertemuan para jendral vampire.
__ADS_1