
Setelah Cindy, Sara dan Ken pergi, John dan Mona lalu menelusuri makam dan membersihkan sisa-sisa vampire yang ada. Lalu menemukan beberapa kristal darah yang belum mereka ambil.
“John, apakah setelah ini kamu akan pergi?” tanya Mona sedih
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan Mona, aku berharap kamu mau bergabung dengan kelompokku untuk melawan vampire. Apakah kamu bersedia?” tanya John
“Aku bersedia” sahut Mona dengan mantap
“Kalau begitu, aku akan mengirimmu untuk berlatih ke Turki bersama Selena dan Sasha.” kata John
“Aku berharap kamu bisa menjadi kuat setelah berlatih disana dan bertempur bersamaku melawan vampire jika tiba waktunya” sahut John kembali
“Baiklah.” kata Mona
Kemudian John melakukan pengaturan untuk Mona dan juga mendengar bahwa Ken, Cindy dan Sara sudah berangkat menuju Amerika.
Tak jauh dari situs pemakaman, Drake yang kabur sambil membawa Violet berhenti untuk memeriksa luka-luka Violet.
“Sialan, lukanya terlalu serius dan dia kehabisan banyak darah” pikir Drake
“Apa yang harus aku lakukan? Tuan Khaga pasti akan membunuhku jika mengetahui Violet mati dan aku tidak bisa menjaganya” gumamnya ketakutan.
Melihat darah Violet, membangkitkan nafsu makan Drake, namun dia berusaha mengendalikan dirinya.
“Sebaiknya aku menghidupkannya, aku menerima apapun konsekuensinya nanti. Tapi aku yakin tidak sampai kehilangan nyawaku. Tugasku juga adalah menjaga Violet tetap hidup” pikirnya
Lalu Drake menyuntikan darahnya pada Violet untuk menghidupkannya kembali dan menjadi vampire. Ini lebih baik daripada menghadapi kemurkaan Khaga, karena Violet adalah wanita kesayangan Khaga.
Tak lama berselang, Violet pun terbangun. Dia merasa tubuhnya lebih baik dan luka-lukanya berangsur-angsur sembuh.
“Sialan, apa yang kamu lakukan padaku?” teriak Violet pada Drake marah.
“Tenangkan dirimu Violet, aku hanya tidak mau membiarkanmu mati” kata Drake.
“Aku lebih baik mati daripada menjadi mahluk sepertimu” sahut Violet dengan kesal
“Jika kamu mati, tuan Khaga akan membunuhku. Aku tidak ingin berakhir seperti itu” sahut Drake.
Violet berusaha menenangkan dirinya, apa yang katakan oleh Drake memang benar, Khaga kemungkinan akan membunuhnya jika dirinya mati.
“Mari kita bertemu dengan tuan Khaga. Aku harus melaporkan sesuatu padanya” kata Violet selanjutnya.
Mereka pun berangkat menuju Rumania untuk bertemu dengan Khaga.
__ADS_1
Transylvania, kediaman Khaga, Drake dan Violet telah datang dan menemui Khaga di ruang utamanya.
“Ada berita apa membawa kalian berdua datang kemari?” tanya Khaga.
“Tuan, aku telah menemukan lokasi kelima batu permata” kata Violet.
“Benarkah? Tunjukkan padaku” sahut Khaga
“Ini tiga batu permata yang berwarna biru, merah dan merah kehitaman” kata Violet.
“Lalu dua lagi dimana?” tanya Khaga tidak sabaran.
“Satu batu dibawa oleh Araga. Satu lagi dibawa oleh wanitanya Araga yang bernama Sara” sahut Violet.
“Hahaha.. jadi seperti itu. Tidak disangka kita bisa menemukan kelima permata itu. Baiklah aku akan menyimpan ketiga nya ini. Kamu rebut batu permata dari tangan Sara. Untuk yang ditangan Araga, aku sendiri nanti yang akan merebutnya saat terakhir bertemu dengannya” kata Khaga.
“Baik tuan. Aku akan segera melaksanakan perintah berangkat ke Amerika merebut permata di tangan Sara” sahut Violet.
“Ok. Laksanakan secepatnya sebelum dia memporakporandakan semua sarang Drake” kata Khaga selanjutnya.
“Omong-omong, apa yang terjadi denganmu Violet? Mengapa kamu bisa berubah menjadi vampire?” tanya Khaga
“Apa yang telah kamu lakukan Drake?” bentak Khaga pada Drake yang membuatnya menggigil ketakutan.
“Maafkan aku tuan” sahut Drake.
“Ah, Aku tahu kamu tidak suka menjadi vampire. Tapi aku juga tidak ingin kehilangan dirimu. Kali ini aku memaafkanmu Drake. Lain kali jika kamu tidak bisa menjaga Violet, kamu membayarnya dengan nyawamu” kata Khaga dengan tatapan marah pada Drake.
“Siap tuan” sahut Drake dengan gemetaran.
“Kamu bisa pergi Drake, ada yang ingin aku bicarakan dengan Violet” kata Khaga.
“Baik tuan” sahut Drake kembali lalu pergi meninggalkan ruang utama.
Khaga lalu berjalan mendekati Violet dan mengelus wajahnya yang cantik.
“Aku kangen padamu Vi. Meskipun Drake bersalah, aku lebih iklas kehilangan dia daripada kehilangan dirimu” kata Khaga.
“Aku tahu tuan” sahut Violet
“Mari kita berbicara di kamar untuk mendiskusikan siasat merebut dua permata lainnya” kata Khaga.
Lalu mereka berdua menuju kamar tidur Khaga untuk mengatur siasat merebut permata dari tangan Sara dan John.
__ADS_1
Mona yang telah berangkat ke Turki dijemput oleh Selena dan Sasha, lalu menuju kediaman mereka untuk berlatih.
Sementara John masih berada di Mesir menumpas sisa-sisa vampire yang masih ada dan merebut kristal darah dari mereka.
Setelah beberapa hari, John kembali ke Amerika sambil membawa kristal darah untuk penelitiannya.
“Kristal darah ini memiliki aura yang tidak biasa. Mungkin aku bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatanku serta pasukanku” pikir John
Di Amerika, Sara dan Cindy telah memulai kembali aktifitas mereka di universitas. Sara lalu berhasil menyelesaikan tugas akhirnya dan akan segera lulus dari universitas.
“Selamat Sara atas kelulusanmu” kata Cindy
“Terima kasih kakak. Tanpa bantuanmu, aku mungkin tidak bisa menyelesaikannya” sahut Sara.
“Lalu apa rencanamu selanjutnya” tanya Cindy
“Aku telah lama meninggalkan keluargaku dan statusku sebagai kepala keluarga Newman. Aku akan kembali untuk mengelola perusahaan kakekku dan menikah” kata Sara dengan wajah memerah tersipu
“Menikah? Apakah kamu sudah mempunyai calon?” tanya Cindy kaget
“Tentu saja. Aku sudah berjanji pada kakekku untuk menjadi istrinya” sahut Sara sambil tersenyum.
“Dia.. Apakah kamu akan menikah dengan John?” tanya Cindy gugup
“Tentu saja. Siapa lagi. Aku juga menyukainya” kata Sara mantap
Mata Cindy berkedut mendengar kata-kata Sara, dia tidak tahu hendak mengucapkan apa.
“Apakah John telah setuju menikahimu?” tanya Cindy kembali
“Dia pastinya akan setuju, karena aku dengar kakek juga memintanya untuk menyanggupi permintaannya sebelum meninggal untuk menjagaku” sahut Sara.
“Ah, akankah aku merelakan John untuk menikah dengan Sara?” pikir Cindy dengan cemas.
Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan jika kehilangan John. Cindy juga sangat mencintai John, penyelamat yang ditunggunya hingga kini belum menikah.
“Kakak, apakah John penyelamat kakak yang membuat hingga kini kakak belum menikah?” tanya Sara tiba-tiba
“Iya. Dialah penyelamatku saat dua belas tahun yang lalu” sahut Cindy pelan menundukkan wajahnya.
“Berarti kakak juga mencintainya kan. Bagaimana kalau kakak juga menikah dengannya?” tanya Sara
“Apa kamu gila?” sahut Cindy.
__ADS_1
“Tidak kak. Aku hanya merasa tidak adil bagi kita salah satu kehilangan John. Aku tidak mau kehilangan dia. Dan aku yakin kakak juga tidak mau kehilangan dia” sahut Sara.
“Jadi mengapa kita tidak menikahinya berdua” kata Sara kembali