
Guerra lalu tersenyum melihat Daniel dan Pablo yang sudah ikut meminum anggur yang telah disediakan oleh pelayan.
“Katakan bagaimana caranya agar bisa kuat sepertimu?” tanya Daniel tanpa basa basi.
“Apakah kamu menggunakan semacam obat tertentu?” tanya Pablo menimpalinya
“Tenanglah, aku akan mengatakannya sebentar lagi. Mungkin sudah takdir mempertemukan kalian berdua denganku hari ini, jadi untuk itu mari kita bersulang kembali atas pertemuan ini” kata Guerra sambil mengangkat gelas anggur dan menyesapnya.
Daniel dan Pablo pun mengikutinya tanpa merasa curiga dengan Guerra. Namun setelah beberapa saat, mereka merasakan pandangan mereka mulai kabur.
“Apa ini. Apakah kamu meracuni kami?” teriak Daniel membanting gelasnya lalu berdiri.
Pablo juga berusaha untuk berdiri namun tak lama mereka berdua lalu ambruk jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.
Setelah beberapa jam tidak sadarkan diri, akhirnya Daniel dan Pablo mulai membuka matanya, kepala mereka mulai terasa berat pusing. Merasa melihat dunia terbalik di hadapan mereka.
“Hahaha.. akhirnya kalian sadar juga” kata Guerra yang sedang duduk di kursinya.
Pandangan Daniel sudah mulai jelas, dia terkejut melihat Guerra duduk dalam posisi terbalik “Apa yang terjadi?” pikirnya. Lalu dia melihat Pablo disebelahnya terikat dalam posisi menggantung kepala di bawah, lalu melihat dirinya juga dalam posisi yang sama.
“Jahanam, apa yang kamu lakukan pada kami?” tanya Daniel geram sambil berusaha berontak untuk melepaskan diri.
Kepalanya tambah pusing entah kenapa, lalu dia melihat darah menetes dari lehernya ke dalam sebuah ember di bawah kepalanya.
“Apaaa! Apa yang kamu lakukan? Lepaskan kami?” teriak Daniel mulai panik.
“Tenanglah, semakin kamu berontak, semakin deras darahmu mengalir. Aku hanya sedang menguras darah dari dalam tubuh kalian terlebih dahulu” sahut Guerra dengan tenang sambil meminum gelas berisi darah di tangannya.
“Hmm, Darah kalian memang sangat manis” lanjutnya
“Dasar bajingan. Kamu berani membunuh kami!” teriak Pablo yang sudah sadar akan situasinya.
Tubuh Daniel dan Pablo sudah mulai memucat akibat kehabisan darah yang menetes dari lubang gigitan di leher mereka, kepala mereka terasa berat dan pusing akibat posisi terbalik.
“Baiklah, aku berikan kalian dua pilihan. Pertama, kalian bisa mati disini malam ini dengan kekurangan darah. Kedua, kalian bisa menjadi pengikutku dan menerima anugrah kekuatan yang akan aku berikan pada kalian.” kata Guerra selanjutnya.
__ADS_1
“Aku memberikan kalian waktu untuk memikirkannya selama tiga menit” sahutnya kembali.
Daniel berpikir keras dengan sisa kesadarannya, untuk mengingat kejadian sebelumnya dan memeriksa latar belakang Guerra berdasarkan informasi yang pernah dia terima.
“Vampire! Kalian ini vampire kan?” teriak Daniel yang sudah menyadari latar belakang Guerra yang membuat Pablo tersentak dan menggigil ketakutan.
“Oh tuhan, apakah aku harus mati hari ini?” pikir Pablo dengan wajah sedih.
“Tidak. Aku tidak boleh mati. Aku akan menjadi pengikutmu” teriak Pablo.
Daniel kaget mendengar jawaban Pablo, namun hatinya melawan keinginan tersebut. Lebih baik mati daripada menjadi mahluk peminum darah seumur hidup pikirnya.
“Aku akan jadi pengikutmu dan menjadi kuat. Aku akan membalas dendam hari ini berkali-kali lipat pada orang itu” teriak Pablo kembali.
Kata-kata Pablo menyadarkan Daniel, bayangan dirinya dipermalukan oleh John muncul kembali, dendamnya semakin membara “Baik, aku juga bersedia menjadi pengikutmu” katanya.
“Hahahaha... Bagus! Kalian memilih pilihan yang bijak” sahut Guerra
“Lepaskan mereka!” kata Guerra kepada pelayannya.
Guerra lalu berjalan mendekati mereka kemudian mengangkat kepala Daniel.
“Gigitlah tanganku, hisap darahnya” ujar Guerra kepada Daniel.
Daniel tidak tahu kenapa, mendengar perintah itu langsung menggigit dan menghisap darah dari lengan Guerra.
“Aargh, cukup!” kata Guerra sambil menampar Daniel yang kemudian terpental untuk menghentikan gigitannya.
Selanjutnya dia memberikan lengannya kembali pada Pablo untuk dihisap darahnya, lalu menghentikan setelah dirasakan cukup.
Daniel dan Pablo yang masih lemas, merasakan tubuhnya mulai seperti terbakar, mereka pun terguling-guling di lantai mengerang kesakitan, kemudian tidak sadarkan diri.
Tak selang sekitar satu jam mereka berdua pun mulai sadar, rasa haus mulai terasa di tenggorokan mereka, kemudian mereka berusaha untuk bangun mencari sesuatu yang bisa diminum.
Pelayan telah menyediakan dua buah gelas berisikan darah di atas meja di depannya.
__ADS_1
“Kalian pasti merasa kehausan, silahkan minum darah yang ada di meja itu” kata Guerra yang langsung membuat kedua orang itu bergegas mengambilnya lalu meneguk darah dalam gelas itu sampai habis.
Pemandangan menjijikan melihat kedua orang itu masih menjilati sisa-sisa darah di dalam gelas tersebut.
“Sudahlah, jika kalian masih kurang. Aku punya stok makanan di ruangan sebelah, silahkan dinikmati” kata Guerra menunjuk ke ruang sebelahnya.
Disebelah tampak terikat dua orang wanita yang telah disediakan oleh Guerra untuk dinikmati darahnya. Segera Daniel dan Pablo bergegas masuk lalu menggigit dan menghisap darah kedua wanita itu hingga tewas.
Kepuasan terlihat di kedua wajah mereka, lalu mereka berbalik menuju tempat Guerra yang sedang duduk dengan santai di ruangannya.
“Selamat datang anak-anakku, terimalah kehidupan kalian yang kedua ini. Hahahaha...” kata Guerra sambil tertawa.
“Silahkan duduk, aku akan menjelaskan sesuatu” lanjutnya
Daniel dan Pablo dengan patuh lalu duduk di depan Guerra.
“Kita adalah disebut vampire oleh manusia, kita hidup di dunia malam. Jangan pernah keluar di siang hari, karena itu akan menyakiti dan membakar tubuhmu sehingga kamu musnah perlahan oleh api tersebut”
“Selain itu, kalian bisa menyembuhkan diri dari luka-luka ditubuh dan tidak bisa mati oleh luka itu, kecuali jantung kalian ditusuk hingga pecah, karena jantung ini sumber kekuatan kita” lanjutnya
“Jadi kalian harus menjaga jantung kalian dengan baik. Satu lagi, kalian akan kehausan darah setiap tiga bulan sekali sejak kalian makan terakhir. Jadi untuk sementara ini manfaatkan kesempatan ini, jangan serakah membunuh manusia” kata Guerra selanjutnya
“Kenapa? Bukankah kita kuat dan tidak terkalahkan kecuali jantung kita ditusuk hingga pecah?” tanya Pablo
“Ada banyak orang yang telah mengetahui kelemahan kita, kalian bisa ditangkap dan dibunuh oleh mereka. Jadi sebaiknya tetap hati-hati jangan terlalu banyak membunuh orang” kata Guerra
“Baik. Kami mengerti” kata Daniel
“Lalu apakah kami sudah lebih kuat sekarang?” tanya Pablo.
Guerra pun tersenyum, “Kalian bisa mencobanya. Di ruangan sebelah ada tempat untuk berlatih, kamu bisa berlari, melompat dan memukul lantai atau dinding disana. Silahkan lihat sendiri hasilnya”
“Siap!” sahut Daniel dan Pablo hampir bersamaan. Lalu mereka dengan bersemangat berlari secepat kilat ke ruangan sebelah, lalu melakukan persis seperti kata Guerra dan melatih serangan mereka.
Daniel merasa kekuatan di dalam tubuhnya meledak-ledak, kecepatannya bertambah berkali-kali lipat. Dia bisa menghancurkan dinding di ruangan itu. Pablo juga mengalami hal yang sama. Kemudian mereka pun berdua tersenyum dan tertawa
__ADS_1
“Hahaha.. tunggu pembalasan kami John. Kami akan menagih hutang ini berkali-kali lipat padamu” teriak Daniel