ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 26 | Sasha Romanov


__ADS_3

Sesaat John memandang ke arah wanita itu, dari sikapnya yang keras dan sedikit kasar, sebenarnya wanita ini memiliki wajah yang cantik dengan bibirnya yang tipis dan rambut yang berwarna kuning keemasan.


“Kenapa kamu memandangku seperti itu” kata wanita itu memelototi John yang membuatnya tersadar.


“Ah tidak, aku hanya memikirkan kenapa makanannya belum datang juga” seringai John sambil mengusap kepalanya.


“Namaku Sasha. Sasha Romanov” kata wanita itu kemudian dengan lembut.


“Senang berkenalan denganmu Sasha. Dari namamu sepertinya kamu berasal dari Rusia ya?” sahut John


“Iya” jawab Sasha singkat.


“Kalau boleh tahu, kemarin kamu mengatakan bahwa lelaki yang kamu tangkap itu buruanmu. Apakah kamu seorang agen dari Rusia?” tanya John


“Kalau aku memberitahumu, berarti aku harus membunuhmu setelah itu” sahut Sasha ketus kembali dengan pandangan yang tajam.


Jika hanya dengan pandangan saja bisa membunuhku, mungkin aku sudah terbunuh berkali-kali. Tentu saja setelah itu aku akan bangkit lagi pikir John sambil tersenyum sendiri.


“Kenapa kamu tersenyum sendiri” tanya Sasha curiga


“Ah tidak, aku hanya merasa sedang diinterograsi oleh petugas” jawab John


“Memang. Mengapa kamu mencari Dakota?” tanya Sasha.


“Bukankah aku sudah pernah menjawab pertanyaan ini” sahut John.


“Iya. Namun jawabanmu belum memuaskan. Jadi aku bertanya lagi. Siapa kamu dan mengapa mencari Dakota” tanya Sasha kembali.


“Aku seorang arkeolog. Aku mencari Dakota... “


“Kenapa seorang arkeolog mencari seorang agen seperti Dakota” potong Sasha sebelum John menyelesaikan kalimatnya.


Ah, aku salah memperkenalkan diri. Jika mengatakan yang lain tentunya dia tidak akan percaya padaku, pikir John.


“Aku menemukan catatan sejarah tentang Sekte Panjang Umur, dalam penelusuranku aku menemukan informasi bahwa Dakota ini ada hubungannya dengan sekte tersebut. Tapi aku baru tahu bahwa dia adalah seorang agen sejak penembakan di Turki” sahut John dengan jujur apa yang dia ketahui.


Sasha mengerutkan keningnya mengamati wajah John, seakan-akan menilai kebenaran dari kata-katanya.


“Baiklah, aku percaya padamu” lanjut Sasha yang membuat hati John merasa lega.


“Dakota memang seorang agen yang merekrut tentara bayaran dan melakukan beberapa kasus di negara kami. Mengenai Sekte Panjang Umur, kami juga belum menemukan hubungan dengannya. Dia tidak mau mengakuinya” lanjut Sasha.

__ADS_1


“Bolehkah aku menemuinya untuk bertanya?” tanya John kemudian


Sasha mengerutkan keningnya kembali, lalu bertanya “Apakah kamu bisa aku percayai?”


Sebenarnya, sejak menginterograsi Nikolai setelah dia bertemu dengan John, Sasha sudah menyelidiki latar belakang John. Namun dia menemukan beberapa kejanggalan dari informasi yang dia dapatkan, terutama waktu kejadian dan penampilan John.


Sasha bukan orang yang bodoh, dia menarik hubungan dari Nikolai, yang akhirnya menemukan Selena. Kemudian Sasha mengembangkan penyelidikan terhadap Selena, yang menemukan dirinya dipungut oleh seseorang bernama Araga. Bagi seorang agen mata-mata, akan mudah mencari informasi dari orang-orang sekitar targetnya untuk menemukan sang target.


“Apa hubunganmu dengan Selena” tanya Sasha kembali.


John terkejut dengan pertanyaan Sasha, dia merasa dirinya telah diselidiki oleh Sasha.


“Selena adalah seorang kerabat dari keluargaku, aku memanggilnya bibi” sahut John setengah berbohong.


“Baiklah. Saat ini aku percaya padamu. Aku akan mencoba untuk mengatur pertemuanmu dengan Dakota” kata Sasha kembali.


“Terima kasih, semoga aku bisa membantu penyelidikan” lanjut John sambil bersiap untuk bersantap makanan yang sudah dihidangkan.


Lalu merekapun mulai makan, perbincangan ringan sebatas hal-hal tentang kota Belarus dan Rusia.


“Kalau begitu, jika kamu tidak ada kesibukan, maukah kamu menemaniku besok jalan-jalan di Belarus” tanya Sasha.


“Baiklah, aku akan menemanimu” sahut John


Keesokan harinya mereka pun sepakat untuk bertemu di sebuah restoran dekat hotel tempat Sasha menginap. Lalu merekapun berkeliling kota Minsk.


“Aku belum pernah kesini. Minggu depan aku akan ke Rusia. Aku harap bisa bertemu denganmu disana” kata John


“Apa yang akan kamu lakukan di Rusia” tanya Sasha selanjutnya


“Aku meneruskan penelitian tentang Sekte Panjang Umur ini, mungkin aku akan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Rusia untuk mencari petunjuk” sahut John.


“Baiklah, kalau begitu. Sore ini ikuti aku menemui Dakota” kata Sasha selanjutnya.


“Terima kasih” sahut John dengan senyumannya.


Lalu mereka pun kembali berjalan menikmati keindahan kota Minsk.


Sore harinya Sasha mengajak John ke sebuah rumah yang agak terpencil di sebelah Timur Laut Belarus dekat perbatasan dengan Rusia. Sasha lalu menyapa petugas yang menjaga di depan rumah tersebut, kemudian dia memanggil John dan mengajaknya masuk ke dalam rumah itu.


Di dalam rumah, tampak tidak ada siapapun disana, Sasha lalu mengajak John turun ke basement yang ada di dalam rumah itu. Di dalam basement tampak ada dua orang petugas sedang menginterograsi Dakota lagi.

__ADS_1


Melihat Sasha dan John masuk, mereka menghentikan pekerjaan mereka.


“Alex, biarkan kami yang melanjutkan” kata Sasha selanjutnya. Lalu mereka berdua keluar dari ruang interograsi tersebut.


Sasha mengambil catatan hasil interograsinya, lalu menghela nafasnya.


“Sergei, bekerjasamalah dengan kami. Katakan sebenarnya pada kami apa yang kamu ketahui” lanjut lelaki Sergei yang berjulukan Dakota itu.


Sergei yang kepalanya terkulai lemas, mengangkat kepalanya melihat ke arah Sasha. Wajahnya yang berdarah tidak melihat jelas sosok Sasha, namun dia mengenali suaranya.


“Cuh, aku tidak perlu mengatakan apa-apa. Kalian sebentar lagi akan mati, mereka tidak akan membiarkan aku ditangkap.” lanjut nya.


Sasha menghela nafas lagi, “Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu” katanya sambil mempersilahkan John untuk maju.


John melangkah perlahan mendekati Sergei untuk melihat wajahnya dengan jelas. Lalu dia mengusap wajah Sergei dengan tisu yang ada dimeja untuk membersihkan darah-darahnya.


Setelah wajahnya dibersihkan dari darah, Sergei secara perlahan melihat wajah John dari samar-samar menjadi jelas. Dia pun terkejut “Ka..Kamu”


Ekspresi Sergei juga menjadi perhatian Sasha, dia sama terkejutnya dengan Sergei tidak menyangka jika Sergei mengenalnya, secara reflek dia mundur sambil mengangkat senjatanya ke arah John walau dengan hati yang ragu.


“Apakah kamu mengenalku?” tanya John selanjutnya.


Sergei tampak gemetaran, dia diam tidak berani menjawab. Matanya penuh ketakutan melihat John seperti melihat malaikat kematian.


Sasha pun menggigil melihat tatapan ketakutan dari Sergei, dia bingung harus melakukan apa, tangannya masih mengacungkan senjatanya ke arah John.


John memahami situasi ini, Sasha tentunya terkejut karena Sergei mengenalinya. Apakah dia kawan atau lawan mereka. Tapi John tidak mempedulikan tindakan Sasha, dia hanya fokus bertanya pada Sergei sambil membaca pikirannya.


“Mengapa kamu tidak menembakku saat itu. Siapa yang memberikan perintah padamu?” tanya John


“Di..Dia, yang memberiku perintah mengenalmu. Aku hanya menjalankan perintah. Dia melarangku membunuhmu karena itu sia-sia. Lalu menyuruhku membunuh Vladimir” sahut Sergei dengan jujur.


Sasha yang mendengar percakapan mereka mulai menarik kesimpulan bahwa John pasti memiliki hubungan dengan organisasi mereka.


“Siapa dia?” tanya John selanjutnya.


“A..Aku tidak boleh menyebut namanya. Itu sama saja dengan aku mati” sahut Sergei.


“Tahukah kamu, dengan tidak menyebutkan namanya pun kamu akan mati” kata John selanjutnya dengan mata yang mengerikan menatap Sergei, membuatnya menggigil ketakutan.


“Jangan..” sahut Sergei selanjutnya.

__ADS_1


“Aku akan mengatakannya, tapi dengan satu syarat. Lindungi aku” lanjutnya.


__ADS_2