
“Ini beberapa file untuk tuan pelajari” lanjut Violet sambil menyerahkan amplop coklat tertutup kepada John yang kemudian dia langsung membukanya.
Di dalam amplop, John melihat beberapa foto yang berisikan detail penelitian. Mata John tertuju pada beberapa foto sebuah buku.
Tampak beberapa tulisan kuno pada buku tersebut yang membuat mata John tertarik untuk membacanya. Generasi sekarang tentu kesulitan membaca tulisan kuno itu, namun John pernah hidup pada jaman aksara tersebut, tentu tidak sulit untuknya membaca tulisan pada buku itu.
Saat semua permata terkumpul, maka keabadian akan diperoleh
Permata sempurna di dalam tulang manusia pertama
Kesempurnaan itu memusnahkan keabadian
Tiga baris tersebut menarik pemikiran John, kemudian foto berikutnya John membaca kembali tulisan pada halaman berikutnya
Yang tidak abadi menjadi abadi, yang abadi menjadi tidak abadi
Yang bijaksana bisa menggunakan kekuatan besar, yang lain menjadi gila
Terkumpulnya permata dan tulang, semua akan menjadi cerah
Sungguh pengetahuan yang luar biasa
Kening John berkerut membaca kembali beberapa tulisan di dalamnya, yang seperti kisah hidup penulis buku tersebut. Kalimat terakhir tulisan itu membuat mata John berkedut
Buku ini aku berikan pada anak-anakku Khaga dan Araga
John terkejut nama dirinya dan Khaga disebutkan pada buku itu, apakah orang tuanya yang menulis buku itu? Tubuh John bergetar menghadapi hal itu, selama ini dia berusaha mencari petunjuk keberadaan orang tuanya, namun tidak mendapatkan hasil.
“Darimana kamu mendapatkan informasi ini” tanya John
“Buku tersebut, tidak sengaja ditemukan oleh leluhur Sekte Panjang Umur” sahut Violet.
“Dimana buku itu sekarang?” lanjut John penasaran.
“Ada pada saudaramu Khaga. Dia memperolehnya dari Sekte Panjang Umur”
“Jadi Khaga berhubungan dengan Sekte Panjang Umur?”
__ADS_1
“Iya tuan.”lanjut Violet.
John termenung memikirkan setiap tulisan yang telah dibacanya, dia ingin mengetahui lebih lanjut informasi pada buku ini. Dia tidak mempedulikan tentang permata dan tulang tersebut, yang dia perlukan hanya jejak kedua orang tuanya. Bagaimana kehidupan mereka, mengapa mereka meninggalkan dirinya dan Khaga.
“Baiklah, aku akan membantumu bukan demi permata dan tulang itu. Tapi demi jejak keberadaan kedua orang tuaku” kata John selanjutnya.
“Baik. Terima kasih tuan Araga” sahut Violet merasa lega mendengar jawaban dari John.
“Aku rasa sementara ini, hanya semua informasi dalam amplop itu yang bisa aku berikan pada tuan. Jika ada informasi baru, kami akan memberitahukannya” lanjutnya.
“Aku akan pamit tuan” kata Violet selanjutnya sambil berdiri dan meninggalkan John yang masih termenung melihat foto-foto yang ada diatas mejanya.
John kemudian berdiri dan berjalan menuju ke meja Sara, Cindy dan Sasha duduk. Dia memicingkan matanya melihat mereka bertiga kelihatan sudah akrab sambil tertawa sesekali dalam perbincangannya.
“Kelihatannya kalian sudah akrab” kata John menghampiri mereka.
Ketiga mahluk cantik tersebut tiba-tiba terdiam, yang membuat mata John berkedut kembali.
“Kami akan jalan-jalan setelah sarapan ini” kata Cindy
“Tidak perlu John” sahut Sasha. “Aku yang akan mengantarkan mereka” lanjutnya sambil tersenyum pada Sara dan Cindy.
“Benar kak Sasha, terima kasih telah mau mengantarkan kami.” kata Sara bersemangat.
“Lagipula John sudah ada Violet yang menemaninya. Ayo kita berangkat sekarang” sindir Cindy yang membuat John menggigil mendengarnya.
John yang baru saja duduk, hanya bisa melihat ketiga wanita cantik itu berdiri dan berlalu darinya. “Sampai ketemu makan malam nanti John” kata Sara selanjutnya.
Mengapa aku merasa dicampakkan oleh mereka bertiga, kata John dalam hatinya. Sedih. Namun dirinya tidak terlalu mempedulikan hal itu, yang penting mereka baik-baik saja. Pikirannya kemudian terfokus pada informasi yang diberikan oleh VIolet padanya.
Buku yang dibuat oleh orang tuanya ditemukan oleh Sekte Panjang Umur, dan saat ini berada pada Khaga. Tidak mungkin baginya untuk bertemu dengan Khaga, karena kesepakatan tersebut. Ketika mereka bertemu, saat itulah kesepakatan tersebut batal dan pertempuran dimulai kembali.
John tidak ingin bertempur lagi menyia-nyiakan nyawa manusia terutama para sahabat-sahabatnya. Itulah mengapa John selalu menghindari dan memilih bersembunyi selama ini agar tidak diketahui oleh saudaranya Khaga.
Violet yang tiba kembali di hotel tempatnya menginap, tersenyum puas dengan keputusan John untuk membantu ekspedisi tersebut.
“Bagaimana nona? Apakah Araga mau membantu?” tanya bawahannya Joli.
__ADS_1
“Tentu saja Joli, Araga berbeda dengan tuan Khaga. Dia tidak mempedulikan soal pisau tulang dan permata itu. Namun dia akan tertarik dengan kalimat terakhir pada buku itu. Kemampuan dia akan sangat berguna untuk menemukan pisau dan permata tersebut” sahut Violet sambil tersenyum.
“Joli, bagaimana perkembangan di Rusia ini” tanya Violet kemudian
“Seperti tempat-tempat lainnya, ekspedisi di Rusia ini tidak juga membuahkan hasil. Ini menurunkan semangat para arkeolog dalam bekerja. Mereka mulai merasa yang kita lakukan ini hanya mengejar mitos dan sia-sia” sahut Joli.
“Katakan pada mereka, bagi yang ingin berhenti silahkan. Untuk yang tetap ikut ekspedisi naikkan upah mereka. Setelah Rusia, kita menuju Amerika Selatan.
“Baik nona” jawab Joli sambil pergi meninggalkan Violet di kamarnya.
Kakek, mimpimu akan segera terwujud. Tunggulah, gumam Violet sambil menatap ke langit.
Tiba-tiba telepon Violet berdering “Halo”
“Violet, kemarilah. Kakak ingin berbicara sesuatu denganmu” kata orang di seberang telepon.
“Baik kakak, aku segera kesana” kata Violet sambil berdiri kemudian pergi dari kamarnya.
Sebelum makan siang, Violet mengendarai kendaraannya menuju ke arah selatan keluar dari kota Moskow menuju kota kecil Belgorod. Belgorod sangat dekat dengan Ukraina.
Kurang lebih 9 jam waktu yang ditempuh olehnya hingga menjelang malam, diapun tiba di Belgorod. Violet menghentikan mobilnya di sebuah rumah besar dipinggir sungai yang tampak dijaga ketat oleh belasan penjaga.
Begitu mobil memasuki gerbang rumah, penjaga yang mengetahui Violet langsung memberikan hormat dan membuka gerbangnya. Mobil pun meluncur ke halaman rumah tersebut.
Seorang penjaga depan rumah segera berlari menghampiri mobil dan membukakan pintu “Selamat datang nona Violet. Tuan sudah menunggu di ruang kerja”
Violet pun berjalan memasuki rumah dengan desain yang berkesan kuno namun sedikit mewah. Violet sepertinya sudah hafal seluk beluk rumah tersebut, jadi dia langsung menuju ruang kerja.
Setelah mengetuk pintu terdengar suara menjawab dari dalam “Masuk”. Lalu Violet segera masuk ke ruang baca dan melihat seseorang duduk di depan meja kerja. Brandon, ketua Sekte Panjang Umur.
“Selamat datang adikku sayang” sahut Brandon sambil bergegas memeluk adiknya.
“Kakak, apa kabarmu” tanya nya sambil memeluk Brandon.
“Kakak baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Ah silahkan duduk Violet” kata Brandon selanjutnya.
Violet pun duduk diseberang kakaknya Brandon. Kemudian Brandon memanggil pelayan untuk menyiapkan minuman buat mereka berdua.
__ADS_1