ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 27 | Aku adalah mahluk abadi


__ADS_3

Sasha yang berada di ruang interogasi melihat kejadian sejak awal juga merasa menggigil ketakutan merasakan kengerian tatapan John. Pikirannya berkecamuk tidak tahu apa yang harus dilakukan.


“Baiklah, jika kamu mengikuti saranku, aku berjanji akan melindungi nyawamu” sahut John.


Sergei menghela nafas, “Aku mendapat perintah dari orang yang bernama Brandon. Sekte Panjang Umur memang berada di belakangnya” lanjutnya


Bum!


Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari luar rumah, disusul oleh suara tembakan, Sasha, John dan Sergei terkejut. Sergei gemetaran berkata “Mereka datang, mereka datang. Lindungi aku” katanya dengan menggigil.


“Sasha kamu disini menjaga Sergei, aku akan keluar melihat” kata John sambil berlalu. Sasha yang masih tertegun sejenak tersadar menjawab “Tidak, aku ikut denganmu. Ini wilayah kami, beraninya mereka menyerang.” sahut Sasha tegas. Setelah mengunci pintu ruangan, Sasha bergegas menyusul John.


Begitu keluar dari ruang bawah tanah, Sasha melihat sekitarnya, tampak teman-temannya sudah terkapar bersimbah darah. Lalu dia melihat John berdiri diberondong oleh peluru dari segala arah. Sasha yang menunduk, tidak tahu harus melakukan apa dalam situasi seperti itu.


Detik berikutnya suara tembakan berakhir, Sasha melihat John yang bersimbah darah belum juga terjatuh. Hatinya pedih melihat hal itu. Ketika dia hendak mendekati John. John membuka matanya lalu bergerak secepat kilat menuju arah datangnya tembakan yang mengagetkan Sasha. Sasha terduduk diam sambil menggigil mendengar suara erangan dan tembakan kembali dari luar rumah.


Setelah beberapa menit, John tampak berjalan kembali ke dalam rumah itu, melihat Sasha yang masih terduduk ketakutan melihatnya.


“Ja..Jangan mendekat” katanya sambil mengacungkan pistol ke arah John.


“Tenanglah Sasha, aku tidak akan melukaimu” kata John sambil berjalan mendekatinya.


Dor!


Karena gugup, Sasha tidak sengaja melepaskan tembakan ke arah John.


“Aduh” kata John sambil meringis karena tembakan tersebut yang membuat Sasha tersadar, dia melemparkan pistolnya sambil mengusap wajahnya berharap ini mimpi.


“Ka.. Kamu siapa John?” tanya Sasha dengan gugup.


“Baiklah, karena sudah seperti ini, aku akan menjelaskan nanti kepadamu. Sekarang kamu segera menghubungi pihakmu untuk membersihkan areal ini. Pindahkan Sergei ke tempat yang lebih aman. Aku pergi terlebih dahulu.” pesan John pada Sasha


Saat John hendak melangkah, “Satu hal lagi, jangan ceritakan tentang aku kepada orang lain. Berhati-hatilah. Mungkin ada mata-mata di organisasimu. Hubungi aku saat kamu sudah lebih tenang” lanjut John yang kemudian pergi berlalu meninggalkan Sasha yang masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


Setelah John menghilang, Sasha segera menghubungi agensinya untuk membersihkan areal rumah itu serta memindahkan Sergei langsung menuju Rusia termasuk Sasha.


John yang kembali ke hotel setelah membersihkan badannya kemudian duduk di sofa kamar sambil menunggu makanan yang telah dipesannya.


“Sepertinya sudah tidak ada lagi yang aku cari disini. Aku akan segera menuju Rusia” gumam John sambil meminum teh nya. Kemudian dia menelepon Selena.


“Ada apa tuan?” tanya Selena


“Tolong beritahu Jiro untuk menyelidiki seseorang bernama Brandon. Dan segera siapkan keberangkatanku menuju Rusia” sahut John


“Baik tuan” jawab Selena yang langsung mengerjakan perintah John.


Malam berikutnya, John telah tiba di stasiun kereta Kota Moskow setelah menempuh perjalanan melalui jalur darat.


Begitu tiba di Moskow, John langsung menuju hotel yang telah dipesankan oleh Selena lalu merebahkan dirinya.


Sesaat setelah menutup matanya, telepon John berdering lalu dia menjawab “Halo”


“Halo John” sahut suara lembut dari seberang.


“Sejak kejadian itu, aku kurang enak badan. Baru sekarang bisa menghubungimu. Apakah kamu masih di Belarus? “ tanya Sasha dengan nada sedih


“Aku memahami situasimu saat itu, kamu butuh istirahat. Aku sudah tidak berada di Belarus lagi”


“Apakah kamu sudah kembali ke Amerika?” tanya Sasha.


“Tidak juga. Aku sekarang berada di Rusia. Aku masih ada beberapa urusan disini” lanjut John


“Benarkah?” nada suara Sasha tampak berubah dengan bersemangat.


“Iya. Malam-malam meneleponku, apakah ada sesuatu hal?” tanya John kembali.


“Anu, aku butuh penjelasan. Maukah kamu bertemu denganku? Kamu tinggal dimana? Aku akan kesana menjemputmu” kata Sasha tanpa memberikan John waktu untuk menjawab

__ADS_1


“Baiklah. Aku di hotel Neo” sahut John


“Tunggu aku akan segera menjemputmu” Sasha segera menutup teleponnya. Dia melompat segera membersihkan dirinya, mengenakan gaun yang indah, tak lupa bercermin merias wajahnya. Siapakah kamu John, pikirnya tak pernah lepas kejadian tersebut yang menyebabkannya tidak bisa tidur.


Sekitar tiga puluh menit, Sasha sudah muncul di hotel Neo dan John sudah menungguhnya di lobby hotel. John melambaikan tangannya sambil tersenyum ketika melihat Sasha masuk ke dalam lobby hotel.


Sasha tampak gugup, menghampiri John “Maaf, mengganggumu John.”


“Tidak apa Sasha. Kemana kamu akan mengajakku malam ini? Kamu tuan rumah di kota ini” sahut John dengan senyumnya untuk mencairkan suasana diantara mereka.


“Baiklah, aku akan mengajakmu makan malam di tempat yang bagus dan enak” kata Sasha sambil mengajak John menuju mobilnya. Kemudian mereka pun berkendara menuju sebuah restoran yang cukup mewah di kota Moskow.


Sasha dan John segera masuk ke dalam ruangan vip yang sudah dipesan olehnya, kemudian para pelayan mempersiapkan hidangan untuk mereka.


“John, maaf aku telah menembakmu waktu itu” kata Sasha memulai pembicaraan dengan wajah menyesal.


“Tidak masalah Sasha, aku masih sehat kan” kata John sambil membuka kedua tangannya. “Aku mulai terbiasa dengan seranganmu yang tiba-tiba” lanjut John sambil tertawa kecil yang membuat wajah Sasha memerah.


“Siapa kamu John? Mahluk apa kamu? Apakah kamu berhubungan dengan Sekte Panjang Umur?” menghujani John dengan pertanyaan


“Waduh, satu-satu donk kalau bertanya. Baiklah aku akan menceritakan tentang diriku. Aku harap kamu bisa memahami dan menjaga identitasku nantinya. Apakah aku bisa mempercayaimu Sasha? tanya John kemudian.


“Aku bukan dari Sekte Panjang Umur, aku sendiri sedang mencari tahu tentang keberadaannya”


“Namaku saat lahir adalah Araga. Aku memiliki saudara kembar yang bernama Khaga. Masa kecilku berada di sebuah kota kecil di Kanada. Aku hidup bertiga dengan kakek yang membesarkan kami, mendidik dan melatih kami berdua” kenang John


John diam sesaat, pikirannya melayang kembali ke masa lalunya, lalu dia menyesap minuman yang telah disediakan di atas meja.


“Aku adalah mahluk abadi”


“Aku dan saudaraku Khaga telah hidup lebih dari 3000 tahun.


Sasha tertegun mendengar penjelasan Araga. Dia tidak akan mempercayai ucapan John apabila dia tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri saat John dengan badan penuh peluru dan darah masih bisa berdiri dan bergerak.

__ADS_1


“Bagaimana itu bisa terjadi? Apakah kamu bukan manusia biasa sejak lahir?” tanya Sasha penasaran.


“Aku dan Khaga adalah manusia biasa pada saat lahir, tumbuh hingga dewasa seperti manusia normal lainnya.


__ADS_2