
Tidak banyak informasi yang di dapat dari reruntuhan rumah tua itu. John segera memerintahkan Jiro untuk mencari informasi tentang Dakota dan Belarusia.
John merebahkan badannya di sofa ruang keluarga, kemudian mengistirahatkan matanya sekejap, namun pikirannya masih mengolah beberapa informasi akhir-akhir ini sejak pertemuannya dengan Violet.
“Selena” panggil John ketika membuka matanya.
“Iya tuan” sahut Selena sambil berjalan mendekati dan duduk diseberang John.
“Sebelum aku tiba di Rusia minggu depan, negara terakhir yang aku minta kamu atur adalah Belarusia kan?” tanya John.
“Benar tuan.” lanjut Selena.
“Apakah kamu punya kontak disana? berikan infonya padaku.” tanya John.
“Tidak ada, tuan, tapi Nikolai di Rusia pasti bisa membantu” sahut Selena
“Kalau begitu, atur pertemuanku dengan Nikolai di Belarusia” lanjut John
“Baik tuan. Aku akan menghubungi Nikolai” lanjut Selena
Keesokan harinya John berangkat dari Istanbul menuju Rijeka, Croatia. Di Sana John hanya tinggal selama sehari untuk menghindari kecurigaan lawan sebelum kemudian berangkat lagi menuju Dresden, Germany yang juga selama sehari.
Hari ketiga John menuju Minsk, Belarusia dan langsung menuju salah satu hotel di pusat kota Minsk. Setibanya di hotel John lalu menunggu kontak Nikolai untuk menghubunginya sesuai pengaturan Selena. Nikolai mengajak John untuk bertemu di sebuah bar diskotik di wilayah Minsk.
Di dalam bar, John berkeliling untuk mencari sosok Nikolai. Dengan menajamkan indra pendengarannya, dia akhirnya menemukan Nikolai duduk sendirian di sudut bar.
“Nikolai?” tanya John kepada laki-laki setengah baya yang sedang duduk menikmati minumannya
“Tuan Araga?” sahut Nikolai sambil berdiri
“Tidak perlu sopan Nikolai, panggil aku John saja” lanjut John.
Lalu mereka pun memesan minuman sebelum memulai pembicaraan. Bar saat ini penuh pengunjung, namun merupakan tempat yang cukup tersembunyi untuk berbicara ditengah hingar bingar musik di dalam bar.
__ADS_1
“Nikolai, senang bertemu denganmu. Apakah kamu membawa beberapa informasi yang aku inginkan?” tanya John selanjutnya
“Ada John, aku kirimkan ke teleponmu” sahut Nikolai yang kemudian mengirimkan sejumlah informasi ke telepon John.
Setelah membaca informasi dari Nikolai, John kemudian berkata “Jadi dua orang dari penembak di Turki itu memang berasal dari Belarus, dan satunya dari Ukraina dan mereka adalah mantan pasukan khusus di masing-masing negara.”
“Benar John, mereka direkrut oleh orang yang bernama Dakota, yang identitasnya masih belum diketahui” sahut Nikolai.
“Apakah kamu tahu bagaimana apara tentara bayaran ini di rekrut?” tanya John
“Biasanya data mantan tentara ini telah mereka miliki, mereka mengontaknya melalui email, menawarkan pekerjaan dengan upah yang cukup besar. Jika mereka setuju, mereka akan diberikan lokasi untuk pertemuan” jawab Nikolai
“Kami di Rusia mencurigai komplotan ******* ini berhubungan dengan beberapa kasus yang terjadi di Rusia, jadi pemerintah Rusia sudah sejak lama menargetkan mereka dengan mengirimkan mata-mata ke wilayah Belarus, Ukraina, Lithuania, Latvia dan Estonia.” lanjut Nikolai
“Namun informasi terakhir dari dalam, konsentrasi saat ini berada di Belarus dan Ukraina. Menurut data informasi dari para agen, kegiatan komplotan ******* ini sebagian besar berada di kedua negara ini.” kata Nikolai selanjutnya.
“Apakah pihak Rusia sudah memiliki dugaan organisasi tersebut?” tanya John kembali
“Pihak Rusia, telah menggali informasi cukup lama hingga memperoleh nama Sekte Panjang Umur” sahut Nikolai
“Iya. Konon Sekte Panjang Umur ini adalah organisasi masa lalu yang lahir di Ukraina. Namun kegiatan mereka bersifat sangat rahasia, mereka melakukan berbagai percobaan untuk menemukan keabadian. Bahkan mitosnya mereka telah berhasil membuat manusia menjadi abadi, namun percobaan itu masih memiliki kekurangan karena memerlukan darah manusia untuk memperpanjang keabadiannya.”
Kepala John pusing, mengapa manusia justru mengejar keabadian, sementara dirinya yang abadi merasa keabadian ini adalah kutukan yang menyakitkan sepanjang masa.
“Lalu, apakah ditemukan jejak tentang mahluk tersebut? Atau markas Sekte ini?” tanya John kembali
“Beberapa kasus yang pernah terjadi di Minsk ini, di Kiev, di Rumania memiliki kesamaan yaitu munculnya mahluk abadi penghisap darah ini. Namun sayangnya markas mereka hingga saat ini belum pernah ditemukan” lanjut Nikolai.
John mengerutkan keningnya, merasa kemungkinan saudaranya Khaga memiliki hubungan dengan Sekte Panjang Umur ini. John mengingat kasus mahluk penghisap darah pertama kali ditemukan olehnya saat dia berada di Georgia. Namun itu sudah lama sekali, sekitar abad 12 hampir dua ratus tahun setelah pertarungan terakhirnya dengan Khaga
Disaat mereka sedang berbincang, di sudut lain bar tampak seorang wanita cantik sedang duduk memperhatikan sekelilingnya. Lalu matanya berhenti setelah melihat Nikolai duduk bersama John di seberangnya. Wanita itu lalu pergi meninggalkan bar itu.
Tak lama kemudian John pun pergi dari bar tersebut berpisah dengan Nikolai yang masih duduk menghabiskan minumannya. Setelah beberapa saat Nikolai kemudian keluar pergi dari bar tersebut.
__ADS_1
Di luar bar, Nikolai berjalan di pinggir jalan kota Minsk di malam hari menuju hotel tempat tinggalnya yang tak jauh dari bar tersebut.
Dipojokan jalan, tampak bayangan seseorang berdiri menunggunya. Mata Nikolai berkedut melihat sosok tersebut yang ternyata wanita cantik yang tadi berada di dalam bar memperhatikannya. Dengan gugup Nikolai berkata “Sasha, ada apa kamu menemuiku malam ini?”
“Siapa orang yang kamu temui di bar itu?” tanya Sasha dengan suara ketus.
“Oh itu kenalan lama yang sedang berkunjung ke kota Minsk ini.” lanjut Nikolai
“Kamu tidak membocorkan rahasia negara kita padanya kan?” tanya Sasha kemudian.
“Walaupun aku sudah pensiun dari organisasi, aku tidak akan pernah mengkhianati negaraku Sasha” jawab Nikolai dengan nada tinggi
“Baiklah, aku percaya padamu. Kamu adalah senior yang sangat aku kagumi. Aku tidak mau terpaksa membunuhmu dengan tanganku sendiri” sahut Sasha dengan dingin yang membuat Nikolai menggigil.
Sasha adalah seorang agen khusus pemerintah yang sangat kuat dan berbakat. Di usianya yang muda dia telah berada di puncak sebagai top agen negara. Tentu saja membunuh Nikolai yang sudah tua akan semudah menginjak semut.
“Siapa orang itu?” lanjut Sasha bertanya lagi
“Namanya Araga. John Araga. Seorang arkeolog dari Kanada. Aku dikenalkan oleh teman lama dari Turki yang memintaku untuk membantunya selama di Belarus ini” sahut Nikolai
“Informasi apa yang dia butuhkan?” tanya Sasha menyelidiki.
“Kasus penembakan di Turki, kebetulan temanku dan John ini berada di tempat kejadian. Jadi dia berusaha mencari informasi tentang pelaku yang berasal dari sini dan Dakota.” sahut Nikolai kembali
“Dakota?” tanya Sasha.
“Iya. Selebihnya kamu pasti sudah mengetahui informasi tersebut” lanjut Nikolai
“Mengapa seorang arkeolog menyelidiki kasus terorisme?” tanya Sasha kembali.
“Entahlah, aku hanya berusaha membantu teman lama untuk membalas hutang budi dimasa lalu dengannya” sahut Nikolai kembali
“John Araga, sepertinya aku harus menemui laki-laki ini” gumam Sasha.
__ADS_1
“Baiklah, jika ada informasi lebih lanjut. Tolong beritahukan aku secepatnya. Aku juga akan menyelidiki orang bernama Araga ini” lanjut Sasha sambil berlalu pergi meninggalkan Nikolai.