ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 66 | John yang misterius


__ADS_3

Cindy termenung memikirkan ide dari Sara untuk bersama-sama menikahi John.


“Mungkin bukan cuma kita berdua yang akan menikahinya” gumam Cindy pelan.


“Maksud kakak?” tanya Sara


“Kamu lupa ya. Masih ada Sasha, Luciana, Amelia, dan sekarang Mona” sahut Cindy


“Aduh, dasar playboy ini. Mengapa harus dekat dengan gadis lain selain kita” sahut Sara dengan kesal.


“Hihihi.. mereka sama seperti kita yang menyukai kepribadian John” kata Cindy


“Ya sudah, kita semua menikahi John saja” kata Sara ketus membuat Cindy tertawa kembali.


“Hahaha.. sudahlah, kita juga belum tahu bagaimana John memutuskannya” lanjut Cindy


“Tapi, aku rasa mereka menyembunyikan sesuatu dari kita” kata Cindy


“Maksud kakak apa?” tanya Sara


“Awalnya aku pikir John hanyalah orang biasa yang hanya mencari pekerjaan dengan menggambar seperti katanya. Lalu tiba-tiba dia menjadi arkeolog. Kemudian menjadi petarung melawan vampire. Apakah ini tidak aneh?” kata Cindy


“Terus terang aku kaget dengan kemampuan bertempur John. Aku juga kaget dia bisa memerintahkan seseorang untuk menjaga kita. Demikian juga Selena dan Jiro yang selalu hormat padanya” lanjutnya


“Apakah ada suatu rahasia diantara mereka?” kata Cindy kembali


Sara juga termenung memikirkan hal itu, memang beberapa kejadian yang mereka alami sejak di Turki, Rusia, Brasil, Peru, hingga Mesir membuatnya merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh John


“Coba lihat sekeliling kita akhir-akhir ini” lanjut Cindy


“Tidakkah kamu merasa ada yang mengikuti kita dari kejauhan? Seakan-akan kita diintai oleh beberapa orang dimana pun kita berada. Aku rasa di univesitas pun ada banyak yang menyamar berada di dekat kita” kata Cindy


“Benar. Ada dosen baru. Ada mahasiswa baru. Belum lagi yang berkeliaran di antara kita” sahut Sara mengiyakan.


“Apakah menurut kakak mereka berniat jahat pada kita?” tanya Sara


“Menurutku justru sebaliknya, aku merasa mereka ditugaskan oleh John untuk menjaga kita” kata Cindy


“Apa menurutmu begitu kak?” tanya Sara kembali


“Iya. Apa kamu ingin membuktikannya?” kata Cindy


“Bagaimana cara membuktikannya?” tanya Sara

__ADS_1


“Ikuti aku” sahut Cindy sambil tersenyum


Lalu mereka berdua berjalan di sekitar gedung di universitas menuju pojokan yang agak sepi.


“Aaarrrhhhh!”


Tiba-tiba Cindy berteriak membuat Sara kaget. Setelah itu tampak beberapa orang datang mendekati mereka berdua dengan sigap melihat sekeliling Sara dan Cindy seolah-olah mencari sesuatu.


Lalu mereka semua menoleh kepada Sara dan Cindy menatap dengan wajah bertanya-tanya.


“Maaf mengagetkan semuanya, kakiku terkilir saat berjalan tadi” teriak Cindy sambil tersenyum lalu menundukkan kepalanya.


Kemudian orang-orang itu pergi meninggalkan mereka berdua.


“Tuh kan, kamu percaya sekarang?” kata Cindy sambil mengusap kepala Sara


“Iya. Ternyata seperti itu. Tapi lain kali bilang dulu kakak mau melakukan apa. Jangan tiba-tiba berteriak seperti itu. Mengagetkanku saja” sahut Sara dengan kesal


“Maaf” kata Cindy sambil tersenyum


“Jadi menurut kakak mereka orang-orang yang diperintahkan John untuk melindungi kita?” tanya Sara.


“Benar. Tidak mungkin mereka tiba-tiba berdatangan ke arah kita begitu mendengar kita berteriak kemudian pergi lagi” sahut Cindy


“Bukan itu masalahnya. Ini terlalu berlebihan menurutku. Tapi, jika benar tebakanku bahwa vampire memang sedang mengincar kita. Maka hal ini memang harus dilakukan oleh John untuk menjaga kita” kata Cindy


“Mengapa vampire mengincar kita?” tanya Sara


“Kemungkinan ada dua alasan, pertama karena kita dianggap wanita kekasih John” kata Cindy membuat wajahnya memerah.


“Kita berdua berharap seperti itu” kata Sara yang juga tersipu malu


“Kedua, kita mungkin dianggap memiliki sesuatu yang mereka incar. Seperti permata itu” lanjut Cindy


“Permata?” kata Sara terkejut.


Sara lalu mengeluarkan kalungnya “Mungkinkah ini yang kakak maksud?”


Cindy lalu memasukkan kembali permata yang mau ditunjukkan oleh Sara.


“Jangan sembarangan mengeluarkan permata itu Sara, aku pikir itu mungkin ada kaitannya dengan batu permata yang kita selidiki selama ini. Ingat bagaimana Violet tiba-tiba menyerangmu. Sepertinya dia ingin merebut permata itu darimu” kata Cindy


“Benar. John pernah mengatakan hal itu juga padaku. Dan dia tidak mau aku sembarangan mengeluarkan permata ini” sahut Sara

__ADS_1


“Tidakkah kamu merasa John menyembunyikan sesuatu?” tanya Cindy kemudian.


“John memang misterius. Aku rasa kita membutuhkan penjelasan darinya nanti” sahut Sara.


“Baiklah, sekarang bagaimana dengan upacara kelulusanmu?” tanya Cindy.


“Oh iya, minggu depan upacara kelulusanku. Aku akan menelepon John untuk bisa menghadirinya” kata Sara dengan semangat


“Aku juga harus tampil cantik kalau dia bisa datang” kata Cindy sambil menutup wajahnya malu


“Ish, kakak ini. Apa tidak terlalu tua memacari orang yang lebih muda” ejek Sara


“Ah, cinta itu tidak memandang usia adikku cantik” sahut Cindy kemudian


“Aku akan menelepon John” kata Sara kemudian menekan nomor John dari daftar kontaknya.


“Halo Sara” terdengar suara John dari seberang telepon


“Halo John. Kamu masih berada di Mesir?” tanya Sara


“Oh tidak, Aku sudah tiba di Amerika tiga hari lalu” sahut John di seberang


“Apa? Kamu sudah berada di Amerika tapi tidak menghubungiku?” teriak Sara dengan kesal.


“Maaf, aku ada beberapa urusan yang harus dilakukan berkaitan dengan kristal darah” sahut John merasa beralah


“Aku tidak terima alasanmu. Malam ini aku ingin ditraktir makan malam olehmu” kata Sara selanjutnya


“Ok. Aku pesan tempatnya di Heaven ya. Temanku Tom Smith telah membuka cabang Heaven di kota ini. Nanti malam kita makan disana. Aku kirimkan lokasinya” sahut John sambil menutup teleponnya


“Kamu tidak mengajakku juga? Apakah kamu ingin makan berduaan saja dengan John?” tanya Cindy dengan sinis cemburu.


“Sebenarnya sih aku mau makan berduaan saja, tapi mengingat kakak adalah istri kedua. Aku tidak mau sebagai istri pertama di musuhi oleh istri kedua. Jadi kita makan bersama nanti ya” goda Sara sambil tersenyum


“Apa? Mengapa harus kamu yang pertama? Dari usia harusnya aku istri pertama” sahut Cindy kemudian


Lalu mereka pun tertawa bersama merasa geli dengan percakapan aneh diantara mereka.


Sementara itu, John yang berada di tempat penelitian perusahaan Eternal miliknya sedang melakukan eksperimen dari kristal darah. Kemudian, mereka menghasilkan sebuah ramuan obat yang dapat meningkatkan kekuatan dan kecepatan manusia hingga level lebih tinggi untuk melawan vampire.


John sangat puas dengan hasil penelitian itu, obat yang diujicoba dan diminum olehnya memberikan efek yang luar biasa. John merasa peningkatan yang sangat besar pada kekuatan dan kecepatannya.


“Jiro, produksi ramuan obat ini sebanyak-banyaknya untuk anggota kita. Panggil pimpinan orang-orang kita dari seluruh dunia untuk bertemu minggu depan di Amerika” kata John.

__ADS_1


“Baik tuan” sahut Jiro kemudian melakukan panggilan kepada seluruh pimpinan dari kelompok mereka di seluruh dunia.


__ADS_2