ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 55 | John kami menemukan sesuatu di Peru


__ADS_3

Penjaga vampire yang masuk ke dalam gua segera melaporkan kejadian pada Guerra.


“Siapa yang berani menyerang sarang kita? Kalian kumpulkan orang-orang segera tangkap orang itu” perintahnya


“Sialan, jangan-jangan orang ini yang menghancurkan sarang di Inggris dan membunuh kedua idiot di rumah keluarga Lemann.” pikir Guerra dengan geram


“Aku harus melaporkan ini pada ketua. Aku harus kabur dari sini, aku dengar nona sedang berada di Peru. Aku harus kesana” pikirnya sambil menyelinap ke salah satu gua rahasia di belakangnya lalu menghilang.


Sementara itu John yang menunggu kedatangan pasukan vampire melihat puluhan bayangan bergerak menuju ke arahnya. John segera mempersiapkan pedangnya untuk menyerang.


“Vampire ini sepertinya sudah mengalami peningkatan karena kristal darah. Aku harus menghabisi mereka sebelum mereka berkeliaran diantara manusia” gumamnya


Dengan pedang ditangannya John menyerang rombongan vampire itu dengan kecepatan melebihi kecepatan mereka. Para vampire itu tidak bisa menghindarinya, mereka di bantai satu persatu oleh John dengan pedangnya.


Beberapa vampire yang tersisa datang belakangan menghentikan langkah mereka, merasa ketakutan oleh kematian teman-teman mereka di tangan John.


Tak lama kemudian muncul suara helikopter di udara, dan pasukan John kemudian turun dari helikopter tersebut.


Melihat makin banyak orang yang datang, para vampire itu semakin panik “Ke..kemana ketua?” tanya salah seorang diantara vampire itu.


“Aku tadi kembali ke dalam, tidak melihat ketua, sepertinya dia telah kabur meninggalkan kita” sahut seorang vampire lainnya.


“Sial, kita ditinggal mati disini. Ketua tentu sudah melarikan diri melapor pada pimpinan. Apa yang harus kita lakukan?” tanya salah seorang vampire lainnya.


“Kita kabur saja dari sini, kita bisa membalas dendam nanti apabila yang mulia sudah memulai penyerangan. Sementara kita kabur sembunyi dulu” sahut vampire wanita yang berada diantara mereka.


“Jangan berpikir untuk kabur!” teriak John membuyarkan pembicaraan mereka sambil berjalan mendekati kerumunan vampire yang masih tersisa.


“Sialan, kita hanya bisa bertarung sampai mati sambil mencari kesempatan untuk melarikan diri” kata salah seorang vampire lalu menyerang ke arah John


Kerumunan vampire yang masih tersisa itu bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah John, lalu menyerang, berpencar, sebagian melarikan diri keluar dari dalam gua.


Namun sial di luar gua sudah banyak pasukan yang mengepung mereka, meskipun mereka berlari kesana kemarin tapi tetap tidak bisa menembus kepungan pasukan khusus John. Hingga semua vampire binasa di areal gua tersebut.

__ADS_1


“Selidiki dan bersihkan gua, jangan biarkan satupun lolos dari kita” teriak Komandan Diego memerintahkan pasukannya.


“Tuan, keadaan di luar sudah dikendalikan, semua vampire telah dihabisi” kata Diego pada John.


“Bagus, taktik kali ini cukup bagus dan respon kalian sangat cepat. Pelatihan kalian membuahkan hasil yang baik.” puji John pada pasukannya dengan bangga.


“Setelah semua dibersihkan, ikuti petunjuk yang didapat. Berikan laporannya padaku” perintah John pada Diego


“Siap laksanakan” kata Diego dengan sikap tegas.


John lalu mengambil tempat untuk duduk beristirahat sambil mengamati kristal darah yang didapat dari dalam gua. Ada banyak kristal darah yang berhasil dikumpulkan dari dalam gua.


“Benda ini kah yang membuat mereka bermutasi menjadi lebih kuat?” gumam John sambil mengamati aura merah darah dari kristal tersebut.


“Lapor tuan, kami menemukan sebuah jalan rahasia di dalam gua. Sebagian pasukan sedang menelusurinya.” lapor Jendral Ana yang dengan sigap mengatur agen mata-matanya.


“Sepertinya pimpinan mereka melarikan diri dari sarang. Pasti dia melaporkan kejadian ini pada atasannya” sahut John.


“Setelah membersihkan areal ini, kita kembali ke markas” lanjutnya


Di markas pasukan khusus John menerima laporan dari agen mata-mata, bahwa kemungkinan vampire melarikan diri menuju Peru.


“Peru?” gumam John


“Sepertinya ini akan menjadi lebih menarik. Aku akan berkunjung ke Peru” kata John


“Tuan, apakah kita perlu berangkat ke Peru?” tanya Diego


“Belum perlu. Kalian teruskan latihannya, tingkatkan kekuatan. Vampire ini sudah bermutasi lebih kuat dan bisa berjalan di siang hari. Perkuat agen mata-mata untuk mengamati wilayah Amerika Selatan ini” perintah John


“Baik tuan” sahut Diego


“Atur juga keberangkatanku menuju Peru” sahut John kembali

__ADS_1


Setelah menyelesaikan berbagai persiapan dan menyusun strategi lainnya, John kemudian diantar kembali ke hotelnya untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Peru keesokan harinya.


Begitu sampai di hotel, John membuka teleponnya setelah dimatikan selama penyerbuan. Dia melihat begitu banyak pesan di dalamnya dan panggilan tidak terjawab. Pesan dari Amelia, Luciana yang menanyakan kabarnya dan mengajak untuk bertemu. Namun ada satu pesan dari Sara yang membuatnya menyipitkan matanya.


“John, kami menemukan sesuatu di Peru”


Pikiran John tertegun membacanya, entah apa yang telah ditemukan oleh Sara di Peru. Lalu dia memutar teleponnya untuk memanggil Sara. Namun tidak terjawab. Lalu dia memutar nomer Cindy juga tidak terjawab.


“Apa yang terjadi?” pikir John menjadi was-was karena kedua Sara dan Cindy tidak bisa dihubungi.


Lalu dia mencoba untuk menghubungi Ken, nomer Ken juga tidak bisa dihubungi. Ini membuat John menjadi khawatir telah terjadi sesuatu pada mereka. Kemudian dia menghubungi Jiro.


“Jiro, apakah kamu mengetahui informasi dari Peru?” tanya John


“Tuan, kami sudah mencoba menghubungi Ken selama seminggu ini, namun belum mendapatkan jawaban. Kami sudah mengirimkan orang ke Peru untuk mencari informasi. Kami akan segera menghubungi anda apabila telah mendapat informasinya” sahut Jiro dengan nada khawatir.


“Pasti terjadi sesuatu” pikir John. Dia tidak sabar untuk segera berangkat menuju Peru untuk mencari tahu keberadaan teman-temannya dalam ekspedisi di Peru.


“Aku harus menghubungi Violet”


Kemudian John memutar nomor telepon Violet “Halo tuan Araga” sahut orang di seberang telepon.


“Violet, apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa menghubungi Sara dan Cindy?” tanya John


“Maaf tuan, Aku tidak bisa berbicara saat ini. Sebaiknya kita bertemu untuk membicarakannya. Aku akan menghubungi anda kembali” kata Violet lalu menutup teleponnya.


“Hmm.. hal ini menjadi semakin menarik. Violet, Kamu harus bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu dengan mereka” gumam John sambil menggertakkan giginya.


Saat ini di Peru, setelah menutup teleponnya Violet kembali ke dalam ruangannya yang sedang menerima dua orang tamu. Tampak Guerra telah tiba disana duduk di sebelah kiri Violet dengan gugup.


“Tuan, sarang kita di Amazon dan Brasil telah dibersihkan oleh orang itu” lapor Guerra pada laki-laki di depannya.


Laki-laki itu menyesap anggur yang diminumnya, meskipun kelihatan tenang, namun matanya kemerahan menahan amarahnya.

__ADS_1


“Drake, sebaiknya kalian berhenti dulu berkeliaran di sekitar Araga. Jika tidak, dia tidak akan mengampuni kalian” kata Violet kepada laki-laki di sebelah kanannya.


Laki-laki yang dipanggil Drake itu menghancurkan gelas anggurnya “Jika bukan karena perintah dari tuan Khaga untuk menunggu, aku sendiri yang akan menghabisi orang itu” sahutnya.


__ADS_2