ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 10 | Violet


__ADS_3

...What a wonderfull world..


Di malam harinya, lagu-lagu klasik Louis Amstrong, Frank Sinatra mengalun di seantero restoran Heaven. Malam ini restoran tidak menerima pengunjung karena malam spesial makan malam keluarga Cindy.


Tom Smith tampak rapi ditemani para pelayan restorannya berdiri di depan pintu menanti kedatangan tamunya.


Tak lama berselang, Keluarga Johnson datang bertiga Andre Johnson menggandeng tangan istrinya Lydia Johnson yang diikuti oleh Cindy dibelakang mereka yang sedang melihat sekelilingnya.


“Selamat datang tuan, nyonya dan nona” sambut Tom melihat kedatangan mereka.


“Wah, Daddy sendiri yang menyambut kami disini” kata Andre terlihat bangga.


Tom pun tersenyum dan mempersilahkan mereka untuk masuk dan langsung menuju Diamond room.


“Diamond? Apa tidak salah pesan? Kami hari ini memesan Gold room” kata Andre terkejut.


“Tidak tuan, kami mengubah pesanan anda sebagai permintaan maaf kami pada nona atas kejadian siang ini” sahut Tom


“Permintaan maaf? Ada kejadian apa tadi siang?” tanya Lydia pada Cindy yang dibalas dengan senyuman pada mamanya. Lalu dia menggandeng tangan mamanya dan berkata “Nanti aku ceritakan di dalam ma”


Tak lama berselang, keluarga Pattison pun datang, Jim Pattison ** beserta istrinya Melinda diikuti oleh anaknya Robert.


“Wah, Diamond room? Ini pertama kalinya aku kesini menggunakan Diamond room. Kamu sungguh luar biasa Andre” sahut Jim sambil mengacungkan jempolnya.


Robert terlihat gugup sambil menatap Tom yang berdiri di depan pintu masuk yang mengedipkan matanya ke arahnya.


“Ayo silahkan” kata Andre melihat kedatangan keluarga Pattison.


Cindy terlihat tidak begitu memperhatikan kedatangan keluarga Pattison, dia sibuk melihat sekelilingnya mencari seseorang. Lalu dia menghampiri Tom dan bertanya “Tom, apakah John sudah datang?”


“Belum nona, mungkin sebentar lagi” sahut Tom tersenyum.


“Baiklah tuan dan nyonya, saya akan menunggu di belakang, jika ada yang diperlukan jangan sungkan untuk memanggil” kata Tom dengan ramah.


“Terima kasih Daddy” sahut Andre dengan senang hati.


Tom lalu memerintahkan para pelayannya untuk melayani tamu mereka dengan baik.


Mereka pun berbincang panjang lebar, namun jelas terlihat ada kekikukan di antara Cindy dan Robert, hal ini tentu di sebabkan oleh kejadian siang tadi.


Sambil bersantap, mereka kemudian membicarakan tentang perjodohan kedua anak mereka.


“Bagaimana Cindy, aku rasa Robert cocok untuk menjadi tunanganmu” tanya Andre kepada anaknya CIndy


“Pa, Cindy sudah katakan. Cindy sudah punya tunangan” sahutnya yang membuat kedua orang tua Pattison berkedut. Robert sudah tahu jawaban itu pasti akan keluar dari mulut Cindy.

__ADS_1


“Sebentar lagi tunangan Cindy akan datang, Cindy sudah mengajaknya untuk datang malam ini” lanjut Cindy yang membuat keluarga Pattison kurang senang.


“Ah, apa pemuda John yang kamu sebutkan itu?” tanya Lydia pada anaknya.


“Iya ma. Kami sudah lama berpacaran. Jadi aku mohon pada papa dan mama jangan mencarikan aku jodoh lagi” sahut Cindy kembali.


“Ah, jika dibandingkan dengan Robert, John itu seperti bumi dan langit. Apakah dia bisa memenuhi semua kebutuhanmu nanti? tanya Lydia kembali.


“Itu tidak penting. Yang penting buat Cindy adalah kami saling mencintai” sahutnya kembali dengan keras kepala.


“Sudahlah, jangan dipaksa Lydia. Jika itu memang kehendaknya. Biarlah anak-anak yang menentukannya sendiri. Jika Robert dan Cindy berjodoh, mereka pasti akan bersama. Suatu saat mata Cindy pasti akan terbuka dan menerima Robert” kata Jim yang membuat Cindy cemberut.


“Iya om. Aku akan memperjuangkannya sampai Cindy mau menerimaku” lanjut Robert menimpali kata ayahnya.


Cindy semakin cemberut mendengar perkataan mereka.


“Baiklah. Biarkan yang muda memutuskannya” timpal Andre selanjutnya.


“Mari bersulang atas pertemuan ini. Semoga persahabatan kita tetap abadi selamanya” lanjut Andre kembali sambil mengangkat gelas.


Mereka pun bersulang.


“Ngomong-ngomong selain soal perjodohan ini, ada suatu bisnis yang ingin aku bicarakan denganmu Andre” kata Jim selanjutnya


“Kami keluarga Pattison punya investor dari Eropa. Kita sudah sejak lama bekerja sama. Perusahaan ini berasal dari Rumania. Tapi sudah memiliki cabang di seluruh dunia Inggris, Rusia, Cina, Mexico, Brazil bahkan di timur tengah.” lanjut Jim


“Perusahaan ini bernama New World Company. Saat ini mereka sedang mengembangkan proyek pariwisata di Kanada ini. Jadi mereka mencari partner bisnis dari Kanada. Untuk itulah aku ingin mengajakmu ikut serta di dalamnya” lanjut Jim kembali


“Disamping itu, mereka lagi melakukan berbagai ekspedisi diseluruh dunia untuk mencari dan merawat artifak-artifak kuno dengan melakukan berbagai penyelidikan arkeologi di berbagai belahan dunia” kata Jim berikutnya sambil meneguk minumannya.


Mendengar kata ekspedisi dan arkeologi, menarik minat Cindy untuk lebih jauh mendengarkannya.


“Nah, Cindy kan seorang arkeolog juga. Kalau mau, dia bisa ikut dalam ekspedisi yang dilakukan oleh perusahaan ini” lanjut Jim


“Kedengarannya menarik” sahut Andre.


“Baiklah, kapan kita bisa bertemu dengan mereka?” tanya Andre lebih lanjut


“Jika kamu mau, aku bisa meneleponnya sekarang juga” kata Jim selanjutnya.


“Ok. Waktu juga belum terlalu larut, kalau sempat ajak saja mereka kemari sekarang” kata Andre kemudian.


“Ok. Aku akan meneleponnya” kata Jim sambil kemudian memutar nomor.


“Halo Jim” kata seseorang wanita di seberang

__ADS_1


“Nona Violet, Maaf mengganggu malammu. Jika nona ada waktu malam ini, kamu ingin mengajak nona bergabung makan malam. Bagaimana? tanya Jim


“Baiklah. Kirim lokasinya. Aku segera kesana” kata orang diseberang telepon.


Jim segera mengirimkan lokasi restoran heaven ke wanita tersebut.


“Dia akan segera kemari” kata Jim berikutnya.


Cindy kelihatan agak murung, dia dari tadi mencoba menghubungi John namun belum terjawab. Dia khawatir terjadi sesuatu dengannya.


Tepat ketika dia hendak menelepon John, dia melihat sosok dirinya sudah datang memasuki restoran. Cindy pun merasa gembira dengan kehadiran John. Lalu dia segera berlari menjemputnya.


“John, kenapa terlambat” tanya Cindy.


“Maaf, aku terlambat karena ada suatu urusan mendadak” jawab John


“Ok, mari aku perkenalkan pada mereka.” lanjut Cindy sambil berjalan ke Diamond room dengan menggandeng John.


“Semuanya, maaf perkenalkan ini tunanganku, John” kata Cindy memperkenalkan John kepada semua yang ada di ruangan itu. Robert mendengus melihat kedatangan John. Hatinya masih kesal dengan kejadian siang tadi.


“Halo semuanya” sapa John dengan ramah.


“Anak muda jaman sekarang memang suka terlambat. Tidak disiplin” sahut Lydia ibunya Cindy sambil menyesap teh nya.


“Nak, jika kamu tidak disiplin. Mau jadi apa nantinya” sahut Andre


“Maaf, saya ada urusan mendesak yang tidak bisa dihindari tadi” kata John sambil menggaruk kepalanya dan tersenyum


“Ayo John duduk disini” kata Cindy sambil mengajak John untuk duduk disebelahnya.


Merekapun berbincang ringan, sambil melanjutkan makan.


Tak lama kemudian, sesosok anggun berjalan diiringi oleh dua orang lelaki pengawal menuju ruang Diamon room. Tubuhnya yang seksi meliuk indah membuat semua mata tidak berkedip melihat penampilannya. Namun John tetap cuek sambil menyantap hidangannya.


“Nona Violet, mari silahkan bergabung” kata Jim menyambut wanita tersebut


Violet pun berjalan memasuki ruangan itu dengan aroma wangi tubuhnya menyebar ke seluruh ruangan. Tiba-tiba Violet tertegun sejenak menatap ke arah John. “Tuan” gumamnya.


“Tuan?” tanya Jim yang mendengar kata Violet lalu menoleh ke arah John.


“Ah, maaf aku salah bicara karena suatu hal” sahut Violet mengubah pembicaraan.


“Oh, mari silahkan duduk nona” kata Andre mempersilahkan Violet untuk duduk.


Violet langsung mengambil kursi persis di depan John, lalu matanya mengawasi John setiap detailnya. Benar-benar mirip. Kata Violet didalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2