
Setelah meninggalkan rumah Selena, mereka pun bertiga berkeliling mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang ada di Turki. Sara baru pertama kali datang ke Turki, berbeda dengan Cindy yang sudah pernah kesini beberapa kali.
Sara membuat list tempat sejarah yang ingin dia kunjungi di Turki seperti Ephesus, Gobekli Tepe, Aphrodisias, Nemrut Dagi, Aspendos, Hattusa. Disamping itu juga tempat-tempat wisata lainnya seperti Hagia Sohpia, Basilica Cistern, Topkapi palace, Kastil Rumeli dan masih banyak lagi nama-nama lainnya.
Sara benar-benar menikmati liburannya sambil studi arkeolog di Turki. Di setiap lokasi yang mereka kunjungi, Cindy memberikan penjelasan singkat tentang sejarahnya. John hanya diam melihat mereka menikmati setiap tempat-tempat yang bahkan John adalah pelaku yang berada disana saat sejarah itu diceritakan.
Tidak terasa waktu hampir senja, mereka pun kembali ke rumah Selena dengan gembira menikmati wisata sejarah. Sesampainya di rumah, mereka melihat Selena sudah mengenakan gaun yang anggun memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi bagi wanita yang berusia setengah baya.
“Bibi mau kemana? tanya Sara pada Selena.
“Kalian bersiaplah, aku sudah menyiapkan pakaian gaun malam yang cantik di kamar kalian. Kita akan pergi makan malam ditempat yang romantis malam ini” lanjut Selena
Sara dan Cindy dengan gembira mendengar hal itu lalu segera bergegas menuju kamar mereka masing-masing. Berbeda dengan John, dia lalu menanyakan sesuatu kepada Selena.
“Ada apa Selena” tanya John.
“Tadi siang ada seseorang yang bernama Milena meneleponku, mengatakan bahwa dia mengetahui identitasmu tuan. Lalu dia memintaku mengajakmu untuk bertemu dengannya ditempat makan malam yang akan kita datangi malam ini” kata Selena.
“Lalu mengapa mengajak mereka berdua?” tanya John
“Dia yang mengatakannya, bahwa kita harus mengajak mereka bersama kita” sahut Selena kembali.
“Baiklah kalau begitu. Mari kita lihat apa maunya orang ini” kata John sambil menuju kamarnya untuk bersiap.
Sambil membersihkan diri, John memikirkan hal ini tentu ada hubungannya dengan Violet. Jadi dia bersiap apabila kemungkinan Khaga juga datang bersama mereka.
Setelah beberapa menit, John dan Selena sudah menunggu di ruang keluarga.
John mengenakan pakaian sederhana biasa kesukaannya, Selena mengenakan gaun hitam panjang yang mewah dan perhiasan yang mahal menghiasi lehernya.
“Kamu cukup baik dengan memanjakan dirimu seperti ini Selena. Kamu terlihat cantik” kata John mengomentari penampilannya yang cantik.
“Tentu tuan, hidupku cuma sekali. Berbeda dengan dirimu tuan.” lanjut Selena sambil tersenyum manis.
Tak lama kemudian, Cindy muncul dengan gaun panjang warna biru tua yang juga sangat elegan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah. Wajah Cindy merona merah ketika tatapan matanya bertemu langsung dengan John.
__ADS_1
“Wah, kamu terlihat cantik sekali Cindy” kata Selena.
Kemudian muncul Sara yang mengenakan gaun merah panjang yang juga memperlihatkan lekuk tubuh mudanya yang indah. Hati John berdegub saat melihat kehadiran Sara, namun dia berusaha untuk menenangkan dirinya. Sara yang dia lihat saat ini sangat berbeda dengan yang dia lihat kesehariannya.
Mata John tertuju pada kalung di leher Sara dengan permata warna hijau tua yang baru kali ini dia lihat. John melihat aura warna hijau yang sangat kuat terpancar dari permata itu. Sungguh indah gumam John. Sangat serasi dengan kecantikan Sara.
“Kalung yang indah Sara. Aku belum pernah melihatmu memakainya?” tanya John
“Aku menemukan permata ini yang melekat pada bebatuan dengan tidak sengaja saat membersihkan makam kakek dan nenekku. Lalu aku buatkan kalung, yang ingin aku perlihatkan padamu John” sahut Sara yang terlihat tersipu oleh pujian John.
“Itu sejenis giok” sahut Selena. “Kamu sangat beruntung menemukannya Sara. Itu sangat cocok untuk dirimu”
Sara merasa bahagia melihat orang-orang yang berada didekatnya saat ini. Saat menyebut kakeknya tadi dia merasa kehilangan, namun begitu melihat mereka, kehilangan itu pun sirna oleh kebahagiaan bersama mereka.
Kemudian mereka berangkat bersama menuju sebuah tempat di dekat pelabuhan istanbul yang berada di bangunan cukup tinggi yang memiliki pemandangan kota dan pelabuhan yang indah di malam hari.
Mereka pun berempat duduk ditempat yang telah direservasi atas nama Milena, yaitu ruangan mewah vip yang terpisah dengan ruang pengunjung umum lainnya. Mereka pun duduk disana sambil menunggu pesanan yang datang disajikan oleh pelayan.
Selena dan John melihat sekeliling mereka, memperhatikan setiap orang yang berada disana. John dengan waspada mempertajam indra pendengarannya untuk mendengarkan setiap pergerakan yang ada.
“Aku tidak merasakan pergerakan aneh disekitar sini” bisik John
Berbeda dengan Sara dan Cindy yang tidak terlalu memperhatikan sekitarnya, mereka asik berbincang tentang kunjungan ke tempat-tempat bersejarah tadi yang lalu dicatat oleh Sara sebagai bahan tugas akhirnya.
“Mereka datang” bisik John kepada Selena ketika dia mendengar langkah kaki yang berbeda mendekati tempat mereka.
“Selamat malam” kata seorang wanita yang datang ke ruangan vip tersebut yang diiringi oleh dua orang berbadan tegap seperti pengawalnya yang kemudian berdiri di luar pintu menjaga ruangan tersebut.
“Nona Selena, apa khabar?” kata orang tersebut seraya mendekati Selena lalu mengulurkan tangannya.
“Baik nona Milena” sahut Selena sambil membalas jabat tangan Milena
“Silahkan duduk nona” sahut Selena lagi.
“Ini pasti tuan Araga” kata Milena yang langsung menyebut identitas John tanpa basa basi.
__ADS_1
Benar, dia mengetahui identitasku tanpa bertanya, pikir John yang kemudian menambah kewaspadaannya. Apakah Khaga juga datang? pikir John selanjutnya.
“Oh, mereka tentunya Cindy dan Sara” lanjut Milena yang dibalas lambaian tangan oleh mereka.
“Baik, Nona Milena ada keperluan apa mengajak kami untuk bertemu disini?” tanya Selena secara langsung.
“Aku membawa pesan dari atasanku yang pastinya sudah kalian kenal untuk meminta bantuan.” sahut Milena
“Siapa atasanmu. Bantuan apa?” tanya Selena kembali
“Siapa atasanku, aku rasa tuan Araga pasti sudah menduganya” jawab Milena sambil melirik ke arah John.
“Violet kan” jawab John setelah membaca pikiran Milena.
“Benar. Tuan Araga memang luar biasa” sahut Milena kembali
“Kedatanganku kemari untuk meminta bantuan dari anda tuan, mohon untuk memberikan ijin pada Cindy dan Sara untuk bergabung bersama tim ekspedisi kami” lanjutnya kembali.
Cindy dan Sara yang mendengarkan pembicaraan tersebut menjadi tertegun. Kenapa mereka harus minta ijin kepada John untuk mengajaknya bergabung?
“Lalu pada nona Cindy dan Sara, kami mohon bantuan anda selanjutnya” pinta Milena sambil menundukkan badannya.
John terdiam memikirkan langkah apa yang dilakukan oleh Khaga, mengapa mereka memaksa ingin mengajak orang didekatnya untuk bergabung dalam ekspedisi mereka.
“Sepertinya aku terlalu meremehkan atasanmu nona” kata John pada Milena yang dibalas senyuman oleh Milena.
“Katakan pada Violet, semua terserah kepada Cindy dan Sara untuk ikut bergabung atau tidak” lanjut John.
“Nona Milena, aku sudah mendaftar untuk bergabung bersama tim ekspedisi anda” kata Cindy.
“Kalau aku belum mendaftar karena masih mahasiswa, jadi aku belum berani untuk ikut” sahut Sara sambil menundukkan kepalanya.
“Tidak apa-apa nona Sara. Untuk ekspedisi ini kami juga mengikutsertakan mahasiswa untuk magang dalam ekspedisi, sekaligus memberikan pengalaman bagi mereka untuk terjun langsung dalam sebuah penelitian. Jika nona berkenan, silahkan ikut mendaftar” lanjut Milena
“Baiklah kalau begitu, besok aku akan mendaftar” sahut Sara kembali
__ADS_1
“Okelah, aku sudah menyampaikan pesan dari atasanku. Silahkan lanjut kembali makan malam kalian” kata Milena yang kemudian pergi meninggalkan mereka berempat di ruangan itu.