ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 75 | Bertemu teman lama


__ADS_3

Xiao Min merasa sangat sedih karena meninggalkan Shi Jiang dan Wen Cun melawan kedua jendral itu demi menyelamatkan dirinya.


“Adik, kamu istirahatlah dulu. Jangan terlalu dipikirkan. Shi Jiang dan Wen Cun orang yang cerdas, mereka pasti bisa bertahan melawan kedua jendral itu” kata Jing Wen menghibur Xiao Min.


Xiao Min lalu pergi ke sebuah bar di kota Cheng Du untuk meringankan beban dalam hatinya. Kemudian tampak John datang ke dalam bar bersama Selena dan Jiro untuk berdiskusi.


“John, sarang vampire sudah mulai habis di seluruh belahan dunia, tinggal di china ini” kata Jiro


“Bagus. kita tinggal selangkah lagi” sahut John


“Tuan, tadi aku mendapat kabar bahwa salah satu sarang vampire di Tianjin telah diserang oleh kelompok lokal dari China ini” kata Jiro


Xiao Min yang duduk disebelah mereka, kali ini mendengar dengan serius karena berita dirinya menyerang sarang vampire menjadi bahasan oleh John dan teman-temannya.


“Kelompok lokal? ” John tertegun pada laporan Jiro


“Saat mereka menyerang Tianjin, dua orang jendral vampire telah datang membalas serangan mereka. Pemimpin pasukan kita Xu Ming dan Alfonso yang sedang berada disekitarnya berhasil membantu mereka di saat yang tepat.” sahut Jiro


“Lalu apa yang terjadi?” tanya John selanjutnya.


“Kelompok lokal tersebut hampir kalah saat Xu Ming dan Alfonso berada disana. Namun mereka berhasil menyelamatkan beberapa orang dari kelompok lokal itu dan membunuh kedua jendral vampire tersebut” lanjut Jiro.


“Baik. Lalu dimana kelompok lokal itu sekarang?” tanya John


“Kami sudah mengirim mereka ke markas kita untuk diobati dan ditanyakan” sahut Jiro.


“Ok. Kalau begitu, antar aku kesana sekarang” kata John


Mereka lalu bertiga segera pergi dari bar tersebut, namun mereka diikuti oleh Xiao Min yang mendengar pembicaraan tersebut.


Mobil Jiro berhenti di sebuah gudang yang menjadi markas mereka, lalu mereka bertiga memasuki gudang tersebut untuk bertemu kelompok lokal yang telah menyerang sarang vampire di Tianjin.


Xiao Min yang mengikuti mereka berhenti di depan gudang, lalu menyelinap ke dalam gudang. Namun sayang, kehadirannya diketahui oleh pasukan John yang lebih profesional dari kelompok mereka.


Saat John bertemu dengan kelompok lokal itu, dia telah mendapatkan nama-nama mereka dan mengetahui motif mereka yang mendapat instruksi dari guru mereka. John juga telah mengantongi nama guru mereka dan bermaksud untuk menemuinya.

__ADS_1


Ketika tengah berbicara dengan kelompok tersebut, beberapa pasukannya yang menangkap Xiao Min muncul membawanya kepada John


“Xiao Min!” teriak Shi Jiang yang melihat pasukan John menangkap adik seperguruannya.


“Kakak Shi Jiang, kakak Wen Cun” Xiao Min secara tidak sadar mengeluarkan air mata haru melihat mereka baik-baik saja lalu berlari ke arah mereka.


“Kalian saling mengenal?” tanya John


“Iya tuan, ini adik seperguruan kami Xiao Min” sahut Shi Jiang kepada John


“Baiklah, aku akan pergi bertemu guru kalian. Kalian beristirahat dulu di tempat kami ini. Kami akan mengajak kalian dalam pertemuan nanti. Apakah masih ada teman-teman kalian di luar?” tanya John pada mereka


“Kakak, apa orang ini bisa kita percaya?” bisik Xiao Min pada Shi Jiang, namun terdengar oleh John.


“Kalian tidak perlu khawatir, kita berada di pihak yang sama. Kalian bisa mempercayaiku” sahut John membuat mata Xiao Min berkedut malu setelah mengatakan hal tadi


“Baiklah tuan, kami akan mengantarmu untuk bertemu Guru. Di luar masih ada lagi teman-teman kami sedang mengintai sarang vampire tersebut” sahut Shi Jiang


“Xiao Min, tolong antarkan tuan Araga untuk bertemu dengan Guru kita” kata Shi Jiang selanjutnya


“Ok. Kalian bisa berdiskusi dengan Jiro dan Selena untuk menghubungi teman-teman kalian. Panggil mereka untuk datang kemari. Kita akan menjelaskan situasinya pada mereka” sahut John kembali


“Nona Xiao Min, tolong antarkan aku bertemu dengan Gurumu” sahut John


“Ada perlu apa tuan ingin bertemu dengan Guru kami?” tanya Xiao Min penasaran.


“Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan langsung padanya” sahut John


“Baiklah. Aku akan mengantarkanmu” kata Xiao Min


Setelah itu, Xiao Min mengantar John menuju kediaman Guru mereka di kuil yang terletak pada puncak sebuah gunung.


“Tempat yang sangat indah” sahut John, namun Xiao Min tidak menanggapinya.


Akhirnya mereka pun tiba di depan kuil untuk bertemu dengan Guru Xiao Min.

__ADS_1


“Guru, aku datang untuk menemuimu bersama seseorang” kata Xiao Min


Mendengar muridnya Xiao Min datang, Guru Shu Wan lalu keluar dari dalam kuil untuk menemuinya. Matanya menatap tajam ke arah John seakan-akan ingin menyelidiki sesuatu.


Kemudian dia tiba-tiba mengambil senjata Shotgun ditangannya dan menembak ke tubuh John yang membuatnya terjatuh ke belakang.


“Guru, kenapa kamu membunuhnya?” teriak Xiao Min yang terkejut melihat tindakan Gurunya tersebut. Namun dia melihat Gurunya tersebut tersenyum padanya.


“Tenang saja, kamu akan mengetahui sesuatu” katanya.


“Ternyata kamu tidak pernah berubah Shu Wan” tiba-tiba John berdiri kembali tanpa luka di tubuhnya.


“Hahaha... aku bertambah tua, sedangkan kamulah yang tidak pernah berubah tuan” sahut Shu Wan sambil tertawa.


Xiao Min terkejut melihat John tidak terluka karena tembakan tersebut. Logikanya terbalik, kakinya lemas melihat John masih berdiri dengan tersenyum pada Gurunya.


“Tapi kamu harus mengganti pakaianku ini” kata John dengan santai pada Shu Wan


“Tenang saja tuan, aku sudah mempersiapkan segalanya untukmu” sahut Shu Wan


“Guru, kamu mengenalnya?” tanya Xiao Min yang tertegun melihat keakraban Gurunya dengan John.


“Xiao Min, tuan ini adalah orang yang memungut dan merawatku sejak kecil sebelum dia menyerahkanku pada Guruku di kuil ini” sahut Gurunya Shu Wan.


“Apa? Itu tidak mungkin. Bukankah Guru lebih tua darinya?” kata Xiao Min tidak percaya


“Wajah dan tubuhku memang lebih tua darinya, tetapi usianya jauh lebih tua dariku. Hehehe... “ kata Guru Shu Wan sambil terkekeh.


“Xiao Min, dia lah salah satu dari manusia abadi yang pernah aku ceritakan padamu” lanjut Gurunya.


“Apa? Ini tidak mungkin” Xiao Min tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Sudahlah Shu Wan, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Apa kamu tidak mengundangku masuk?” tanya John padanya


“Maaf tuan, mari silahkan masuk ke dalam” ajak Guru Shu Wan mempersilahkan John untuk masuk ke dalam kuil.

__ADS_1


Sementara Gurunya Shu Wan dan John dengan santai masuk ke dalam kuil, Xiao Min masih mematung di halaman untuk mencerna kenyataan yang baru saja dia hadapi.


“Ah, biarkanlah dia berpikir sejenak disana sendiri” kata Gurunya Shu Wan melihat muridnya sendiri yang mematung sambil menemani John masuk ke dalam kuil


__ADS_2