
Keesokan harinya, John mempersiapkan segala suatu yang diperlukan dalam misinya ini. Pakaian serba hitam dengan topeng ski yang hanya memperlihatkan wajahnya dan sebuah pisau.
Pada sore harinya, John berangkat menuju reruntuhan bekas penjara Gulag, tampak di lokasi yang sekarang ini menjadi tempat kunjungan wisata ada sebuah pondok yang menyediakan souvenir tempat itu.
John merasakan petugas-petugas di pondok itu bukanlah orang biasa, namun perawakan mereka seperti para agen yang bertugas menjaga wilayah sekitar penjara tersebut.
Saat hari mulai gelap, John mempersiapkan dirinya yang sudah berpakaian hitam lengkap, bergerak menuju reruntuhan bekas penjara tersebut. Dia mengamati peta blue print yang diberikan, mencari lubang ventilasi dari fasilitas bawah tanah yang ada di reruntuhan tersebut.
Setelah menemukan satu di balik semak, John lalu membukanya dan masuk ke dalam fasilitas melalui lubang ventilasi udara tersebut.
Sesampainya John di dalam ruang bawah tanah, John mencari sebuah kamera pengawas untuk memasukkan alat memanipulasi video dari seluruh kamera pengawas dengan remote di teleponnya.
Kemudian setelah memanipulasi beberapa video kamera sepanjang jalannya, dia mengikuti petunjuk dalam peta menyusuri lorong untuk mencari kantor pengawas penjaranya. Tampak dua orang penjaga tengah duduk santai disana sambil mengamati video pengawasan di sepanjang fasilitas.
John lalu mendobrak masuk, “Siapa kamu” teriak penjaganya yang belum sempat melanjutkan kata-kata mereka, John sudah terlebih dahulu bergerak cepat melumpuhkan mereka berdua. Kemudian John mengawasi semua video yang ada di ruang pengawasan tersebut untuk memastikan posisi para penjaga yang berpatroli.
Kemudian John mencari, kantor Sipir untuk memastikan dimana posisi target yang dicarinya. Tidak ada siapapun di dalam kantor Sipir, John dengan leluasa mencari dokumen untuk mengetahui sel tempat targetnya.
Setelah menemukan posisi target, John lalu bergegas menuju sel tersebut. Di depan sel, John berbisik “Sergei kamu di dalam?”
Sergei yang berada didalam sel segera mendekati pintu dan melihat mata seseorang berpakaian hitam lalu bertanya “Siapa kamu”
“Aku datang untuk mengeluarkanmu. Ada berapa orang anggota sekte disini” tanya John
“Kami ada tiga orang” sahut Sergei.
“Bersiaplah” kata John sambil membuka pintu sel dengan paksa menggunakan kekuatannya.
Pintu pun terbuka, namun satu hal yang tidak diketahui oleh John, bahwa setiap pintu dilengkapi dengan alarm sederhana yang langsung membunyikan suara ke seluruh ruangan bawah tanah tersebut.
Para penjaga mulai ramai berdatangan oleh alarm tersebut, John lalu menggiring ketiga anggota Sekte tersebut ke tempat yang aman dari jalur penyelamatan yang telah dia buat.
Saat melihat rombongan penjaga, John memerintahkan mereka sembunyi dan John menerjang ke arah semua penjaga tersebut yang langsung melumpuhkan mereka. Ketiga anggota sekte itu pun mengambil senjata api dari para penjaga tersebut, kemudian mengikuti John dari belakang.
__ADS_1
Sebelum mereka sempat keluar melalui lubang ventilasi, kembali sekelompok penjaga menemukan mereka. Lalu terjadi tembak menembak diantara mereka, namun John tidak membuang-buang waktu dengan bergerak cepat melumpuhkan para penjaga itu.
Setelah keluar dari lubang bawah tanah, mereka bersembunyi di reruntuhan dan semak sekitarnya. Namun di atas pun para penjaga sudah mulai sibuk mencari keberadaan mereka yang melarikan diri.
Suasana hingar bingar oleh teriakan penjaga dan kendaraan yang lalu lalang di reruntuhan penjara tersebut.
“Kalian pergi ke arah timur, sekitar 500 meter di luar area ini, kalian bersembunyi disana, tunggu aku akan ke arah lain mengalihkan perhatian mereka” kata John.
“Ingat, jika ingin selamat. Tunggu aku. Kamu tahu siapa aku kan Sergei” kata John sambil membuka topengnya yang membuat Sergei menggigil ketakutan kembali.
“Ba..Baik tuan Araga, kami akan menunggumu disana” sahut Sergei
John kemudian keluar dari persembunyiannya, memancing para penjaga pergi mengejar ke arahnya. Dengan gerakan yang cepat, John menghilang dari pandangan para penjaga itu.
Setelah menjauh, Sergei dan para anggota sekte lainnya segera menuju lokasi yang dikatakan oleh John.
Tinggal lagi beberapa langkah menuju lokasi itu, tiba-tiba.
“Hanya tikus-tikus kecil berani kabur dari wilayahku” kata seseorang tinggi besar sambil menyorotkan lampu ke arah mereka bertiga.
“Kalian boleh pilih, kembali ke penjara bersama kami atau pergi ke kuburan” tanya orang itu.
Sergei dan teman-temannya menggigil ketakutan melihat sekelilingnya, tidak tahu harus melakukan apa selain diam disana.
“Cepat, tangkap mere..” belum sempat orang itu mengakhiri ucapannya sebuah bayangan hitam berkelebat menyerang para pasukan yang mengelilingi ketiga orang itu.
“Si..Siapa?” tanya orang itu dengan gugup melihat pasukannya porak poranda satu persatu berjatuhan, lalu dia menembakkan pistolnya ke sembarang tempat.
“Aku mimpi burukmu” sahut John yang sudah berada di belakang orang itu.
Ketika orang itu hendak berbalik, John sudah terlebih dahulu menepuk leher orang tersebut yang membuatnya pingsan dan ambruk ke tanah.
Keadaan hening kembali, John lalu mengajak ketiga orang itu naik ke kendaraan yang dia parkir tak jauh dari tempat itu. Lalu menghilang di kegelapan malam.
__ADS_1
Setelah jauh dari tempat kejadian, John menghentikan kendaraannya lalu menelepon
“Anggotamu sudah bersamaku. Kemana aku kirimkan untuk bertukar.” kata John
“Bagus, kamu memang bisa diandalkan John. Aku akan mengirimkan lokasinya sebentar lagi” sahut Brandon diseberang telepon.
“Ingat. Aku ingin melihat Sasha saat itu” jawab John sambil menutup teleponnya.
Setelah melihat titik lokasi yang ditentukan, John pun berkendara ke tempat tersebut. Disana telah ada sebuah mobil disamping tiga orang yang berdiri dengan pistol mengarahkannya pada seorang wanita yang duduk ditanah. John pun langsung turun dan memastikan bahwa memang benar Sasha yang sedang duduk disana.
“Kamu tidak apa-apa Sasha?” tanya John.
“Aku baik-baik saja John” sahut Sasha.
“Sudah aku katakan, aku bukan orang yang kejam John” kata Brandon sambil turun dari mobilnya.
John lalu melangkah maju mendekati Sasha, “Orang-orangmu berada di mobil itu”
Segera satu orang berlari menuju mobil John untuk memastikan anggota mereka lalu berteriak “Aman bos, mereka bertiga disini”
“Bagus, penukaran yang baik. Kamu boleh membawa Sasha pergi John” kata Brandon.
John pun segera mengangkat Sasha yang tampak lemah dan menggendongnya. “Aku berharap kita tidak akan pernah berurusan lagi” kata John selanjutnya
“Hahahaha... baiklah John” kata Brandon selanjutnya.
John lalu berkelebat lari dan menghilang di balik pepohonan di daerah itu.
“Bos tidak membunuh mereka?” tanya salah satu anak buah Brandon
“Bodoh, aku tidak akan melakukan hal yang sia-sia” kata Brandon sambil menyalakan cerutunya. Lalu merekapun pergi dari tempat itu.
Setelah jauh, John menelepon Jiro untuk mengirimkan penjemputan yang telah mereka atur di lokasi yang telah ditentukan.
__ADS_1