ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 12 | Apa yang sedang kamu lakukan Khaga


__ADS_3

Jiro telah menanti John di depan rumahnya. Setelah mobil Tom memasuki rumah Jiro, mereka bertiga segera memasuki rumah Jiro menuju ke sebuah ruangan khusus di dalam rumah yang merupakan ruang informasi Jiro.


Di dalam ruangan itu tampak dua orang telah berada di sana sedang melihat ke layar komputer. William salah satu bawahan Jiro yang memiliki kemampuan mengolah data informasi di komputer dan Ken, anak kandung Jiro yang berumur sekitar 19 tahun.


Saat melihat John memasuki ruangan, William dan Ken berdiri membungkukkan badannya “Tuan” kata mereka bersamaan.


Jiro segera menyeduhkan kopi panas kepada John dan Tom, lalu menceritakan penemuannya hari ini. John memperhatikan dengan serius penjelasan dari Jiro, yang sesekali William menunjukkan pada layar komputernya.


“Jadi benar Khaga berada di Rumania ya” kata John.


“Aku pernah curiga dalam penelusuranku 50 tahun yang lalu tentang keberadaan mahluk abadi lainnya yang beberapa kali aku temukan kasusnya. Mahluk ini berbeda dengan diriku dan Khaga, dia bisa mati dengan menusuk jantungnya. Sementara aku dan Khaga sudah berkali-sali saling menusuk jantung, tapi kami tetap hidup kembali.”


John dengan gamblang menceritakan identitasnya didepan orang-orang ini yang membuktikan bahwa mereka memang mengetahui keberadaanya yang abadi.


“Apa yang sedang kamu lakukan Khaga?” gumam John sambil merenung


“Apakah mahluk-mahluk ini ada hubungannya denganmu, Khaga?” lanjutnya.


Sementara itu, berjarak setengah kali keliling bumi, nun jauh di daerah Transylvania Rumania. Di sebuah kastil kuno dipedalaman, Khaga tengah berbincang dengan dua orang berpakaian laboratorium di ruangan kerjanya.


Dr. Rocco, kepala tim peneliti nya dan asisten nya Remy wanita berambut merah berkacamata.


“Bagaimana perkembangan Drake?” tanya Khaga kepada kedua orang itu.


“Kondisi Drake sudah mulai stabil, dia bisa menyesuaikan diri dengan baik” kata Dr. Drake.


“Kami juga telah melanjutkan penelitian membentuk pasukan yang dikembangkan dari badan Drake” lanjut Dr. Rocco


“Bagus. Sebentar lagi dunia akan mematuhi perintahku. Aku ingin menciptakan anak-anakku yang seperti Drake di dunia ini. Hahahaha...” kata Khaga sambil tertawa


“Bagaimana ekspedisi Violet? Apa dia telah menemukan petunjuk keberadaan senjata tersebut?” tanya Khaga kembali


“Kami belum menemukan kemajuan lagi dari sejak menemukan kitab tersebut” sahut Remy gugup


“Apa?” bentak Khaga.

__ADS_1


“Panggil Violet segera kemari. Aku ingin mendengar langsung darinya perkembangan mencari senjata itu. Dia telah menemukan saudaraku” kata Khaga geram.


Remy segera melakukan panggilan telepon memanggil Violet menghadap Khaga.


“Tuan, Violet akan sampai disini paling lambat besok siang untuk melaporkan secara langsung perkembangan penelitiannya” lanjut Remy


“Bagus. Berdasarkan buku itu, senjata dari tulang manusia pertama inilah yang akan bisa membunuh Araga” lanjutnya. “Kita harus lebih dulu menemukan senjata ini sebelum Araga mengetahuinya”


“Dr Rocco, kirimkan beberapa orang secara tersembunyi untuk mengintai gerakan saudaraku Araga”


“Remy, panggilkan Drake menghadapku” lanjut Khaga


“Baik tuan” sahut mereka bersamaan lalu bergi


“Araga, ternyata kamu berada di tempat masa lalu kita dan menggunakan nama John” gumam Khaga setelah kepergian dua orang bawahannya.


Sesaat kemudian Drake muncul di depan Khaga.


“Drake menghadap yang mulia” kata Drake sambil berlutut.


“Berkat petunjuk darimu yang mulia” sahut Drake sambil menundukkan kepalanya


“Hahahaha... tapi satu hal yang harus kamu perhatikan, bahwa kamu tidak benar-benar abadi sepertiku. Darahku yang abadi terkumpul pada jantungmu. Jadi kamu harus menjaga jantungmu itu” lanjut Khaga.


“Kamu harus berhati-hati dalam mencari makanan untuk darahku itu. Jangan sampai tercium oleh Araga. Belum waktunya kita untuk bertempur” kata Khaga mengingatkan Drake.


“Araga adalah orang yang mematuhi kesepakatan. Jadi selama dia berpikir kita patuh. Kita akan lebih leluasa bergerak sesuai rencana.”


“Baik yang mulia” sahut Drake


“Ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu, saat kondisimu sudah benar-benar stabil. Pergilah ke Cina. Bantulah Violet mempercepat penemuan senjata itu”


“Baik yang mulia” sahut Drake kembali


“Kamu bisa menghubungi Xu Xu di sana untuk membantumu. Ingatlah jangan bertindak gegabah” kata Khaga selanjutnya

__ADS_1


“Baik yang mulia. Drake akan segera berangkat” sahut Drake


“Pergilah” kata Khaga


Drake pergi meninggalkan Khaga sendirian yang kemudian mengambil sebuah kitab dari dalam bajunya yang bertuliskan “Kitab pertama dunia”.


Kembali ke belahan bumi lainnya, pagi hari berikutnya John yang telah kembali ke kediamannya di apartement pelangi mendengar khabar dari Jiro bahwa Gary telah meninggal dunia.


Segera Jiro menjemput John untuk menghadiri pemakaman Gary di puncak salah satu bukit di timur kota Terrace. Gary dimakamkan disamping istri tercintanya Cynthia sesuai permintaannya.


Dari kejauhan Jiro dan John melihat Sara menangis tersedu-sedu ketika peti mati kakeknya Gary dimasukkan ke dalam tanah. Tampak juga Cindy dan keluarganya hadir dalam upacara tersebut. Setelah upacara pemakaman selesai, keluarga Newman dan kerabat lainnya segera meninggalkan puncak bukit tersebut.


Jiro dan John mulai berjalan mendekati kuburan Gary. John meletakkan sebuah bunga dan tulisan pada batu yang berbunyi “Sahabatku Gary”. Setelah mengucapkan beberapa kata perpisahan, Jiro pun kembali mengantarkan John dengan mobilnya menuju kediaman keluarga Newman.


Keluarga Newman saat ini dalam suasana berkabung, masih banyak tamu-tamu, kerabat yang berkunjung disana. Jiro lalu memarkirkan mobilnya. Kemudian John turun dari mobil berjalan menuju rumah duka diiringi oleh Jiro.


Saat melihat Jiro, seluruh keluarga Newman menyambutnya. Lain halnya dengan John, keluarga Newman mengenal John sebagai seorang anak yang diasuh oleh Jiro dan Gary. Hanya Sara yang memiliki kedekatan dengan John segera berlari dan memeluk John dengan erat sambil menangis.


Kejadian tersebut membuat keluarga Newman terkejut, termasuk Cindy yang berada disana bersama kedua orang tuanya yang dia perkenalkan John sebagai tunangannya. Kedua orang tua Cindy melihat ke arah John, kemudian berpaling pada Cindy.


“Apakah Sara juga dekat dengan John?” tanya Lydia ibunya Cindy.


“I..Iya ma. Kami bertiga sudah sering berkumpul bersama. Sara sudah menganggap John seperti kakaknya” sahut Cindy gugup mencari alasan.


Lili lalu menghampiri anaknya Sara. “Sara, jaga sikapmu didepan kerabat dan sahabat kita. Jangan bergaul dengan orang biasa. Kakekmu pasti tidak menyetujui hubunganmu dengan orang biasa” kata Lili.


Lili tidak mengetahui bahwa kakek Sara sudah memberinya pesan untuk menjadi istri John di masa depan.


“Sara, kakekmu sudah tenang dialam sana. Kamu jangan menangis lagi ya” bujuk John tersenyum sambil melepaskan pelukan Sara.


“Iya, John” sahut Sara.


Sara kemudian menarik tangan John dan menggandengnya untuk masuk ke dalam rumah keluarga Newman.


Cindy pun mendekati mereka, lalu memeluk Sara. Pandangan mata Cindy sedikit galak ke arah John, yang membuat mata John berkedut. Dia cuman bisa menggaruk kepalanya melihat hal itu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, seorang petugas mengantarkan pihak notaris wali untuk membacakan surat wasiat dari Gary kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.


__ADS_2