ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 41 | Pembantaian sarang vampire


__ADS_3

“Kamu pikir semudah itu menangkap kami?” seringai mahluk itu


“Mengapa tidak” kata John membuktikan kata-katanya dengan bergerak secepat kilat menuju ke arah mahluk tersebut kemudian mematahkan kedua kakinya.


Kraak! Kraak!


“Aah, ka..kamu berani” kata mahluk itu gugup sambil berusaha berdiri namun tidak bisa.


John hanya menyeringai dan menatap mata mahluk itu “Antarkan aku ke sarang kalian”


“Baik. Aku akan antarkan” sahut mahluk itu dengan seringai senyum di wajahnya yang dia sembunyikan


Kamu pikir bisa lolos dari sarang kami, kata mahluk itu dalam hatinya


John menarik mahluk tersebut ke dalam rumah, lalu mencari sebilah pedang di koleksi milik keluarga Amelia. Kemudian dia menyeret mahluk itu masuk ke dalam mobil lalu pergi menuju sarang vampire yang ditunjukkan oleh mahluk tersebut.


Mobil menuju ke arah timur Nottingham lalu tiba di sebuah gudang di pinggir kota Norwich. John turun dari mobilnya sambil menyeret mahluk itu dengan pedang menggantung di punggungnya.


Hari masih gelap, namun John tidak mengenal takut menghadapi mahluk vampire sendirian.


“Ini sarang kalian?” tanya John


“Iya. Kamu sungguh berani datang kemari sendirian” sahut mahluk itu


“Apakah disini kalian mengumpulkan sandera kalian?” tanya John kembali.


“Iya. Mereka adalah stok makanan kami. hehehe..” seringai mahluk itu


“Antarkan aku” kata John sambil mendobrak pintu gudang dan melihat sekeliling tempat itu yang sepi, namun bau darah tercium dari segala arah.


John mempertajam indra pendengarannya untuk menyelidiki sekitarnya, lalu dia menemukan erangan, rintihan di bawah kakinya.


“Antarkan aku ke lantai bawah tanah kalian” kata John sambil mengangkat mahluk itu dengan mencengkeram lehernya.


Mahluk itu lalu menunjuk ke sebuah pintu di sebelah kanan. John lalu menyeret mahluk itu kembali ke arah yang ditunjuknya.


“Apakah ini pintu masuk dan keluar satu-satunya?” tanya John.


“Iya” sahut mahluk tersebut yang masih merintih.


John lalu memasuki pintu tersebut lalu menguncinya dari dalam dan untuk menghindari mahluk keluar dari sana.


“Hehehe.. kamu sungguh berani mengunci pintu keluar untukmu menyelamatkan diri” seringai mahluk itu kembali


“Aku hanya tidak mau kalian kabur dari sarang kalian ini” kata John acuh.

__ADS_1


“Hehehe.. kamu pikir kami akan kabur? ada puluhan saudara-saudara kami di bawah sana”


“Kamu akan menyesalinya nanti” lanjut mahluk itu


“Kita lihat siapa yang akan menyesal nantinya” sahut John sambil menyeret mahluk itu menuruni tangga menuju ruang bawah tanah.


Ruang bawah tanah dengan penerangan lampu yang samar-samar, John merasakan puluhan mahluk dengan mata tajam melihat ke arah mereka.


Di ujung ruangan terdapat kurungan besi, tampak beberapa orang keluarga Amelia berada disana termasuk para pekerjanya.


Sudut ruangan terdapat sebuah kursi dan duduk seorang mahluk yang sedang menikmati gigitan leher seorang wanita. John tertegun melihatnya, dia tidak jelas melihat wajah wanita itu.


Dari balik kurungan besi, sebuah suara lemah terdengar oleh John “Tuan, akhirnya kamu datang juga”


John melihat ke arah kurungan, tampak Amelia berada diantara orang-orang disana, membuat hatinya lega. Namun melihat sekitarnya yang penuh mahluk sedang bersantap dan bau darah mengalir membuat mata John memerah terbakar oleh kemarahan.


“Siapa kamu berani datang mengantarkan nyawa kesini” kata lelaki yang duduk di ujung ruangan.


“Aku adalah malaikat pencabut nyawa kalian” sahut John yang membuat ledakan tawa mahluk-mahluk di ruangan itu.


“Kamu masih berani bicara omong kosong disini” kata mahluk itu sambil berdiri mendekati John yang diikuti oleh semua mahluk di ruangan itu.


John tidak banyak bicara lalu menusukkan pedangnya ke jantung mahluk yang diseretnya dan membuat mahluk itu mati mengenaskan.


“Serang dia! biarkan dia tersiksa sebelum membunuhnya” perintah mahluk yang memimpin


Beberapa mahluk menyerang ke arah John, bergerak dengan cepat, namun tidak disangka John bergerak lebih cepat dari mereka dan menusuk semua penyerangnya tepat di jantung mereka.


Jleb! Set! Set!


Satu persatu mahluk itu terjatuh dengan mata tidak percaya akan menemui kematian yang begitu cepat.


“Si..Siapa kamu” mahluk yang memimpin gemetar ketakutan.


John tidak banyak bicara langsung bergerak kembali menyapu bersih seluruh mahluk di ruangan itu dengan pedang ditangannya.


Hanya butuh waktu lima menit bagi John untuk membantai seluruh mahluk di ruangan itu dan hanya menyisakan pemimpin kelompok tersebut. Lalu John mendekatinya dengan pedang berlumuran darah dan tatapan yang tajam.


“Jangan mendekat” kata mahluk itu dengan gemetaran.


“Katakan namamu. Siapa di belakangmu. Apa yang tujuanmu” kata John sambil mendorong mahluk itu dengan pedang ke dinding dibelakangnya.


Pedang itu menusuk hanya beberapa inci di sebelah jantung mahluk itu, yang membuatnya menjerit kesakitan, namun tidak membunuhnya.


“Aku akan katakan” sahut mahluk itu

__ADS_1


“Aku Alexi. Kami kelompok region Inggris Raya. Aku berada di bawah Hector wilayah Eropa. Kami bermaksud menambah kekuatan pasukan di wilayah ini.”


“Apakah hanya itu?” tanya John kembali.


“Kami juga diminta mengumpulkan permata di daerah ini dan menyerahkannya pada Hector”


“Ada berapa sarang kalian di Inggris?” tanya John kembali.


“Ada empat, tiga lainnya ada di Glasgow, Belfast dan Cardiff” sahut Alexi


John lalu menghubungi Jiro dan Selena memberikan informasi lokasi sarang vampire kepada mereka. Lalu memintanya mengirimkan kendaraan untuk membebaskan sandera di lokasi Norwich.


“Dimana permata yang berhasil kalian kumpulkan?” tanya John kembali


“Kami sudah menyerahkannya pada Hector” sahut Alexi yang masih gemetaran.


“Dimana lokasi Hector?” tanya John


“Kami tidak tahu, Hector mengirimkan orangnya datang kemari mengambil barang-barang tersebut” kata Alexi kembali.


“Baiklah, aku rasa sudah cukup informasi darimu. Kamu bisa pergi sekarang” kata John sambil menggerakkan pedangnya ke arah jantung Alexi yang membuatnya meraung tidak mempercayai kematiannya.


John tidak memberikan belas kasihan sedikitpun pada mahluk-mahluk itu, pada dasarnya mereka sudah mati, John hanya membersihkan mahluk sampah itu.


John lalu membebaskan para sandera dalam kurungan besi di ruangan itu, kemudian menyuruh mereka keluar dari ruangan itu.


Amelia yang lemah berjalan ke arah John “Terima kasih tuan, kamu menyelamatkan kami” lalu terkulai pingsan.


John mengangkat tubuh Amelia menuju mobil, kemudian dia membakar seluruh ruangan gudang itu lalu meninggalkan lokasi sarang tersebut bersamaan dengan mobil jemputan para sandera yang dikirim oleh Jiro.


John lalu mengantar seluruh sandera beserta Amelia ke mansion milik keluarga Amelia kemudian meninggalkan mereka.


John merasa keberadaannya di Inggris sudah berakhir, lalu dia pun pergi meninggalkan Inggris menuju Istanbul Turki untuk menemui Selena.


Di rumahnya, John menceritakan seluruh kejadian di Inggris pada Selena. Lalu mendiskusikan masalah itu.


“Selena, kirimkan mata-mata untuk menyelidiki tempat sarang Hector ini. Minta bantuan Sasha untuk turut menyelidikinya” kata John.


“Kita harus bergerak cepat, karena lawan sudah mulai menyebarkan pasukan mereka di seluruh tempat di dunia” lanjut John serius dengan mengkerutkan keningnya.


“Aku akan kembali ke Amerika menemui Jiro kemudian ke Brasil”


“Aku harap kamu dan Sasha bisa meredam pergerakan mahluk ini di Eropa”


“Baik tuan” sahut Selena lalu bergegas melakukan pengaturan.

__ADS_1


__ADS_2