
“Tuan Khaga saja tidak bisa membunuhnya. Apa yang membuatmu percaya diri untuk bisa membunuhnya Drake?” tanya VIolet sambil mengambil gelas anggurnya.
“Aku memang tidak bisa membunuhnya, tapi aku juga bisa menghabisi orang-orang dekatnya seperti dia menghabisi orang-orangku” sahut Drake dengan geram.
“Benar tuan, aku siap membantumu tuan” kata Guerra
Drake melirik ke arah Guerra, lalu bergerak secepat kilat sudah memegang lehernya dan mengangkat tubuh Guerra yang besar dengan satu tangannya.
“Apa yang membuatmu berpikir aku akan memberimu kesempatan lagi?” tanya Drake dengan mencengkeram leher Guerra dengan tangan kirinya.
“Demi keselamatanmu sendiri, kamu meninggalkan orang-orangmu dibantai di sarangmu. Kamu benar-benar pengecut” kata Drake.
“A..Ampun tuan, aku hanya berusaha untuk memberikan laporan pada nona kesini” sahut Guerra dengan menggigil ketakutan.
“Lebih baik kamu mati disana daripada bersembunyi kesini dengan dalih melapor. Aku tidak mentolerir seorang pengecut” kata Drake sambil menusuk jantung Guerra dengan tangannya, lalu menghancurkannya.
Degh!
Bersamaan dengan hancurnya jantung Guerra, nafasnya pun habis di bunuh oleh Drake.
“Orang tidak berguna” kata Drake selanjutnya
Violet yang menyesap anggurnya sedikit terkejut dengan gerakan Drake, namun dia tahu sifat dan karakter Drake. Bagaimanapun juga Drake adalah tangan kanan Khaga yang membangun pasukannya, sedangkan dirinya Violet adalah tangan kiri penasehat ahli Khaga yang saat ini memimpin tim ekspedisi untuk mencari senjata pusaka.
“Kita sudah mendapatkan dua permata. Aku sudah minta pada tuan Khaga untuk memberikanmu waktu enam bulan lagi untuk menemukan senjata dan permata lainnya.” kata Drake sambil berjalan mendekati Violet.
“Dalam enam bulan, ketemu atau tidak senjata itu, kita akan melakukan penyerangan di seluruh dunia. Pasukanku sudah lelah menunggu perintah untuk menyerang” lanjutnya.
“Baik. Aku akan menemukan senjata itu dalam enam bulan ini” kata Violet.
“Aku akan kembali ke Cina dan mulai menyebarkan pasukanku ke seluruh dunia. Ada baiknya dalam enam bulan kamu kembali ke Rumania untuk berlindung” kata Drake sambil berjalan keluar dari ruang kerja Violet.
Setelah Drake menghilang, Violet membanting gelas anggurnya. Lalu matanya memerah karena kesal.
__ADS_1
“Sialan kamu Drake. Hanya darah yang selalu kamu pikirkan Drake. Suatu saat kamu akan mendapatkan darahmu sendiri yang mengalir” gumam Violet dengan geram.
Meskipun Violet dan Drake sama-sama anak buah Khaga, namun Violet selalu bertentangan dengan keputusan yang dilakukan oleh Drake. Kemudian Violet menghubungi John “Halo tuan”
“Aku akan menunggumu besok di hotelku” kata Violet lalu menutup telepon dan mengirimkan lokasi hotelnya pada John.
Keesokan harinya John yang diantar oleh Diego menuju bandara, menerima telepon dari Luciana “Halo tuan”
“Ada apa Luci? tanya John
“Kami tidak bisa menghubungimu dalam beberapa hari terakhir, kami ingin mengajak tuan untuk makan bersama sebagai ucapan terima kasih” kata Luciana sambil tersipu di seberang telepon
“Lain kali aku akan makan bersamamu Luci, aku sedang dalam perjalanan menuju Peru” sahut John
“Peru?. Maaf tuan mengganggu perjalananmu. Baik, aku akan menunggumu tuan” sahut Luciana sedikit kecewa lalu menutup teleponnya.
Sebuah panggilan dari Jiro memanggil John “Bagaimana Jiro?” tanya John
“Kami belum mendapat informasi dari mata-mata di Peru tuan, apakah tuan sudah dalam perjalanan kesana?” tanya Jiro
Pesawat John segera berangkat menuju Peru dari Rio, namun pikiran John masih khawatir dengan tidak terjawabnya telepon dari ketiga temannya di Peru.
Setibanya di Peru, John menerima telepon dari Amelia yang mengatakan bahwa dirinya dan Luciana berencana untuk berangkat ke Peru bertemu dengan teman kolektor barang antik yang membuat mata John berkedut mendengarnya.
“Kenapa kalian ikut ke Peru?” pikir John menghela nafasnya.
Begitu turun dari pesawat, John segera menuju lokasi hotel yang dikirimkan oleh Violet padanya. Kemudian dia melakukan pertemuan di restoran di dalam hotel tersebut.
Tak lama menunggu, Violet pun datang ke restoran bertemu dengan John. “Halo tuan Araga” sapanya sambil tersenyum lalu duduk di seberang John.
“Katakan apa yang terjadi?” kata John dengan tenang sambil menikmati tehnya.
“Baiklah, tuan memang tidak suka berbasa-basi.” senyum Violet
__ADS_1
“Seminggu yang lalu,Drake datang ke Peru hingga tadi pagi dia telah kembali ke Cina” lanjutnya
“Drake?” tanya John.
“Iya, tangan kanan tuan Khaga. Vampire pertama ciptaannya.” lanjut Violet kembali
“Drakelah yang menginfeksi manusia lainnya menjadi vampire, kemudian selanjutnya mereka melanjutkan infeksi ke manusia berikutnya dan seterusnya. Drake memiliki penciuman yang tajam, juga naluri yang tajam seperti serigala. Jadi ketika Drake bilang akan berkunjung kesini, aku mengirimkan beberapa orang baru ke Mesir untuk bergabung disana, termasuk Sara dan Cindy”
“Drake selama ini sering merekrut pasukannya diantara anggota tim ekspedisi yang susah payah aku cari dan aku tidak bisa mengawasi tim ku setiap saat. Jadi aku mengirimkan Sara dan Cindy keluar Peru agar tidak diambil oleh Drake” sahut Violet dengan menghela nafasnya.
“Dia orang yang haus darah, sengaja mengacaukan ekspedisiku agar bisa segera menyerang ras manusia di dunia. Dia hanya mendengar perintah dari tuan Khaga, kadang aku sendiri kewalahan untuk menghalanginya”
“Kenapa aku tidak bisa menghubungi mereka?” tanya John
“Sepertinya ada masalah komunikasi di lokasi mereka di Mesir. Kami sedang melakukan penelitian di beberapa makam kuno di sana. Terakhir kami menemukan sebuah naskah kuno di Peru yang menyebutkan soal kristal darah, pengawetan mayat serta umur panjang di daerah yang sekarang disebut Mesir.”
“Ini aku berikan dua buah kristal darah untuk tuan periksa. Satu ini dari daerah Amazon warna merahnya agak cerah. Satu ini kami temukan bersama naskah kuno itu, warna nya agak berbeda lebih pekat dan kehitaman.” lanjut Violet sambil memberikan kedua kristal darah itu kepada John.
John mengamati kedua kristal darah tersebut, dia melihat aura yang berbeda pada kedua kristal darah itu, terutama kristal darah yang ditemukan di Peru, aura nya mirip dengan aura permata yang membuatnya hangat dan nyaman. Namun kekuatannya lebih kecil.
“Kemungkinan ini terhubung dengan asal batu permata ini” pikir John.
“Kristal darah yang ditemukan di Peru, menurut naskah kuno, benda ini dibawa dari tempat di sekitar Alexandria, Mesir. Saya tidak memiliki pemahaman tentang permata seperti tuan Araga, namun saya memiliki intuisi bahwa kristal darah ini berhubungan dengan permata yang kita cari. Untuk itulah kami melanjutkan tim ekspedisi ke Mesir” lanjutnya
“Saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya di sini, dan saya akan berangkat ke Mesir dalam dua hari berikutnya. Apakah tuan bersedia berangkat bersama saya?” godanya pada John.
“Terima kasih. Saya akan berangkat sendiri setelah menyelesaikan sesuatu di Peru.” sahut John sambil berdiri.
“Ohya, apakah kamu tahu ada vampire yang melarikan diri kesini dari Amazon?” tanya John
“Apakah tuan yang telah menghancurkan sarang mereka di Brasil?” tanya Violet tersenyum.
“Orang yang melarikan diri sudah dibunuh sendiri oleh Drake. Dia paling benci dengan orang pengecut” jawab Violet kembali.
__ADS_1
“Orang seperti apa Drake ini? Bahkan bawahannya sendiri bisa dia bunuh” pikir John sambil berlalu meninggalkan Violet