ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 46 | Kamu sudah mulai tumbuh dewasa


__ADS_3

“Kekuatan diri ini bukan karena keabadian. Aku melatih kekuatan dalam diriku ini sejak aku masih kecil” ujar John kepada pasukannya.


“Manusia memiliki kelebihan karena pikiran dan perasaan. Kelebihan ini bisa membangkitkan semangat, membangkitkan aura, aura inilah yang kita manfaatkan menjadi kekuatan” lanjutnya


“Selama aku disini, kita akan melatih memanfaatkan aura ini untuk meningkatkan kekuatan kalian” kata John yang membuat semangat para pasukannya yang hadir di ruangan menjadi meluap.


Setelah memberikan beberapa petunjuk latihan, pertemuan hari itu diakhiri dengan kegembiraan dan semangat yang baru bagi para prajurit John.


John kemudian diantar ke kamp pelatih oleh komandan Diego untuk beristirahat.


Ketika hendak memejamkan matanya, telepon John berdering “Luciana”.


“Halo tuan” kata Luciana dari seberang telepon


“Ada apa Luci?” tanya John


“Maaf mengganggumu tuan, besok hari ulang tahun ibu saya, jika tuan ada waktu malamnya kami mengadakan pesta ulang tahun. Apakah tuan bisa datang?” tanya Luciana


“Baiklah Luci, aku akan datang esok malam” sahut John.


“Terima kasih tuan” kata Luciana dengan gembira.


Sekitar jam 10 malam, John memerintahkan para jendralnya untuk membangunkan pasukannya dan berlatih. Latihan fisik di malam hari terasa lebih berat di dalam hutan, dikarenakan pengaruh oksigen malam hari lebih sedikit yang menyebabkan manusia mengantuk.


Namun, John ingin membiasakan pasukannya untuk bertempur di malam hari, karena pertempuran melawan vampire tidak mungkin pada siang harinya. Sementara pada siang hari akan bertempur sesama manusia dari pasukan Khaga. Inilah hal berat yang akan dilalui oleh pasukan John dalam pertempuran di masa mendatang.


Keesokan harinya, rutinitas latihan fisik dan aura kembali di lakukan dari pagi hingga sore harinya, hanya dibatasi oleh istirahat makan dan tidur secukupnya. Dengan seiring meningkatnya aura hasil pelatihan, maka kebutuhan tidur akan semakin sedikit namun kualitas tidur akan lebih baik.


Malamnya, John meminta Diego mengantarnya ke kediaman keluarga Lemann di Santa Cruz. Ketika tiba di mansion Luciana sudah terlihat menunggu kedatangan John, begitu melihat John turun dari mobil, dia langsung menghampirinya.


“Senang melihatmu bisa datang tuan” kata Luciana dengan gembira

__ADS_1


“Tentu. Aku pasti datang Luci” sahut John dengan senyuman


“Mari tuan kita masuk ke dalam” ajak Luciana sambil menggandeng tangan John untuk masuk ke dalam mansion


Luciana lalu mengantar John menuju sebuah ruangan aula yang cukup besar di sebuah bangunan di belakang bangunan utama. Tampak para tamu sudah hadir di sana, terlihat ibu Luciana yang berpakaian anggun menyapa para tamu yang hadir.


“Kamu sudah datang tuan” kata Ibu Luciana begitu melihat John memasuki ruangan itu.


“Selamat ulang tahun nyonya” kata John kepada Ibu Luciana


“Terima kasih tuan, kalau begitu acara bisa di mulai” kata Ibu Luciana.


Kemudian acarapun di mulai, dan para tamu bergantian mengucapkan selamat kepada Ibu Luciana. Sebagaian besar dari mereka adalah kerabat jauh dari keluarga Lemann dan juga partner bisnis keluarga Lemann. Jadi John tidak begitu terlalu peduli untuk bergaul dengan mereka.


John memilih untuk duduk menyendiri di salah satu meja dan menikmati hidangan yang disiapkan.


“Anda datang juga tuan” tiba-tiba sebuah suara tidak asing datang mendekati John


“Putri, Bagaimana kondisimu?” tanya John.


“Sudah membaik, semua berkat anda tuan. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih padamu” sahut Amelia sambil menundukkan kepalanya, tampak rona merah di wajahnya yang tersembunyi.


“Duduklah putri. Ceritakanlah apa yang terjadi” tanya John.


Putri Amelia lalu duduk di depan John kemudian mulai menceritakan kisahnya hingga keluarganya diculik oleh vampire. Lalu selanjutnya tentu saja John sudah mengetahuinya.


“Maafkan aku tuan, walaupun aku sudah berusaha menyembunyikan kepada polisi tentang tuan, tapi jumlah saksi cukup banyak yang melihat kejadian tersebut” kata Amelia sambil menundukkan kepalanya.


“Tidak apa-apa Amelia. Aku bisa mengurus hal itu” sahut John sambil tersenyum.


Memang pada kejadian di Inggris, Amelia sendiri yang tidak mengungkapkan pada polisi identitas John. Polisi mendapatkan wajah dan nama John Araga dari sketsa yang dibuat berdasarkan saksi yang disandera oleh para vampire. Serta beberapa foto jarak jauh dari video pengawasan di sekitar tempat kejadian.

__ADS_1


Polisi kemudian menyebarkan pencarian terhadap diri John ke seluruh Inggris, hingga negara-negara lain di dunia. Namun tim Jiro dengan cekatan membuat tindakan untuk menghapus data dan informasi mengenai kejadian tersebut. Walaupun dapat di tangani oleh tim Jiro, tapi informasi John sudah sempat menyebar ke seluruh dunia. Sehingga beberapa agen rahasia negara-negara di dunia sudah mendapatkan informasi tersebut sebelum dihapus oleh tim Jiro.


DI Rusia, Sasha langsung menghapus informasi tentang kejadian tersebut begitu melihatnya, di Turki, Amerika dan Kanada juga. Namun negara-negara lain di dunia mungkin sudah waspada dengan keberadaan John.


Jadi, tindakan John untuk ke Amerika Latin, adalah untuk bersembunyi sementara agar meredakan situasi pencarian terhadap dirinya sambil melatih pasukannya untuk siap dalam pertempuran.


Amelia yang duduk di depan John, tampak sedikit berubah sejak mengalami kejadian saat itu. Dia yang biasanya bersikap angkuh dan terlalu percaya diri, sekarang menjadi rendah diri dan sedikit waspada dengan sekitarnya. Amelia juga membekali diri dengan pisau di balik pakaiannya, serta mulai belajar bela diri untuk mempertahankan dirinya dari kemungkinan seperti itu kembali.


John tersenyum melihat kewaspadaan Amelia saat ini, kemudian mata mereka tidak sengaja bertemu yang membuat wajah Amelia merona merah. John juga sedikit berkedut lalu menoleh ke arah yang lainnya.


“Tuan, apakah aku boleh menanyakan sesuatu hal” tanya Amelia kemudian.


“Siapakah anda tuan?. Mengapa tuan begitu kuat dengan mudah membunuh puluhan vampire sendiri? Ini sangat diluar nalar kami tuan” kata Amelia


“Aku memang sangat kuat putri, dan perang menghadapi vampire bukan hanya aku hadapi saat itu saja. Aku sudah berkali-kali menghadapinya” kata John dengan ringan


“Apakah kamu dari semacam kelompok pembasmi vampire” sahut Amelia memotong kata-kata John.


Mata John berkedut lalu dia tersenyum ringan berkata “Yah, semacam itulah”


“Bolehkah aku ikut bergabung?” tanya Amelia kemudian dengan penuh harap


“Hmm.. gimana yah” sahut John sambil menggaruk kepalanya.


Sebenarnya John merasa tidak enak seorang putri yang seharunya anggun, penuh tata krama, kesopanan dan aturan harus dijadikan petarung untuk menghadapi vampire.


“Ayolah tuan, aku sudah belajar sedikit bela diri. Sejak kejadian itu, aku sadar bahwa apapun status yang aku miliki saat ini tidak bisa melindungi diriku. Jadi aku hanya berharap bisa melindungi diriku sendiri di masa depan.” kata Amelia dengan serius dan semangat.


Kamu sudah mulai tumbuh dewasa, pikir John.


Suatu kejadian yang menimpa manusia merupakan pembelajaran hidup dan jika bisa menjadikannya titik balik dalam pola pikirnya, saat itulah manusia sudah tumbuh menjadi lebih dewasa dalam pemikiran.

__ADS_1


__ADS_2