ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 58 | Playboy cap kapak


__ADS_3

Alexandria, Mesir. Sebuah kota pelabuhan di Mesir utara yang merupakan sebuah kota kuno yang sudah ada sebelum Masehi.


Pesawat yang tumpangi oleh John mendarat di Alexandria setelah transit melalui Kairo sebelumnya. Kemudian John keluar dari bandara yang telah dijemput oleh seseorang dari hotel di kota Alexandria


John pun segera menuju ke hotel tersebut, lalu dia menelepon Violet dan mengatakan dirinya sudah tiba di Mesir.


Violet lalu mengirimkan lokasi ekspedisinya kepada John. Kemudian John pun bergegas berangkat menuju lokasi tersebut.


Tiba di lokasi penelitian tim ekspedisi new world, John melihat banyak arkeolog tengah meneliti hasil penggalian dari pekerja penggali di mesir. Sekilas dia melihat Ken diantara rombongan peneliti itu yang kemudian mengangguk ke arahnya, lalu kembali bekerja.


John kemudian melihat sekelilingnya mencari dimana tempat para peneliti lainnya. Lalu matanya melihat ke arah dua orang wanita yang sedang serius meneliti beberapa bongkahan batu yang di dapat dari penggalian di tempat itu.


Kemudian John berjalan ke arah kedua wanita itu.


“Kalian serius sekali bekerja” kata John kepada mereka


“John, kamu disini” teriak Sara dengan gembira lalu berlari mendekati dan memeluk John yang membuat wajah John menjadi merah merasakan darahnya melonjak naik ke kepala.


Cindy berjalan dengan anggun ke arah John lalu mendekati wajahnya dan memberikan John kecupan di pipinya. Sederhana tapi berkesan. Mata John berkedut tidak bisa menghindarinya karena dirinya sedang dipeluk oleh Sara.


Sara yang melihat kejadian itu menjadi sedikit kesal, lalu terlihat cemberut memandang ke arah Cindy. Kemudian dia pun membalas dengan mengecup bibir John, yang kemudian membuat merah pipi Cindy.


John merasa tidak berdaya setelah mendapatkan serangan tiba-tiba dari kedua mahluk cantik ini. Badannya merasa panas dingin secara tiba-tiba dan darah mengalir deras menuju kepalanya.


Dengan perlahan John mulai melepaskan diri dari pelukan Sara.


“Aku datang kemari karena khawatir tidak bisa menghubungi telepon kalian berdua hingga saat ini” jelasnya.


“Namun aku sudah merasa lega karena melihat kalian sehat dan tidak kelihatan kesulitan dalam bekerja disini” lanjutnya


“John, sepertinya ini ekspedisi terakhirku di Mesir. Aku harus kembali ke Amerika untuk menyelesaikan tugas akhirku” kata Sara.


“Maukah kamu menemaniku kembali nanti di Amerika” pinta Sara dengan wajah memelas.

__ADS_1


Cindy yang melihat wajah Sara segera menyahut “Kamu bukan anak kecil yang harus selalu dijaga adikku yang manja”


“Aku juga akan kembali ke Amerika setelah beberapa tugas selesai disini. Masa cutiku sudah hampir habis, aku harus kembali mengajar ke kelas” kata Cindy kembali.


“Sepertinya aku juga harus kembali ke Kanada untuk mengatur pernikahanku dengan tunanganku segera setelah kembali sebelum direbut oleh orang lain” kata Cindy dengan tersipu malu.


“Tunangan? Sejak kapan kak Cindy punya tunangan dan tidak bercerita padaku?” sahut Sara dengan kaget.


“Loh, bukannya kamu sudah tahu siapa tunanganku?” kata Cindy sambil menunjuk kearah John.


“Enak aja. Aku telah berjanji pada kakekku sebelum meninggal kalau aku harus menjadi istri John” teriaknya kepada Cindy.


“Tidak boleh. Dia sudah lebih dulu menjadi tunanganku” kata Cindy sambil menyilangkan tangannya didadanya.


John yang merasa pusing mendengar pertengkaran mereka, perlahan mundur menjauh dari kedua wanita tersebut.


“John, jangan kabur. Siapa dari kami yang kamu pilih?” teriak Sara dan Cindy hampir bersamaan lalu menoleh ke arah John.


“Anu.. aku belum menentukan siapa yang akan aku pilih” sahut John dengan gugup menghentikan langkahnya.


Violet tertawa cekikikan dalam hatinya melihat situasi ini.


“Ohya John, aku dengar Luciana dan Amelia juga mengikutimu ke Mesir ini setelah kalian bersama di Brasil” goda Violet sambil berlalu meninggalkan John


“Sekalian bunuh aja aku Violet” bisiknya pada Violet


“Aku tidak akan melakukan tindakan sia-sia seperti itu tuan. Hehehe.. tapi hal ini lebih menarik daripada membunuh anda” bisik Violet kepadanya.


“Luciana? Amelia? Siapa lagi itu. Setelah kami, lalu Sasha, sekarang ada lagi mereka?” kata Cindy.


“Dasar playboy cap kapak!” sahut Sara lalu pergi meninggalkan John bersama Cindy


“Ah, melihat sisi positif setidaknya mereka sudah tidak berantem lagi” gumam John dengan nafas lega melihat kepergian Cindy dan Sara meninggalkannya.

__ADS_1


Sungguh pusing John bila memikirkan tingkah wanita yang dia kenal, terutama Violet yang memang sengaja memancing diair keruh menggoda dirinya.


Sudahlah pikir John. Aku harus kembali fokus pada kristal darah hitam dari alexandria ini.


Kemudian John pun kembali ke hotelnya dan menerima telepon dari Amelia yang mengatakan mereka juga telah sampai di Kairo. Lalu dia mengajak John untuk bergabung bersama mereka menemui temannya di Kairo Mesir malam ini.


Tepat ketika hendak keluar hotel, Sara dan Cindy telah muncul dihadapan John untuk mengajaknya makan malam.


“Kamu mau kemana John?” tanya Cindy


“Aku mau menemui seorang kolektor dari Mesir ini di Kairo” sahut John dengan polos


“Bolehkah kami ikut? Ada sesuatu yang juga ingin kami bicarakan denganmu. Tadi di lokasi ekspedisi, kami tidak bisa menjelaskannya” sahut Sara


“Baiklah, ayo kita berangkat” kata John sambil menaiki mobil dan mengendarainya menuju Kairo Mesir sekitar dua jam lebih dari Alexandria.


“Aku telah mengirimkan pesan padamu John, bahwa kami menemukan sesuatu di Peru. Apakah kamu ingat? kata Sara.


“Iya. Ceritakanlah” sahut John


“Kami menemukan sebuah batu permata yang disebut dengan kristal darah. Dan aku telah mengujinya dengan Cindy secara khusus, dan kristal darah ini memberikan efek yang luar biasa kepada manusia. Dengan beberapa dosisi tertentu, dia bisa membuat sel manusia melakukan regenerasi sel dalam tubuhnya” lanjut Sara


“Ini merupakan salah satu penemuan penting tentang keabadian atau Umur Panjang” sahut Cindy menambahkan.


“Mungkin untukmu, keabadian ini terkesan tahayul tapi percayalah, apa yang kami temukan ini benar-benar bisa membuat regenerasi sel manusia.” lanjut Sara


John terbatuk mendengar penjelasan Sara dan Cindy, “Aku percaya pada kalian”


“Sebaiknya kalian menjaga penemuan kalian ini, jangan menyebarluaskannya. Karena disamping mendatangkan penghargaan dunia atas keabadian, kalian akan menghadapi mara bahaya dari orang-orang yang mengejar keuntungan dari penemuan tersebut.” Sahut John.


“Jika kalian mempercayai tentang keabadian. Apakah kalian percaya pada vampire?” tanya John


Cindy dan Sara sama-sama tertawa mendengar pertanyaan John. “Meskipun kami mempercayai tentang keabadian, tapi kami tentu saja tidak percaya tentang mitos keberadaan vampire yang menghisap darah manusia. Itu hanya cerita fiksi yang dibuat dalam novel-novel saat ini.

__ADS_1


“Baiklah.” kata John sambil mengendarai mobilnya memasuki kota Kairo lalu berhenti di depan sebuah restoran bintang lima.


Tampak di dalam restoran duduk tiga orang wanita cantik yang tengah berbincang, lalu melambaikan tangannya ke arah John yang dilihat datang oleh mereka.


__ADS_2