ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 16 | Kamu ternyata ada disini John


__ADS_3

Setelah upacara pembukaan yang singkat dan sederhana, konferensi pun dimulai.


Tim ekspedisi new world mempresentasikan kegiatan mereka dalam melakukan penelitian untuk menemukan dan mengumpulkan benda-benda bersejarah di seluruh bagian dunia. Mereka mengatakan bahwa mereka menemukan sebuah buku kuno yang mereka tampilkan pada layar, memberikan petunjuk tentang keberadaan sebuah artifak kuno yang bisa mengubah ilmu pengetahuan dan kehidupan di dunia ini.


Lebih lanjut mereka tidak menjelaskan secara detailnya. John memperhatikan setiap informasi yang dia terima dari presentasi tersebut. Juga diperkenalkan kepala Tim ekspedisi itu bernama Dr. Jasper yang sudah cukup terkenal di dunia arkeologi.


Pada intinya mereka mengatakan bahwa mereka mencari sesuatu dengan meneliti kembali setiap penemuan di lokasi peninggalan sejarah yang ada sesuai petunjuk di dalam buku tersebut.


“Kami mencari sebuah pisau yang terbuat dari tulang manusia pertama” bisik Anthony yang merupakan anggota ekspedisi tersebut kepada Cindy yang duduk disebelahnya.


“Pisau?” tanya Cindy.


“Informasi ini bersifat rahasia, jadi tolong jangan disebarkan kecuali kepada anggota ekspedisi” lanjut Anthony kembali sambil memberikan gerakan menutup mulut.


“Baiklah” sahut Cindy selanjutnya untuk lebih mengorek informasi dari mulut ember Anthony.


“Pisau yang terbuat dari tulang manusia pertama tersebut, merupakan kunci untuk sebuah keabadian” lanjutnya.


“Keabadian” potong Cindy selanjutnya sambil lebih mendekat kepada Anthony untuk mendengar lebih banyak.


“Iya. Umur panjang. Pisau tersebut memiliki bentuk sederhana, dengan lima buah lubang di mata pisau yang sepertinya tempat permata” ucap Anthony selanjutnya.


“Aku berada di tim yang mencari permata tersebut. Kami sudah memiliki satu buah permatanya. Jadi kami sedang mencari empat permata lagi” kata Anthony dengan bangga.


“Permata” gumam Cindy sambil menoleh ke layar presentasi yang hampir berakhir dan menampilkan kontak person jika ingin bergabung.


“Jika kamu mau ikut bergabung, aku bisa merekomendasikan dirimu Cindy” lanjut Anthony.


“Setelah presentasi ini, konferensi akan membuka pendaftaran bagi mereka yang ingin bergabung dengan tim ekspedisi ini. Banyak benefit yang diperoleh dari penelitian ini. Aku berharap kamu bersedia untuk ikut bergabung Cindy.” kata Anthony membujuknya.


Setelah presentasi dari Tim Ekspedisi berakhir yang di pimpin oleh Dr. Jasper. Acara kemudian dilanjutkan oleh penyampaian seseorang dari pihak New World Company.


Tampak kemudian muncul yang sudah dikenal oleh Cindy, Violet berjalan menaiki panggung di depan para hadirin yang ada.


Violet diatas panggung mulai melihat sekelilingnya, dan pandangannya terhenti pada Cindy yang terlihat diantara pada hadirin. Dia pun tersenyum. Lalu mulai melanjutkan memberikan pemaparan tentang tujuan mulia dari ekspedisi ini yang membuat para arkeolog yang hadir merasa bersemangat termasuk Cindy dan Sara.


Hanya John yang memperhatikan dengan seksama segala informasi yang disampaikan dalam konferensi ini dengan sesekali melihat sekelilingnya mencari-cari sosok yang mungkin dia kenali.

__ADS_1


John berharap bisa menemukan saudaranya Khaga hadir dalam konferensi ini, namun dia tidak menemukannya.


Pada akhir pemaparan Violet mengajak para arkeolog dunia ini untuk ikut bergabung menjadi pelaku sejarah serta menyebarkan informasi tersebut kepada seluruh rekan mereka yang ada di belahan dunia.


Konferensi pun berakhir setelah Violet mengakhirinya. Acara berikutnya adalah jamuan santai yang disertai oleh pembukaan pendaftaran bagi para arkeolog yang ingin bergabung dalam tim ekspedisi new world.


Di ruang perjamuan, Cindy melemparkan pandangannya ke sekeliling mencari sosok John diantara orang-orang disana. Tidak disangka muncul seseorang mendekatinya.


“Nona Cindy” kata orang itu.


“Ah, nona Violet” sahut Cindy kemudian


“Kamu datang juga ke pertemuan ini” lanjut Violet.


“Kamu sudah mengenal nona Violet?” tiba-tiba Anthony mendekati Cindy yang sedang berbicara dengan Violet.


“Senang bekerja untuk ekspedisi ini nona Violet” kata Anthony sambil mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Violet.


Violet tidak mempedulikan Anthony. Dirinya hanya menatap Cindy lalu bertanya, “Apakah John ikut bersamamu kemari?”


Cindy menatap curiga pada Violet dengan pertanyaan itu.


“Wajahnya hanya mirip dengan seseorang yang pernah aku kenal” lanjutnya sambil meneguk gelas anggur yang dibawanya.


Sebagai seorang wanita, Cindy memiliki intuisi curiga terhadap wanita lain yang mengatakan wajah tunangannya mirip dengan seseorang yang dikenali. Ini sebuah kata-kata yang membuat penasaran tingkat tinggi buat para wanita.


“Kalo boleh tahu dimana nona Violet seperti melihat wajah John tunanganku” tanya Cindy.


“Ditempat tidur” jawab Violet polos dengan jujur yang membuat kepala Cindy seperti mau pecah.


Hatinya merasa teriris mendengarkan hal itu.


“Jangan marah dulu. Aku hanya mengatakan mirip” kata Violet selanjutnya sambil cekikikan meninggalkan Cindy dengan penuh pertanyaan.


Benar. Kata-kata Violet membuat Cindy menjadi penuh curiga dan penasaran dengannya. Lalu diapun ikut mendaftarkan dirinya pada tim ekspedisi new world, berharap untuk bisa lebih dekat mencari informasi tentang Violet.


Dalam hitungan jam, telah banyak para arkeolog dunia yang ikut bergabung dalam ekspedisi itu, terutama para arkeolog muda.

__ADS_1


Sara yang ikut hadir di ruang perjamuan itu bersama John di sebelahnya juga berharap untuk bisa bergabung. Namun dirinya masih berstatus mahasiswa. Suatu saat nanti harus ikut bergabung, tekadnya dalam hati Sara.


John disebelah Sara memperhatikan semangat dan tekad Sara tersebut dengan senyuman geli.


“Kamu ternyata ada disini John” tiba-tiba sebuah suara mendekatinya.


John pun menoleh, lagi-lagi yang muncul adalah Violet mendekatinya lalu mengulurkan tangannya. Untuk menghindari kecurigaan, John pun membalas menjabat tangan Violet.


John tahu bahwa Violet adalah bawahan saudaranya Khaga, jadi dia berhati-hati untuk tidak membuat konflik dengannya yang bisa membatalkan kesepakatannya dengan Khaga.


“Siapa dia John?” tanya Sara kepada John penasaran


“Oh, siapa lagi ini?” tanya Violet memperhatikan Sara yang menatapnya curiga.


“Tunanganmu ada disini, sedangkan kamu bersama wanita lain?” kata Violet memanasi keadaan yang membuat mata John berkedut.


“Tunangan?” pikir Sara yang membuat wajahnya memerah. Apakah orang ini tunangan John? pikir Sara yang lalu memelototi John. Dasar playboy pikir Sara.


Kepala John bertambah pusing mendengar pikiran dan hati Sara. Dia tahu pikiran dan hati Violet yang ingin memanasi keadaan. Jadi John tidak tahu harus menjawab apa.


Violet lalu tersenyum geli melihat kedua orang itu yang akan memulai pertengkaran.


“Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian. Sebaiknya berhati-hatilah. Mungkin sebentar lagi tunanganmu akan datang mencarimu. Hihihihi” lanjut Violet sambil berlalu geli.


John hanya bisa menahan diri, tidak bisa melakukan apa-apa. Dia hanya terdiam sambil melihat kepergian Violet.


Benar saja, tak lama kemudian John merasakan udara dingin yang mendekatinya. Lalu dia perlahan menoleh ke belakang dan menemukan Cindy telah berada di belakangnya dengan tatapan seperti mau menerkam dirinya.


“John, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi. Apakah kamu kenal orang itu?” tanya Sara membuyarkan John yang mematung.


“John, Sara, ternyata kalian disini” kata Cindy dengan dingin


Selama hidupnya yang panjang, John belum pernah menemukan situasi seperti ini. Dia yang dengan gagah berani menghadapi berbagai pertempuran hidup mati, ternyata saat ini tak berdaya mengeluarkan kata-kata dihadapan dua wanita ini.


“Sara ayo kita mencari tempat untuk makan sambil keliling kota istanbul” ajak Cindy pada Sara setelah melihat John yang mematung disana.


“Baiklah kak” sahut Sara kemudian sambil melangkah pergi.

__ADS_1


Sebelum jauh, Cindy berhenti lalu menoleh John “Ingat janjimu untuk mentraktirku John. Mengapa kamu tidak ikut?” katanya ketus.


Ah, John pun bernafas lega sementara ini, dan mulai mengikuti mereka berdua untuk mencari tempat makan di kota Istanbul. Dalam perjalanan, dirinya berusaha memikirkan menyusun kata-kata untuk menjawab setiap pertanyaan yang pasti akan muncul nantinya.


__ADS_2