
“Ketika kakek meninggal, Khaga mengajakku untuk pergi mencari pengalaman meninggalkan kota masa kecil kami. Kami pun berlayar mengarungi samudra pasifik yang ganas.”
“Di tengah-tengah perjalanan, cuaca buruk membuat kami kehilangan arah, hingga kami melihat sebuah pulau dan berlabuh disana. Kami kehabisan perbekalan, kemudian kami berkeliling mencari bahan-bahan makanan di pulau yang tidak berpenghuni itu.”
“Kami tidak menemukan apapun yang bisa dimakan kecuali tanaman, tidak ada manusia, tidak ada binatang yang terlihat.”
“Ketika berjalan lebih jauh, kami melihat di sebuah bukit ada sebuah pohon yang berbuah, namun anehnya hanya ada satu buah pada pohon tersebut. Buahnya mirip seperti buah peer namun bentuknya lebih besar.”
“Karena kelaparan, kami pun mengambil buah tersebut lalu membaginya. Setelah menghabiskan buah tersebut, kami mengalami sakit yang luar biasa di perut kami, kami berguling-guling di tanah, jantung berdetak lebih cepat, keringat mengalir deras, wajah kami memucat. Puncaknya nafas kami serasa sesak, pandangan mulai kabur, lalu gelap, kami tidak mengingat lagi”
“Entah berapa lama kejadiannya hingga suatu saat kami terbangun. Kami tidak merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuh kami. Kemudian karena kami tidak menemukan makanan lain di pulau itu, kami pun berlayar kembali.”
“Akhirnya kami tiba di sebuah benua, sepertinya suatu tempat di Cina saat ini, kami hidup disana dan membaur dengan masyarakat disana, mempelajari kebudayaan mereka.”
“Saat itu disana banyak terjadi perang, kami berusaha menghindarinya, namun suatu saat kami tidak bisa menghindar lagi. Kami pun larut dalam peperangan. Saat itulah kami menyadari tentang keabadian”
“Suatu waktu di medan perang, aku melihat Khaga yang terbunuh, kemudian diriku juga tertusuk oleh beberapa tombak. Semua diawali dengan gelap. Nafas berhenti seperti layaknya telah mati. Namun beberapa saat kemudian kami bangkit kembali”
“Hal itu terjadi berulang-ulang, menyebabkan kami semakin berani dalam pertempuran, dan kekuatanpun semakin meningkat. Entah sudah berapa perang kami jalani dalam hidup ini, hampir di seluruh dunia, mengembara dari satu daerah ke daerah lain begitu kami bangkit kembali”
“Setiap kematian dan bangkit kembali, kami selalu berpindah. Dunia seakan-akan mengusir kami dari satu tempat ke tempat lainnya. Saat itulah Khaga mulai berubah, dia memusuhi manusia yang selalu tidak berpihak pada kami, manusia selalu berperang satu sama lain”
“Walaupun kami tidak bisa mati, tapi kami tetap merasakan sakit dari luka dan perihnya darah yang menetes hingga habis, namun kami tetap bangkit kembali.”
“Pernah identitas kami diketahui banyak orang, kami dianggap setan, penyihir, kami dipukuli, disiksa, diusir, bahkan kami diujicoba berbagai cara untuk membunuh kami. Namun hasilnya kami kembali bangkit”
“Khaga selalu akhirnya membalas perlakuan mereka, membunuh semua orang yang mengetahui identitas kami. Semakin lama, Khaga semakin brutal, ingin melenyapkan dunia yang ada sekarang dan memulai dunia baru dengan orang yang patuh padanya”
“Aku tidak sependapat dengannya, yang membuat kami pun bertempur selama berabad-abad.”
“Entah pada pertempuran yang keberapa, kami melakukan kesepakatan, untuk tidak bertempur lagi, memilih jalan masing-masing hingga sekarang. Namun kesepakatan bisa berakhir jika terjadi benturan diantara kami”
__ADS_1
“Untuk itulah, aku harus mencari tahu tentang Sekte Panjang Umur ini, apakah ada hubungannya dengan saudaraku atau tidak” kata John yang sudah panjang lebar.
Sasha mendengarkan setiap penjelasan John dan merasakan kepedihan hati John dari masa lalunya.
“Adakah orang lain yang mengetahui identitasmu sekarang, selain aku” tanya Sasha
“Sejak dulu aku selalu ditemani oleh para sahabat yang mengetahui identitas kami, namun satu persatu semua pergi, kami berpisah oleh kematian mereka.”
Sasha merasakan kesedihan, kesepian dalam nada bicara John.
“Saat ini ada beberapa orang yang mengetahui keberadaanku termasuk dirimu Sasha” lanjut John.
John lalu berhenti sejenak sambil menyesap minumannya.
“Aku merasakan kesepakatan akan segera berakhir” kata John kembali dengan nada sedih.
“Kenapa” tanya Sasha kembali.
“Sebagai seorang agen, pernahkah kamu mendengar kasus tentang mahluk abadi yang disebutkan vampire oleh manusia sekarang?” tanya John
“Tidak. Itu benar adanya” kata John yang membuat Sasha terkejut akan kebenaran itu.
“Pada suatu masa, beberapa ratus tahun lalu, aku menemukan suatu kasus yang aneh. Menghilangnya manusia, manusia yang meninggal kehabisan darah, hingga pembantaian manusia oleh gigitan pada tubuh manusia tersebut. Dan semua korban dalam kondisi kehabisan darah”
Sasha menggigil mendengarkannya, “Memang pernah aku mendengar cerita seperti itu, namun logikaku saat itu menolak kebenarannya dan menganggap hal itu adalah mitos”
“Aku curiga, saudaraku Khaga sedang melakukan percobaan membentuk pasukan abadi, namun percobaan itu belum sempurna, mahluk itu masih bisa dibunuh dengan menikam jantungnya.”
“Saat ini aku merasakan mereka sudah ada disekitar kita, bersembunyi menunggu kesepakatan kami berakhir dan menyerang seluruh umat manusia di dunia” lanjut John.
Mendengar hal ini, Sasha mau tak mau menggigil ketakutan, wajahnya memucat membayangkan peperangan dengan mahluk tersebut.
__ADS_1
“Apa yang harus kita lakukan John?”
“Aku berharap kamu mempercayai ucapanku ini. Aku ingin kamu mempersiapkan segala sesuatunya, melatih orang-orang yang kamu percayai untuk menghadapi kemungkinan peperangan itu”
“Namun kamu harus berjanji tetap merahasiakan identitasku, karena jika identitasku diketahui oleh manusia, aku tidak bisa bergerak bebas. Mereka akan memburuku kemanapun aku bersembunyi” sahut John mengingat masa lalunya yang menjadi perburuan manusia.
“Aku berjanji John” sahut Sasha. “Bagaimana dengan Sekte Panjang Umur?”
“Aku belum pasti apakah sekte ini ada hubungannya dengan saudaraku atau tidak. Jadi kalau kamu bersedia, aku mohon bantuanmu untuk membantuku menyelidikinya” lanjut John.
“Baiklah John, aku akan membantumu” sahut Sasha bersemangat.
Kemudian perbincangan mereka kembali kepada hal-hal ringan. Setelah selesai makan, Sasha lalu mengantarkan John kembali ke hotelnya dan berpamitan pulang.
Sasha yang kini sudah mengetahui suatu keberadaan John yang abadi, membuat pemikirannya tentang dunia berubah. Dia yang tadinya skeptis tentang spiritual, kini mulai memikirkan dan membaca hal-hal tentang spiritual dan sejarah.
Kemudian Sasha saat ini melengkapi dirinya dengan senjata pisau, selain pistol yang biasa dia bawa. Dia kemudian mencari informasi tentang keberadaan vampire dan sekte panjang umur.
Bersama John di Rusia, dia melatih pertarungannya dengan tekun kemudian dia meneruskan latihan itu kepada teman-teman kelompok yang dia bentuk untuk persiapan menghadapi pertempuran yang mungkin akan terjadi pada masa hidupnya melawan pasukan Khaga.
“Sasha, aku butuh bantuanmu tentang hal lain” kata John saat menelepon Sasha pada suatu waktu.
“Katakan John” jawab Sasha
“Tolong cari informasi tentang ekspedisi new world di rusia” lanjut John
“Baik. Apakah ini ada hubungannya dengan saudaramu?” tanyanya kembali
“Iya. Khaga sedang berusaha mencari sesuatu yang bisa membunuh keabadian kami”
“Apa?. Apakah ada hal seperti itu?” tanya Sasha penasaran.
__ADS_1
“Entahlah, aku belum pasti soal itu. Namun intuisiku mengatakan bahwa hal itu benar adanya” lanjut John.
“Ok. Aku akan segera menyelidikinya” sahut Sasha lalu menutup teleponnya.