ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 38 | Siapa kamu Luciana


__ADS_3

Keesokan harinya sebuah mobil mewah datang menjemput John di lobby hotel, seorang pelayan Luciana datang menghampiri John “Tuan, nona Luci mengirim kami untuk menjemput tuan. Nona sudah mengunggu di hotelnya”


“Baiklah, antarkan aku kesana” sahut John yang kemudian menaiki mobil tersebut menuju hotel tempat Luciana menginap


Sesampainya di hotel, mereka pun mengantar John menuju kamar Luciana, “Masuk” kata Luciana dari dalam kamar.


“Selamat datang tuan, maaf mengganggu acaramu hari ini. Silahkan duduk tuan” kata Luciana dengan senyuman di wajahnya.


“Tidak apa-apa Nona Luci. Apakah ada yang bisa aku bantu? “tanya John


“Maaf, saya ingin memperlihatkan koleksi permata keluarga kami. Jika tuan berkenan untuk membantu melihat permata mana yang baik untuk keluarga kami, dan mana yang buruk untuk keluarga kami” kata Luciana kembali


Kemudian dua orang pelayan membawa dua buah kotak kayu yang cukup lebar dan menaruhnya di atas meja kamar hotel. Pelayan lainnya segera menuangkan minuman ke cangkir dan meletakkannya di sebelah John.


Luciana kemudian memerintahkan kedua pelayan itu untuk membuka kotak permata tersebut, yang memunculkan berbagai warna cahaya yang terpantulkan oleh permata-permata yang ada di dalam kotak tersebut. Ada sekitar puluhan permata di dalam kedua kotak tersebut.


“Sungguh koleksi yang sangat berharga” sahut John sambil melihat permata-permata tersebut. John lalu melihat dengan mata batinnya aura yang dipancarkan oleh masing masing permata.


Kemudian dia memisahkan permata-permata itu menjadi dua di dalam kotak masing-masing.


“Nona, permata yang sebelah kiri ini yang baik untuk keluarga anda. Memberikan keberuntungan, kesehatan dan rejeki. Sementara yang dikotak satunya adalah permata biasa dan juga ada yang memiliki energi buruk untuk keluarga anda” kata John


“Apakah tuan ada tertarik pada salah satu permata ini?”


“Jika tuan berkenan, saya dapat memberikannya pada tuan atas bantuan ini” kata Luciana


“Terima kasih nona, ini hanya bantuan kecil, aku tidak layak menerimanya. Lagipula aku tidak terlalu tertarik dengan permata-permata ini” sahut John sambil menutup kotak permata itu.


Luciana tersenyum kemudian melanjutkan “ Keluarga kami memiliki sebuah permata lagi yang turun temurun diwariskan oleh leluhur kami. Namun kami tidak bisa membawanya. Jika tuan berkenan, mampirlah ke rumah kami di Brasil, dengan senang hati kami ingin memperlihatkan permata tersebut pada tuan.”


“Masih punya permata lain. Apa warna permata itu?” kata John


“Tuan, ini saya bawakan fotonya untuk anda lihat” kata Luciana sambil memberikan beberapa foto kepada John.

__ADS_1


John melihat foto-foto itu dan meneliti permata tersebut yang mirip dengan permata milik Violet. John menyipitkan matanya untuk lebih detail melihatnya. Apakah ini bagian dari permata itu? kata John dalam hatinya dengan penasaran


“Nona, bolehkah aku melihatnya saat aku berkunjung ke Brasil?” tanya John.


“Dengan senang hati tuan. Kami akan menunggu kedatangan tuan” sahut Luciana.


Kemudian perbincangan mereka berlanjut kepada hal-hal ringan tentang keadaan Brasil dan berbagai hal tentang permata.


Kami menunggumu di Brasil tuan, Jika memang kamu yang kami cari. Maka leluhur kami akan tenang di alam sana, pikir Luciana yang membuat John tertegun mendengarnya.


John lalu memandang Luciana yang tersenyum ramah padanya, membuat hati John berdegup “Siapakah kamu Luciana” katanya di dalam hati


Tak lama kemudian telepon John berdering, “Halo”


“Tuan, apakah saya mengganggu anda? tanya suara di seberangnya.


“Maaf, kamu siapa?” tanya John


“Saya Amelia, saya ingin mengundang anda untuk berbicara sesuatu hal” sahut Amelia di seberang telepon


“Kalo begitu saya akan mengirimkan penjemputan, tolong share lokasinya” kata Amelia sambil menutup telepon


John kemudian mengirimkan lokasi pada Amelia lalu berpamitan pada Luciana, dan berjanji akan mengunjunginya ke Brasil setelah semua pekerjaannya selesai di Rusia.


Setengah jam kemudian kendaraan mewah lainnya muncul di hotel yang menjemput John untuk mengantarkannya ke hotel tempat Lady Amelia menginap.


Pelayan Amelia yang menjemput lalu mengantarkan John menuju restoran di hotel tersebut dimana Amelia sudah menunggunya.


“Silahkan duduk tuan” kata Amelia mempersilahkan John yang kemudian duduk di seberang Amelia.


“Sebelumnya perkenalkan namaku Amelia dari keluarga kerajaan Inggris, kalau boleh tahu nama anda siapa tuan?” tanya Amelia.


“Aku John. John Araga. Apa perlu apa nona mencariku” sahut John

__ADS_1


“Aku tahu tuan sedang menemui Luciana. Luciana adalah temanku yang memang suka mengkoleksi berbagai permata dari seluruh dunia. Aku bertemu dengannya saat sama-sama berburu permata untuk koleksi keluarga.” kata Amelia.


“Kalau boleh tahu apakah tuan seorang ahli permata? “ tanya Amelia


“Sebenarnya bukan seorang ahli, tapi aku memiliki mata yang jeli untuk melihat sebuah permata.” sahut John dengan acuh


“Jadi tuan tahu yang kami lelang di pelelangan adalah sebuah replika. Walaupun sebuah replika, namun nilai permata itu juga tidaklah murah” lanjut Amelia.


“Iya, Aku tahu” sahut John kembali


“Yang membuat aku penasaran adalah darimana tuan mengetahui bahwa itu replika? Bahkan para ahli permata pun tidak mengetahui jika itu adalah replika” lanjut Amelia


“Karena aku pernah melihatnya langsung” kata John dengan jujur sambil mengambil cangkir teh yang disiapkan oleh pelayan restoran untuknya.


“Apakah tuan pernah menemui salah satu anggota keluarga kami?” tanya Amelia


“Pernah. Tapi aku lupa siapa dan kapan kejadiannya” sahut John berusaha menutupi kejadian sebenarnya.


“Baiklah. Karena tuan mengenal keluarga kami, maka kami bermaksud untuk mengundang anda ke pesta perjamuan keluarga kami yang akan diadakan minggu depan di Inggris.” lanjut Amelia.


“Saat itu, saya ingin tahu permata mana yang pernah tuan lihat secara langsung” kata Amelia.


“Apakah nona ingin mengujiku?” tanya John


“Iya. Seperti yang pernah saya katakan. Keluarga kami adalah kolektor permata seperti Luciana, kebetulan kami sangat memerlukan orang yang berbakat seperti tuan untuk menilai sebuah permata” lanjut Amelia


John melihat kesungguhan dari kata-kata Amelia, lalu diapun menyetujuinya. John juga sedang mencari beberapa permata. Jadi dengan membantu Amelia, dia berharap juga bisa mendapatkan akses secara langsung untuk mengikuti berbagai pelelangan dan melihat beberapa koleksi permata dari kolektor dunia dengan menggunakan identitas keluarga kerajaan Amelia.


“Baiklah nona Amelia, minggu depan aku akan ke Inggris mengunjungi anda” sahut John.


“Jika tidak ada hal lain untuk dibicarakan, aku minta ijin untuk kembali” kata John


“Terima kasih tuan Araga, kami menunggu kedatangan tuan di Inggris” sahut Amelia sambil mengantar kepergian John.

__ADS_1


Setelah kepergian John, Amelia merenungkan dengan senyuman “Jika kamu bisa membantuku John, mungkin aku bisa mendapatkan permata lebih dahulu dari New World”


John yang kembali ke hotelnya memikirkan rencana perjalanannya dengan Jiro, dia akan mengunjungi Inggris terlebih dahulu, setelah bertemu dengan keluarga kerajaan Inggris dan kolektor permata di sana, barulah dia akan ke Brasil untuk mengunjungi kolektor permata di Amerika Latin.


__ADS_2