ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 72 | Akhirnya Sara mengetahuinya


__ADS_3

Violet yang sudah mulai siuman melihat John datang menghampirinya.


“Bagaimana keadaanmu nona Violet?” tanya John padanya


“Aku merasa sudah baikan. Apa yang telah kamu lakukan padaku John?” tanyanya


“Aku menanamkan batu permata milikku di dalam jantungmu” sahut John yang membuat wajah Violet terkejut.


“Apakah dengan begitu aku menjadi manusia kembali? tanya Violet


“Kamu bisa menilainya sendiri. Ini aku sediakan secangkir darah untukmu. Apa yang kamu rasakan setelah mencium baunya” tanya John sambil mendekatkan cangkir darah ke hidung Violet.


Violet merasa mual dan hampir muntah olehnya. “Aku tidak suka bau darah. Jauhkan dariku”


“Itu membuktikan bahwa kamu sudah bukan vampire lagi. Vampire akan langsung menyukai baru darah dan meminumnya” sahut John


“Kemudian satu lagi” kata John sambil mengambil sebuah pisau dan mengiris tipis tangan Violet yang mulus hingga mengeluarkan darah.


Violet kaget dan meringis kesakitan karenanya.


“Kamu lihat, proses penyembuhannya seperti manusia normal. Vampire akan cepat sembuh oleh sayatan kecil seperti ini, tetapi manusia akan masih meninggalkan bekas luka” kata John


“Dua hal ini membuktikan bahwa kamu sudah menjadi manusia normal kembali” lanjutnya


Hati Violet merasa senang mendengarnya, dia tidak menyangka bahwa ada cara untuk mengembalikan dirinya menjadi manusia normal. Namun cara ini sangat mahal, yaitu menggunakan batu permata langka yang dicarinya.


“Sesungguhnya, aku mengetahui hubunganmu dengan saudaraku Khaga. Dengan begini aku ingin melihat, apakah Khaga akan mempertimbangkan ambisinya untuk hidup bersamamu. Ataukah dia memilih meneruskan ambisinya untuk menguasai dunia” kata John selanjutnya.


“Jadi, kamu sengaja membuatku untuk menundukkan Khaga?” sahut Violet


John tersenyum padanya “Aku hanya berharap kamu bisa menyelamatkan dunia dari peperangan ini”


“Tuan Khaga tidak akan menghilangkan ambisinya, baginya aku ini hanya sebuah alat. Dia pasti akan memilih batu permata ini daripada hidupku” sahut Violet dengan wajah muram


“Kamu lihat saja nanti. Sebentar lagi kamu akan mengetahuinya” kata John


Benar saja, sesaat ada telepon tak dikenal masuk memanggil telepon John. Lalu dengan mode pengeras suara dia menjawabnya.


“Halo?” sapa John


“Saudaraku Araga, apa khabarmu?” tanya seseorang di seberang telepon.


“Tuan Khaga?” pikir Violet


“Ada apa kamu menelponku Khaga?” tanya John berpura-pura tidak mengetahuinya

__ADS_1


“Sudahlah, tidak usah berpura-pura. Sara saat ini berada di tanganku. Aku tahu kamu mencintainya.” sahut Khaga


“Nona Sara telah ditangkap oleh tuan Khaga?” Violet terkejut mendengarnya.


“Aku sudah tahu. Lalu apa maumu Khaga?” tanya John


“Kamu telah menangkap wanitaku, Violet. Aku ingin menukarnya dengan wanitamu Sara. Temui aku di rumah masa lalu kita” sahutnya lalu mematikan telepon


“Kamu sudah mendengarnya sendiri kan Violet” kata John


Dalam hati Violet perasaannya berkecamuk antara bahagia dan sedih, dia merasa bahagia dirinya disebut wanitanya dan diharapkan kembali dengan menukar Sara. Satu sisi dia bersedih, mungkin ini terakhir kalinya dia akan melihat dunia.


“Maaf Violet, aku harus menyerahkan dirimu pada saudaraku Khaga demi Saraku” kata John.


Violet mengangguk memahami perasaan John. Dia pun bersiap untuk mengikuti John melakukan penukaran dirinya dengan Sara.


“Dimana tempat masa lalu yang disebutkannya John?” tanya Violet


“Itu rumah masa kecil kami di Kanada” sahut John singkat lalu menghubungi Jiro untuk memesan tiket pesawat menuju Kanada.


Penerbangan ke Kanada tidak terlalu jauh dari kota tempat John berada saat ini. Kemudian dia langsung menuju ke reruntuh rumah masa kecilnya di kota Terrace Kanada.


Setibanya disana, dia melihat Sara duduk di tanah dengan tangan dan kaki terikat, namun John tidak melakukan hal yang sama pada Violet. John percaya Violet tidak akan melarikan diri darinya.


Sara yang mendengar perkataan itu melihat ke arah John yang datang bersama Violet, lalu dia melihat ke arah Khaga yang wajahnya mirip dengan John.


“Apakah John memiliki saudara kembar?” pikir Sara


“Mengapa John tidak pernah memberitahuku?” pikrinya kembali


Khaga lalu melepaskan ikatan tangan dan mulut Sara.


“Maafkan aku nona Sara, aku terpaksa melakukannya untuk meminta Violet kembali” katanya.


Setelah ikatan Sara terlepas, dia langsung berlari ke pelukan John.


“John, aku takut” bisiknya


“Tidak usah takut Sara. Saudaraku walaupun kejam namun dia juga memiliki aturan sendiri” sahut John menenangkan hati Sara.


“Baiklah, kita berpisah dulu disini” kata Khaga setelah menerima Violet yang mendekatinya.


“Pertemuan kita berikutnya mungkin akan menjadi pertempuran diantara kita” lanjut Khaga.


“Aku akan menunggu saat itu” sahut John

__ADS_1


“Hahaha... hiduplah sebentar lagi John. Keabadianmu akan musnah selanjutnya” teriak Khaga sambil pergi dari tempat itu.


Sara yang tidak mengerti apa yang terjadi, lalu bertanya pada John tentang hal ini.


“Mari kita cari tempat untuk bercerita” sahut John pada Sara.


Mereka pun pergi meninggalkan reruntuhan tersebut menuju kota tempat tinggal keluarga Newman dan duduk di sebuah restoran yang tidak terlalu ramai di kota itu.


John lalu menceritakan seluruh hidupnya pada Sara dari awal hingga kejadian tadi. Hal itu membuat Sara terkejut dan menganga mendengar penjelasan dari John.


“Ja..Jadi kamu itu mahluk abadi? kata Sara gugup tidak mempercayai pendengarannya.


“Benar, aku dan saudara kembarku Khaga adalah mahluk abadi” sahutnya


“Jadi saudaramu itu ingin menghancurkan dunia dan menciptakan para vampire tersebut” tanya Sara kembali


“Benar. Seperti yang sudah aku ceritakan” sahut John dengan sabar


“Jadi itu juga yang membuatmu membentuk pasukan untuk melawannya” kata Sara selanjutnya


“Sudah berapa kali kalian bertempur sepanjang hidup kalian dan terbunuhnya semua pengikut kalian?” tanya Sara sedih


“Kami sudah bertempur ratusan kali dalam kehidupan ini. Teman-teman ku yang turut melawan bersamaku, karena saudaraku Khaga memang menyerang umat manusia dimana-mana saat itu” sahut John


“Lalu sekarang apa yang terjadi? Apa maksudnya keabadianmu akan musnah John?” tanya Sara khawatir


“Senjata dari tulang manusia pertama dan batu permata itu” sahut John


“Benda itu ada hubungannya dengan kalian?” tanya Sara kembali


“Benar, benda itu saat sempurna bersatunya pisau dari tulang manusia dengan permata tersebut, akan mampu membunuhku dan juga Khaga” sahut John kembali.


“Oh.. Jadi permata giok milikku juga?” Sara menjadi cemas


“Benar, itu juga salah satu dari permata tersebut” sahut John tersenyum


“Aah, kalungku itu sudah diambil olehnya. Berarti dia sudah mendapatkan semua permata itu kah?” teriak Sara panik


“Tenangkan dirimu Sara, meskipun dia sudah mengumpulkan semua permata, namun hingga saat ini keberadaan pisau belum ditemukan. Jadi mereka tidak akan melakukan penyerangan apapun” sahut John tenang


“Oh, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Sara yang sudah mulai tenang


“Mari kita kembali ke Amerika untuk menyusun rencana. Aku tidak bisa meninggalkanmu disini lagi” sahut John


Sara mengangguk senang lalu menggandeng tangan John bersamanya untuk kembali ke Amerika.

__ADS_1


__ADS_2