ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 40 | John tolong aku


__ADS_3

Setelah cukup puas melihat dan memeriksa permata nya, lalu John menyerahkan kembali permata tersebut pada Amelia.


“Ternyata kalian disini Amelia” kata seseorang yang datang menghampiri mereka diikuti oleh beberapa orang dibelakangnya


“Ayah” kata Amelia.


“John, perkenalkan ini ayahku.” lanjut Amelia yang memperkenalkan ayahnya.


“Kenapa kamu mengajak orang asing ke ruang pribadi keluarga Lady” kata seseorang wanita di sebelah ayah Amelia


“Dia bukan orang asing, aku mengenalnya sejak dari Rusia.” sahut Amelia jujur dengan gugup.


“Lihat penampilannya, siapa yang tahu dia punya niat tidak baik” kata orang lain disebelah mereka kembali yang membuat wajah Amelia memucat.


“Maaf, atas ketidaksopananku yang meminta Amelia untuk mengantarku” sahut John membela Amelia.


“Kami yang lalai, maaf tuan jika tidak ada hal lain, silahkan kembali ke ruang perjamuan” kata ayah Amelia selanjutnya


John kemudian membungkukkan badannya lalu kembali ke ruang perjamuan. Amelia kemudian menyusulnya setelah mengembalikan permata tersebut kedalam brankas.


“John, maafkan ayah dan keluargaku ya” kata Amelia dengan sedih.


“Tidak masalah Amelia, aku bisa memakluminya. Jika ada masalah, kamu jangan sungkan untuk menghubungiku” senyum John yang membuat hati Amelia sedikit tenang.


Setelah cukup berbincang, waktu juga menunjukkan malam telah mulai larut, John lalu berpamitan pada Amelia dan keluarganya untuk kembali ke hotelnya.


Sesampainya di hotel, John lalu tersenyum sambil memejamkan matanya. Baginya, mengetahui tiga lokasi permata saat ini sudah bagus. Dia tinggal meminta Jiro untuk memperketat pengawasan terhadap ketiga permata tersebut. Dan John tinggal mencari dua permata yang lain.


Mudah-mudahan Khaga belum menemukan dua permata lainnya, gumam John sambil menutup matanya.


Pagi harinya, suasana di kota Nottingham cukup ramai, kendaraan patroli dan polisi terdengar hampir di seluruh pelosok kota kecil itu.


John yang baru bangun dari tidurnya dikagetkan oleh sekelompok orang yang mendatangi kamarnya.


“Polisi. Buka pintu kamarnya” teriak orang dari luar kamar John

__ADS_1


John lalu membuka pintunya, dan beberapa polisi mendobrak masuk ke dalam kamarnya.


“Geledah semua tempat” teriak komandan polisi yang memimpin rombongan tersebut


“Ada apa pak” tanya John yang kaget dengan kedatangan rombongan polisi tersebut


“Keluarga kerajaan melaporkan kehilangan permata, jadi kami menggeledah setiap tamu yang hadir dalam perjamuan kemarin. Kami harap tuan bisa bekerja sama” kata polisi itu dengan wajah tegas.


Astaga, kehilangan permata, gumam John dalam hatinya


Tentu saja prosedur polisi sudah benar memeriksa setiap tamu yang kemarin hadir dalam perjamuan termasuk dirinya. John lalu mempersilahkan pak polisi melakukan tugasnya.


Rombongan polisi tentu saja tidak menemukan permata itu di kamar John.


“Mohon tuan bekerja sama ikut kami ke kantor polisi. Kami memerlukan beberapa keterangan dari anda” kata komandan polisi itu kembali.


“Baiklah, aku akan ikut anda” sahut John yang kemudian mengikuti rombongan polisi setelah mengenakan pakaiannya.


John lalu diajak ke kantor kepolisian Nottingham untuk penyelidikan lebih lanjut.


“Itu dia orangnya. Dia lah kemungkinan pencuri itu” kata seseorang yang melihat kedatangan polisi yang mengajak John.


Amelia yang melihat kedatangan John, hatinya bingung dan sedih, satu sisi dia tidak mempercayai tuduhan terhadap John, namun disisi lain dia lah yang mengajak John ke ruang penyimpanan, melihat dan memegang permata itu dengan mata berbinar karena tertarik.


Saat berada di dekat John, Amelia bertanya “Apakah kamu melakukannya John”


“Apakah itu yang kamu yakini Lady? tanya John melihat hati Amelia.


Polisi memang belum menetapkan tersangka, namun beberapa nama berdasarkan saksi-saksi lebih banyak memberatkan pada John, walaupun mereka tidak melihat langsung kejadian pencurian itu, namun dari penampilan John, mereka hanya menduga kejadian tersebut dilakukan oleh John.


John tetap tenang selama interogasi, dia yang sudah ribuan tahun menjalani pemeriksaan seperti itu bahkan lebih tidak manusiawi di masa lalu. Dirinya tetap percaya pada keadilan. Dia mengikuti selama proses dengan koorporatif terhadap petugas yang membuat petugas tidak bisa menindaklanjuti laporan itu dengan menuduh John tanpa bukti dan saksi.


Karena kurangnya bukti dan saksi langsung, keesokan harinya John kemudian dibebaskan dari kantor polisi, namun belum diperbolehkan untuk meninggalkan Inggris dalam waktu dekat dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan.


John memahami hal itu, dia hanya bisa menghubungi Jiro untuk membantu memeriksa kejadian sebenarnya setelah perjamuan dengan memeriksa video pengawasan disekitarnya.

__ADS_1


Sayangnya Jiro tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dari video pengawasan tersebut yang membuat John menghela nafasnya. John lalu menghubungi Violet untuk memeriksa apakah dia terlibat dalam kejadian tersebut.


“Nona Violet, apakah orang-orang anda terlibat pada pencurian permata di Inggris pada dua hari lalu?” tanya John


“Permata? Apakah kamu menemukan permata tersebut di Inggris? tanya Violet berkata sejujurnya


“Aku kurang pasti akan hal itu, namun dua hari lalu saat perjamuan, sebuah permata dicuri dari keluarga kerajaan Inggris. Aku butuh informasi darimu” kata John selanjutnya.


“Baik tuan, aku akan membantu penyelidikannya pada orang-orang kami” sahut Violet sambil menutup teleponnya. Kemudian dia menghubungi orang-orangnya untuk mengetahui kejadian di Inggris.


John lalu menghubungi Sasha dan Selena untuk membantu penyelidikan khususnya di organisasi bawah tanah yang kemungkinan terlibat, dan juga memeriksa melalui jalur penjualan permata.


Malam harinya, tiba-tiba John menerima sebuah telepon “John, tolong aku. Akh..” kata suara di seberang yang kemudian terputus.


“Amelia!” teriak John setelah mengetahui yang meneleponnya.


Apa yang terjadi? John lalu segera berangkat menuju mansion keluarga Amelia. Tampak di dalam gerbang mansion sepi tidak seperti biasanya. Lalu John berjalan memasuki ke dalam mansion yang juga terlihat sepi.


Mata John terkejut melihat beberapa tetes darah dimana-mana, namun tidak menemukan seorang pun di dalam mansion tersebut. Apa yang terjadi disini? gumam John kembali


John lalu berkeliling mencari petunjuk apa yang terjadi saat itu, kemudian dia menemukan di sebuah ruang kerja keluarga, dia menemukan sosok yang sedang memeluk seseorang.


Alangkah terkejutnya John, dia melihat sosok manusia yang sedang menghisap darah dari leher seseorang di ruangan itu. Sosok tersebut kaget lalu berusaha melarikan diri meninggalkan mayat orang yang telah dihisapnya, namun John lebih cepat dan sigap menghadang mahluk tersebut.


Vampire!


John mengenali mahluk tersebut yang menyeringai menatapnya, mulut mahluk itu berlumuran darah lalu tangannya mengusap bibirnya dan berkata “Kamu cari mati”


John hanya tersenyum “Ayo, seranglah jika kamu bisa membunuhku”


Mahluk itu pun bergerak dengan cepat menyerang ke arah John, John menghindarinya dan membalas serangan tersebut yang membuat mahluk itu terpukul mundur.


Mahluk itu kaget dengan kekuatan dan kecepatan John “Siapa kamu?”


“Aku yang akan menangkapmu hari ini” kata John.

__ADS_1


__ADS_2