ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 77 | Pertarungan Final bagian 1


__ADS_3

“Bukan seperti itu maksudku” wajah Xiao Min menjadi merah oleh jawaban John.


John tersenyum melihat perubahan wajah Xiao Min itu. Wajah cantik dan lugu Xiao Min tidak bisa menyembunyikan pikiran polosnya itu.


“Sudahlah, mari kita kembali ke markas terlebih dahulu” sahut John padanya untuk mencairkan suasana kembali


Ketika tiba di markas, Jiro sudah menemukan semua saudara seperguruan Xiao Min dan mengajak mereka berkumpul di markas pasukan John.


John lalu memerintahkan Jiro untuk mengumpulkan keenam murid dari Shu Wan untuk menemuinya.


“Duduklah” kata John begitu ke enam murid Shu Wan menemuinya di ruang kerja John.


“Aku adalah kenalan lama dari Guru kalian Shu Wan, tadi aku telah menemuinya bersama Xiao Min. Dan dia ingin aku mengajak kalian dalam pasukanku. Apakah ada masalah dengan hal itu?” tanya John pada mereka ber enam.


Jing Wen melihat ke arah Xiao Min lalu bertanya “Xiao Min, ceritakan apa yang dikatakan oleh Guru padamu”


Xiao Min lalu menceritakan kejadian hari ini saat John bersamanya pergi menemui Guru mereka Shu Wan.


Mulut saudara seperguruan Xiao Min menganga terutama saat menceritakan John ditembak oleh Guru mereka, kemudian tentang saat dia hidup kembali.


Mengetahui John salah satu dari mahluk abadi, mereka menjadi terdiam sesaat, mereka memikirkan apakah bergabung dengannya atau tidak. Mengapa pertarungan antar saudara melibatkan dunia.


“Jadi, apa pendapat kalian? Aku serahkan keputusan di tangan kalian. Tapi untuk menghadapi vampire itu. Kalian harus lebih kuat dari sekarang, karena mereka juga telah memperkuat diri” kata John


Mereka dengan serius mendengarkan pemaparan John tentang situasi yang mereka hadapi saat ini.


“Vampire bisa keluar di siang hari? Ini sangat berbahaya” pikir mereka


“Baiklah tuan, karena Guru kami juga berpesan untuk mengikutimu. Kami setuju untuk mengikuti pasukan tuan” sahut Jing Wen.


“Ok. Untuk itu, aku akan memberikan kalian obat untuk memperkuat diri kalian agar bisa menghadapi vampire tersebut” kata John sambil memberikan mereka suntikan masing-masing.


“Obat apakah ini tuan?” tanya Xiao Min


John kemudian memerintahkan salah satu jendral nya untuk memberikan atraksi kekuatan dan kecepatan pada mereka.


Mata ke enam murid dari Shu Wan terbelalak menyaksikan atraksi tersebut. Mereka lalu tidak ragu untuk menggunakan dan merasakan kekuatan dan kecepatan mereka bertambah besar karenanya.


“Sekarang aku siap untuk menghadapi jendral vampire itu” sahut Shi Jiang dan Wen Cun tersenyum senang dengan hasil dari obat pemberian John

__ADS_1


“Kalian, silahkan melatih kekuatan dan kecepatan kalian terlebih dahulu. Nanti kita akan ada pertemuan untuk merencanakan penyerangan sarang vampire di China ini” lanjut John


Malamnya mereka mengadakan pertemuan untuk persiapan penyerangan ke sarang vampire di China.


Setelah memberikan pengarahan, John lalu memerintahkan pasukannya untuk bergerak membersihkan sarang para vampire.


Pasukan John dibagi dalam beberapa kelompok yang dipimpin oleh seorang jendral dan wakilnya. Mereka melakukan pembersihan sarang vampire di wilayah China.


\======


“Tuan, beberapa jendral dan sarang vampire kita yang tersisa di China telah dibersihkan oleh mereka” lapor salah seorang jendral vampire


“Kurang ajar! Pasukan Araga ini sungguh keterlaluan” sahut Khaga marah besar


“Ada berapa sarang yang masih tersisa?” tanya Khaga


“Tinggal satu saja di daerah China tengah tuan” sahut jendral tersebut


“Baik, kirim semua orang ke sana. Biar aku sendiri dan Drake yang akan memimpin disana” sahut Khaga


“Drake! Persiapkan pertahanan kita. Mungkin ini akan menjadi pertarungan puncak kita” kata Khaga


Drake lalu pergi bersama jendral vampire itu dan mengerahkan seluruh jendral untuk bergabung di sarang vampire terakhir.


“Ini pertarungan hidup mati” gumam Drake dalam hatinya


Sementara itu di markas pasukan Araga, mereka merayakan kemenangan demi kemenangan dari pertempuran membersihkan sarang vampire.


“Baik, kini saatnya tinggal satu sarang vampire yang tersisa. Aku yakin Khaga tidak akan tinggal diam. Mungkin dia sendiri atau Drake yang akan memimpin dalam pertempuran final ini” kata John


“Jadi, persiapkan diri kalian dengan baik. Kita akan menuju ke tempat itu besok malam” lanjutnya lagi.


“Tuan, bagaimana kesempatan kita kali ini?” tanya Selena pada John


“Aku rasa pertempuran ini tergantung pada kalian. Antara aku dan Khaga tetap seperti dulu-dulu, kami tidak akan pernah bisa mati kecuali dia menemukan alat untuk membunuhku” sahut John


“Tuan, aku akan bersiap untuk pertempuran ini” kata Selena


Malam itu hampir semua kesulitan untuk memejamkan matanya, semua pasukan John merasakan ketegangan akan pertarungan terakhir esok hari, hingga pagi harinya barulah mereka bisa memejamkan matanya.

__ADS_1


Pagi harinya sebelum mereka menyerang sarang vampire di malam hari. Mereka tidak tahu apakah mereka masih bisa hidup esok hari atau tidak. Siang itu suasana penuh ketegangan, namun John membuat mereka merasa rileks dengan membebaskan mereka dalam sehari itu.


Malam harinya, mereka pergi menuju sarang terakhir vampire di China.


Sebuah tempat tertutup yang jauh dari keramaian kota di wilayah tengah China, dekat dengan kaki sebuah pegunungan. Tampak suasana menyeramkan di tengah hutan terdapat sebuah bangunan yang sudah usang.


Di ruang bawah tanah bangunan tersebut telah berkumpul pasukan vampire yang tersisa dan para jendralnya.


Tampak Drake dan Khaga memimpin langsung perang ini bertahan dari serangan John dan pasukannya.


Di luar bangunan, John sudah datang bersama para pasukannya. Para pemimpin pasukan beserta keenam murid Guru Shu Wan berada disamping John termasuk Jiro, Ken dan Selena.


Tampak juga Sasha bersama Tom Smith di dalam kumpulan para jendral memimpin pasukan mereka masing-masing.


John lalu berjalan maju mendekati bangunan usang itu lalu berteriak


“Khaga, aku tahu kamu berada di dalam. Keluarlah untuk mengakhiri pertarungan ini” teriak John yang terdengar hingga bagian bawah bangunan tersebut.


Para vampire dan jendral mereka riuh mendengar teriakan John. Khaga dan Drake lalu memimpin mereka untuk keluar dari bangunan itu.


“Saudaraku Araga, aku belum menyambut kedatanganmu ini. Sepertinya kamu telah bersiap untuk menyerang kami” kata Khaga


“Khaga, hentikan basa-basimu. Aku datang kemari karena dirimu yang ingin membuat dunia menjadi vampire dalam kendalimu” sahut John


“Hahaha... kamu sudah mengetahui hal itu selama ini. Tidak perlu terlalu dibesar-besarkan” kata Khaga tertawa


“Aku akan menghentikanmu kembali seperti dulu” sahut John


“Aku akan membunuhmu seperti janjiku dulu” kata Khaga dengan tatapan marah pada Araga.


“Habisi mereka semua!” perintah Khaga pada pasukannya


Para vampire beserta jendralnya segera bergerak menyerang ke arah pasukan John Araga. Namun pasukan Araga telah bersiap untuk melawan mereka.


Pertempuran antara kedua belah pihak kembali terjadi sepertu dulu. John bergerak menuju Khaga dan menyerangnya.


Khaga dan John bertempur secara terpisah dari pasukan mereka, hal ini untuk membuat mereka leluasa melakukan serangan.


Drake segera menyerang ke arah pasukan Araga namun dihalangi oleh Ken dan Jiro.

__ADS_1


Ken yang sebelumnya hanya kalah tipis dari Drake, setelah meminum obat kekuatannya menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Demikian juga kecepatannya.


__ADS_2