ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 47 | Daniel dan Pablo


__ADS_3

“Atau maukah tuan mengajari aku agar bisa menjadi kuat sepertimu?” desak Amelia sambil berdiri lalu mendekati John.


Hati John berdegup mencium aroma tubuh Amelia yang keharuman yang khas, membuat dirinya gugup tidak tahu harus menjawab apa.


“Ba..Baiklah putri. Aku akan mengajarimu” sahut John yang mulai gugup.


Putri Amelia dengan spontan lalu memeluk John dengan gembira, membuat kepala John pusing. Kejadian ini membuat para pria memandang ke arah John dengan pandangan iri dan para wanita sekitarnya mendengus melihat penampilan John tidak seperti anak seorang yang berstatus tinggi.


“Kalian sedang apa?” tiba-tiba suara yang tak asing mendekat ke arah mereka.


Tampak Luciana datang sambil membawakan gelas anggur dan memberikannya kepada John.


“Oh Luci, akhirnya John mau mengajariku bela diri. Agar aku bisa menghadapi..ups” Amelia menutup mulutnya menghentikan dirinya untuk membocorkan kejadian yang telah menimpanya. Bagaimanapun tidak semua orang akan mempercayai kata-kata seperti vampire dan hal-hal aneh lainnya.


“Sudahlah putri, aku sudah mengetahui kejadian yang menimpamu di Inggris” kata Luciana sambil duduk di dekatnya.


“Benarkah? Darimana kamu tahu? Apakah John yang memberitahukan?” kata Amelia penasaran


“Kamu meremehkan sumber informasi dari keluarga kami putri” sahut Luciana sambil menyesap anggur yang dibawanya.


Keluarga Lemann termasuk keluarga sepuluh besar di Amerika Latin, tentu saja mereka memiliki jaringan yang luas untuk memberikan berbagai informasi kepada keluarga mereka.


“Ya..ya.. aku mengerti” sahut Amelia.


“Pasti kamu mengetahui dari tunanganmu yang agen itu kan” lanjut Amelia kemudian yang membuat Luciana terbatuk.


“Siapa yang bertunangan? Kamu jangan bergosip sembarangan” kata Luciana mukanya merah melihat Amelia menggodanya.


“Iya..iya..tidak tunangan” goda Amelia kembali sambil cekikikan tertawa.


Melihat mereka berdua saling menggoda dan tertawa membuat hati John sedikit lega dan tersenyum sambil menikmati anggur yang diberikan oleh Luciana


Kenapa aku merasa pernah berada pada situasi seperti ini yah? pikir John


Tak lama berselang, senda gurau Amelia dan Luciana dihentikan oleh sebuah suara yang datang mendekati mereka.


“Rupanya kalian ada disini yah. Pantesan aku tidak melihat diantara orang-orang lainnya” kata seorang lelaki mendekati meja mereka.


Seorang lelaki berumur sekitar 30an berjalan mendekati meja mereka diikuti oleh tiga orang dibelakangnya. John merasa ketiga orang dibelakang tidak sederhana penampilannya.

__ADS_1


“Oh Daniel, kami baru saja membicarakanmu” kata Amelia kepada lelaki itu.


“Apa yang kalian bicarakan tentang aku?” tanya Daniel penasaran dengan pembicaraan mereka.


“Tidak ada” kata Luciana memotong kata-kata Amelia sambil mengambil gelas anggurnya.


Kemudian muncul seorang wanita setengah baya mendekati mereka.


“Oh Daniel, kapan kamu datang nak?” tanya wanita itu.


“Bibi Emi, Aku baru saja datang dari tugas. Begitu ingat hari ini ulang tahun ibunya Luci, aku langsung bergegas kemari” sahut Daniel


“Calon menantu yang baik, Luci sana ajak putri temani Daniel. Bukannya duduk disini dengan orang kampungan” kata wanita tersebut yang dipanggil bibi Emi.


“Bibi, jangan bicara sembarangan. Tuan Araga adalah tamu keluarga kami” kata Luciana tidak senang mendengar kata bibinya Emi.


“Aku disini saja menemani tuan Araga” kata Putri Amelia yang tidak senang mendengar ejekan dari bibinya Luciana.


Sejak kehadiran orang-orang itu, John tetap acuh tidak terlalu mempedulikan kata-kata mereka. Baginya lebih sedikit ikut campur masalah orang lain, lebih baik.


“Putri, aku mendengar kamu sempat mengalami penculikan. Kebetulan saat itu aku sedang berada di Inggris bersama Daniel, kami juga mencari informasi tentang penculikan itu. Apa yang terjadi putri?” tanya lelaki di belakang Daniel.


“Oh baiklah, kita bicarakan hal lain saja. Ayo kita ke meja lain mencari minuman sambil berbincang” ajak Pablo sambil tersenyum.


“Maaf, aku disini saja. Kami sudah makan dan minum disini jadi kami tidak ikut bersama kalian” sahut Amelia ketus.


“Putri, ada yang ingin aku sampaikan pada kamu dan Luci. Jika kalian bersedia, aku ingin kalian mengikutiku” kata Daniel sambil mempersilahkan.


“Luci, kamu harus menghormati tamu, tolong ajak putri untuk berbicara dengan mereka” potong bibi Emi sambil melipat tangannya


“Kamu saja yang pergi Luci, aku disini menemani tuan Araga” kata Amelia dengan wajah tidak menyenangkan.


Luciana menghela nafasnya, sebagai tuan rumah dia harus memperhatikan semua tamu “Baiklah, aku akan berbicara denganmu” sambil berdiri dan berjalan mengikuti Daniel dan Pablo.


Sementara dua orang lainnya masih berdiri disana sambil memperhatikan ke arah John. Mengetahui dirinya sedang dilihat oleh kedua orang itu, John acuh dan hanya menyesap anggurnya kembali. Melihat Daniel yang sudah agak jauh berbicara dengan Luciana, lalu John mempertajam pendengarannya untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


“Luci, orang itu adalah buronan yang dicari oleh kepolisian Inggris. Sepertinya dia terkait dengan penculikan Amelia, tewasnya beberapa orang saat itu serta kebakaran gudang di Norwich yang juga menewaskan sekitar puluhan orang.” kata Daniel


Daniel dan Pablo adalah agen rahasia pemerintah yang telah membaca informasi tentang John mengenai kejadian di Inggris. Mereka berempat termasuk dua orang yang menjaga John agar tidak melarikan diri dari sana.

__ADS_1


“Maksudmu apa Daniel?” tanya Luciana


“Aku sudah melaporkan pada pimpinan telah menemukan orang ini. Itulah makanya kami berempat datang kesini agar dia tidak bisa melarikan diri” kata Daniel


Plak!


Luciana menampar wajah Daniel dengan marah, membuat orang-orang sekitarnya menoleh ke arah mereka.


“Oh, pertengkaran pasangan muda” sahut bibi Emi kepada kerabat di dekatnya sambil tersenyum.


“Kamu mau membuat keributan di pesta ulang tahun ibuku? Kamu mau menangkap tamuku?” kata Luciana dengan wajah marah.


“Ini demi kebaikanmu Luci. Aku tidak mau melihatmu berada dalam masalah di dekat orang itu” sahut Daniel menjelaskan


“Kamu tidak usah memperdulikan aku. Kamu bukan apa-apaku” kata Luciana


“Biar bagaimanapun kamu adalah tunanganku Luci, kedua orang tua kita yang menyetujuinya” kata Daniel.


“Mereka tidak meminta persetujuanku. Dan aku tidak menyetujuinya. Siapa yang aku pilih tergantung pada hatiku” kata Luciana.


“Apakah kamu menyukai orang itu Luci?” tanya Daniel sambil menoleh pada John


“Ti..Tidak. Mengapa kamu berkata begitu?” sahut Luciana, namun perubahan wajahnya merona merah tidak lepas dari pandangan Daniel.


John tersedak, lalu terbatuk mendengar pembicaraan tersebut yang membuatnya tiba-tiba sakit kepala.


“Kamu tidak apa-apa John?” kata Amelia khawatir sambil mendekati John.


“Tidak apa-apa putri. Aku hanya tiba-tiba melamun sambil minum” kata John sambil tertawa kecil.


“Kamu lihatkan, Putri Amelia pasti menyukai lelaki itu. Dia kelihatan begitu mengkhawatirkannya hanya karena dia terbatuk. Dia pasti ada hubungannya dengan kejadian penculikan waktu itu” kata Daniel menyimpulkan.


Pablo yang melihat kejadian itu menjadi geram, dia telah lama memendam perasaannya pada Putri Amelia, mereka berempat memang sudah berteman sejak lama. Luciana sering mendapatkan informasi luar dari Daniel dan Pablo, dan pertemanan mereka yang lama membuat kedua orang tua Luciana dan Daniel menjodohkan mereka untuk lebih memperkuat hubungan bisnis kedua belah pihak.


Luciana melihat kejadian tadi sedikit cemberut dengan wajah merah melihat kedekatan John dengan Amelia, namun entah mengapa hatinya gelisah akan hal itu.


Pablo berjalan mendekati Amelia, kemudian menarik paksa tangannya untuk menjauh dari John “Putri, aku ingin berbicara denganmu” katanya


Amelia menepis tangan Pablo “Lepaskan. Apa yang ingin kamu bicarakan?”

__ADS_1


__ADS_2