
Di sebuah gedung berlantai sepuluh, tampak Violet sedang duduk sambil memegang segelas anggur dan berbicara dengan seorang wanita bawahannya.
“Joli, bagaimana perkembangan ekspedisi kita?” tanya Violet.
“Ekspedisi Tim A di wilayah Eropa saat ini sedang menyelesaikan penelitian di Turki ini, dan sudah berjalan hampir 92%. Tetapi kami belum menemukan artifak yang kita cari di wilayah ini” kata wanita bernama Joli sambil membuka laporan ditangannya.
“Bagaimana dengan tim B?” tanya Violet.
“Tim B wilayah Amerika saat ini bersiap untuk merambah ke Amerika Selatan, Kami tidak menemukan hasil di Amerika bagian Utara.” sahut Joli
Violet menyesap anggur ditangannya. Wajahnya tampak kecewa memikirkan pekerjaan berat yang diberikan oleh Khaga untuk mencari artifak senjata ini. Saat ini mereka juga mengembangkan penelitian untuk menemukan permata yang diperlukan untuk membangkitkan kekuatan senjata tersebut.
“Bagaimana dengan tim lainnya?” lanjut Violet bertanya.
“Tim C wilayah Afrika akan bersiap menuju Mesir. Tim D Asia masih bekerja di Cina. Tim E wilayah Rusia baru tiba besok untuk mulai bekerja” sahut Joli kembali.
“Kita membutuhkan lebih banyak tenaga untuk mempercepat penemuan ini” kata Violet.
“Apakah kita perlu melaporkan kondisi ini pada tuan Khaga?” tanya Joli
“Jangan dulu. Sebaiknya kita menemukan kemajuan terlebih dulu baru melaporkannya pada tuan” sahut Violet
Kemudian masuk seorang wanita, Milena yang baru saja datang dari pertemuan dengan Araga.
“Bagaimana hasilnya” tanya Violet
“Tidak ada kendala. Araga menyerahkan keputusan kepada Cindy dan Sara. Dan mereka bersedia untuk ikut dalam ekspedisi ini” lanjut Milena
“Bagus” sahut Violet sambil menyesap anggurnya.
“Mengapa nona bersikeras agar mereka ikut serta dalam ekspedisi ini?” tanya Milena selanjutnya.
“Ada dua alasan, pertama untuk mengendalikan Araga. Dia tidak akan bertindak dengan adanya dua orang dekatnya bersama kita. Kedua, aku ingin Araga ikut bergerak membantu ekspedisi kita” sahut Violet sambil memainkan gelas anggurnya
__ADS_1
“Aku memiliki intuisi, senjata dan permata ini berhubungan dengan tuan Khaga dan Araga. Untuk itu aku ingin memanfaatkan kemampuan Araga tapi dia tidak akan mau bekerja sama membantu kita. Maka aku memerlukan sesuatu yang bisa membuatnya membantu kita secara tidak langsung.” lanjut Violet sambil berdiri dan berjalan menuju jendela.
“Disamping itu, aku juga ingin memastikan sesuatu hal yang lain” tambahnya
“Baiklah, kalian boleh pergi” usir Violet. Kemudian kedua bawahannya pun segera pergi meninggalkan Violet sendiri.
Violet termenung menatap ke arah luar jendela. Pesona apa yang dimiliki Araga sehingga ketiga wanita itu begitu dekat dengannya? Aku rasa ketiga wanita itu memiliki perasaan yang kuat dengannya, pikir Violet mengingat kejadian tadi siang.
Kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak dari balik pakaiannya lalu membukanya. Tampak terpancar cahaya kebiruan redup di dalam kotak tersebut. Mengapa permata ini bergetar saat berada di dekat Araga? Violet mengerutkan keningnya mengingat saat bertemu Araga di perjamuan konferensi tadi siang, permata ini yang selalu dia bawa dan simpan di dalam pakaiannya tiba-tiba dia rasakan bergetar.
Violet adalah bawahan Khaga yang cerdas dan memiliki intuisi yang tajam. Dia memiliki dugaan bahwa salah satu permata yang mereka miliki akan menuntunnya menuju permata yang lain. Dan kemungkinan juga akan menuntunnya mendapatkan senjata yang dicarinya.
***
Sementara itu Selena masih berbincang dengan John di ruang vip restoran, sedangkan Cindy masih berdiskusi membantu Sara menyusun tugas akhirnya
“Bagaimana menurut tuan?” tanya Selena dengan suara pelan
“Aku merasa, Violet menemukan sesuatu dari Cindy dan Sara, namun aku belum tahu apakah itu. Itulah sebabnya mereka memaksaku membiarkan mereka untuk ikut dalam ekspedisi ini”
“Selena, hubungi Jiro, minta dia mengirimkan Ken kemari untuk bergabung dalam ekspedisi bersama Cindy dan Sara. Aku butuh seseorang untuk melindungi mereka disana” lanjut John
“Baik tuan” sahut Selena yang segera menghubungi Jiro dan menyampaikan pesan John.
“Lalu, apa yang akan tuan lakukan” tanya Selena kembali
“Aku akan mulai berlatih. Aku rasa kesepakatan akan segera berakhir, dan pertarungan berikutnya tidak akan mudah di hadapi” sahut John mengerutkan keningnya.
John bukanlah anak kemarin sore, dia bisa melihat dengan begitu gencarnya pihak Khaga melakukan ekspedisi ini, mereka telah mengetahui kelemahan dari keabadian ini. Jadi yang bisa John lakukan hanya bersiap diri untuk menghadapinya.
“Selena, aku butuh bantuanmu dan Jiro untuk mengumpulkan dan melatih orang-orang. Kita tidak boleh meremehkan kekuatan musuh kali ini, mereka telah menemukan pasukan abadi. Jadi pergunakan waktu yang ada untuk segera bersiap” lanjut John
“Baik tuan. Kami akan segera bekerja” lanjut Selena
__ADS_1
“Kalau begitu, mari malam ini kita bersantai dulu. Besok kita sudah mulai bersiap-siap” kata John kemudian sambil mengajak Selena kembali ke ruang vip dan menikmati makan malam bersama Cindy dan Sara.
Setelah menyelesaikan makan malam, mereka pun kembali ke rumah Selena, Cindy dan Sara yang kelelahan berwisata sejarah sejak pagi langsung menuju kamar masing-masing dan beristirahat.
Sementara John dan Selena masih berdiskusi menyusun rencana persiapan mereka untuk menghadapi situasi kemungkinan kesepakatan berakhir.
Keesokan paginya, anak Jiro, Ken telah tiba di Turki langsung menuju sebuah hotel untuk menghindari kecurigaan lawan. Setelah menaruh barang-barangnya, Ken langsung meluncur ke gedung konferensi untuk melakukan pendaftaran sebagai anggota tim ekspedisi.
Disaat yang sama di gedung konferensi, Cindy mengantarkan Sara mendaftarkan dirinya untuk ikut ekspedisi. Sara lalu melengkapi mengisi formulir pendaftaran yang dibantu oleh Cindy.
“Hai, apakah kalian dari Amerika. Maaf, saya baru saja sampai dari Amerika. Saya masih asing dengan kota ini?” tiba-tiba terdengar suara yang menyapa mereka berdua.
Cindy dan Sara menoleh ke arah datangnya suara tersebut, lalu Ken muncul memperkenalkan dirinya untuk bisa berteman dengan mereka agar memudahkan menjalankan tugas dari John.
“Halo, iya kami dari Amerika” sahut Sara seperti biasa yang selalu bersemangat dan senang berkenalan dengan teman baru.
“Namaku Ken, aku kesulitan mengisi formulir ini. Mohon bantuannya” kata Ken sambil membungkukkan badannya.
“Saya juga sedang mengisinya. Mari sama-sama mengisinya” lanjut Sara
Untuk menghindari kecurigaan, Ken tidak melanjutkan terlalu lama bersama mereka. Jadi setelah mengisi formulir, mereka pun berpisah.
Setelah mendaftar, Cindy mengajak Sara mencari kedai makanan di dekat gedung konferensi. Di tengah perjalanan dia melihat Ken sedang berbelanja di sebuah mini market 24 jam.
“Hai Ken” teriak Sara memanggilnya. Ken pun menoleh ke arah mereka, lalu menghampirinya.
“Hai, kalian mau kemana?” tanya Ken
“Kami mau mencari tempat untuk makan. Apakah kamu mau bergabung makan bersama kami?” tanya Sara kemudian.
“Oh maaf, aku ada keperluan untuk saat ini. Lain kali aku akan ikut makan bersama” sahut Ken sambil berpamitan.
Ken memiliki misi untuk menjaga dan melindungi mereka, jadi dia akan selalu berada disekitar mereka, namun saat ini lawan sedang memperhatikan Cindy dan Sara, jadi dia harus waspada untuk tidak terlihat terlalu dekat dengan mereka.
__ADS_1