ARAGA YANG ABADI

ARAGA YANG ABADI
BAB 39 | Aku akan bertarung disisimu tuan Araga


__ADS_3

Sesaat John akan memejamkan matanya, teleponnya berdering kembali. Kali ini telepon dari Violet.


“Halo tuan Araga” kata Violet dari seberang telepon


“Ada apa nona Violet” sahut John


“Tuan, pekerjaan kami di Rusia sudah akan berakhir, kemungkinan minggu depan kami sudah akan melanjutkan ke Amerika Latin. Jika tuan berkenan, kami menunggu tuan di sana. Tolong bawa kembali saat itu permata yang telah aku pinjamkan” kata Violet.


“Baiklah, setelah di Amerika Latin, hubungi kemana saya akan mengirimkannya” kata John.


“Ok. Sampai jumpa di sana tuan” sahut Violet sambil menutup teleponnya


John yang sudah mengetahui bagaimana karakter dari permata yang dicari, tidak membutuhkan lagi permata biru Violet. Semoga Sara bisa menyembunyikan dengan baik permata miliknya dari orang-orang Violet, gumam John.


Selama seminggu, John melanjutkan latihannya di Rusia yang ditemani oleh Sasha, sambil melatih kelompok orang-orang yang telah di rekrut oleh Sasha.


Kemudian John berpamitan dengan Sasha untuk melanjutkan berangkat ke Inggris mengunjungi pesta perjamuan kerajaan Inggris yang diundang oleh Amelia.


“Tuan, kapan sasha bisa bertemu lagi” tanya Sasha.


“Kamu harus memperkuat dirimu dan kelompokmu Sasha. Pertempuran mungkin tidak bisa dihindari di masa depan. Saat itu kelompokmu harus sudah siap menghadapinya” sahut John.


“Baik tuan” kata Sasha sedih karena keberangkatan John.


John lalu berangkat dengan pesawat menuju Inggris yang hanya bisa dilihat dengan tatapan sedih Sasha hingga pesawat itu terbang menembus awan.


“Aku akan bertarung disisimu tuan Araga” gumam Sasha


John yang tiba di Inggris langsung menuju tempatnya menginap, sebuah hotel yang tak jauh dari mansion keluarga Amelia di daerah Nottingham.


Sore harinya perjamuan dimulai, John sudah menumpang menuju mansion keluarga kerajaan tersebut. Sesampainya di gerbang mansion yang sangat ketat, John melewati beberapa pos pemeriksaan.


Tampak keluarga kerajaan termasuk keluarga kaya dari Inggris Raya, bahkan dari sebagian kenalan dari kerajaan Eropa lainnya yang hadir dalam perjamuan kerajaan tersebut. Hanya John yang bukan dari keluarga kerajaan, dan menjadi pusat perhatian sekitarnya dengan penampilan biasa John yang sederhana.

__ADS_1


John bisa melewati pos pemeriksaan dengan mata tidak percaya dari para penjaga yang memeriksanya dengan detail berkali-kali untuk memastikan bahwa nama John Araga memang ada dalam daftar undangan tersebut.


Di depan tatapan aneh para tamu undangan, John melihat Amelia yang melambaikan tangan padanya.


“Akhirnya kamu datang juga John” kata Amelia sambil tersenyum


“Siapa orang ini Amelia” tanya kerabat Amelia mendekati mereka


“Perkenalkan ini John Araga, teman kami seorang arkeolog dan ahli permata” sahut Amelia memperkenalkan John kepada kerabat dan teman-temannya.


“Arkeolog? Ahli permata? Jangan-jangan seorang pembual yang hanya ingin mendekatimu Lady” kata seseorang teman Amelia meremehkan John.


Wajah Amelia memerah mendengar sindiran temannya, lalu menoleh ke arah John yang tidak terlalu peduli dengan kata-kata tersebut. Tujuannya datang ke perjamuan ini hanya untuk menghormati undangan Amelia dan melihat koleksi permata kerajaannya. Hal lain dia tidak terlalu mempedulikannya.


“John, maafkan teman-temanku” kata Amelia sambil menunduk ke arah John


“Tidak masalah Lady” senyum John


Keluarga Amelia lalu menyambut semua undangan dan mengajak mereka untuk bergabung ke ruang tamu yang cukup luas dan dilengkapi dengan pengamanan.


Perjamuan seperti ini biasa dilakukan oleh para kolektor dunia dalam asosiasi kolektor kerajaan yang bersahabat untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang koleksi permata milik masing-masing dan diadakan di berbagai tempat kolektor masing-masing secara bergantian. Saat ini adalah giliran diadakannya di keluarga kerajaan Inggris.


Pada setiap perjamuan, masing-masing kolektor tamu akan menampilkan koleksi permata mereka masing-masing yang sangat berharga, unik dan langka. Sehingga membutuhkan pengamanan profesional untuk menjaga kemananan acara tersebut.


Kali ini Inggris menampilkan beberapa koleksi yang sangat berharga, demikian juga kerajaan Perancis, Jerman, Wales, Italia dan lainnya dari segala penjuru dunia yang menjadi anggota asosiasi kolektor kerajaan.


John melihat berbagai koleksi yang ditampilkan, namun dirinya tidak terlalu berminat dengan permata-permata tersebut. Dia tidak menemukan aura yang dicarinya dari berbagai permata tersebut.


Amelia yang berada disamping John, menjelaskan berbagai hal tentang permata yang ditampilkan pada para tamu.


“Apakah ini saja permata yang kalian miliki?” tanya John setelah semua permata ditampilkan oleh seluruh peserta yang membuat Amelia tersenyum.


“Aku tahu apa yang kamu pikirkan John, kamu pasti mencari permata asli yang kami lelang replikanya di Rusia kan?” tanya Amelia padanya

__ADS_1


“Mari ikuti aku John. Aku akan menunjukkannya padamu” kata Amelia sambil menarik tangan John untuk mengikutinya


Mereka lalu tiba di sebuah ruang koleksi kerajaan di dalam mansion tersebut. Ada banyak barang-barang seni dan langka yang dikoleksi oleh keluarga Amelia. Lukisan, Keramik, Senjata, Armor, dan lain sebagainya.


Lali Amelia menuju ke sebuah brankas yang menyimpan permata mereka lalu mengeluarkannya.


“Kamu tidak takut aku akan mencuri barang-barang kamu Amelia?” tanya John penasaran


“Kamu bisa mencobanya John, namun kamu tidak akan bisa keluar dari rumah kami” senyum Amelia yang membuat John menghela nafas


Kemudian Amelia mengeluarkan sebuah kotak kuno yang berisikan beberapa permata di dalamnya. Pada saat Amelia membuka kotak permata tersebut, dia melihat sebuah cahaya redup namun memiliki aura yang sama persis dengan yang dicarinya.


Ini dia salah satu permata tersebut, kata John dalam hatinya.


Bentuknya kecil, mirip dengan permata milik Sara, namun warnanya merah tua dan memiliki aura berwarna merah juga. John menghela nafas lega, dia sudah menemukan tiga posisi permata dari lima permata yang dicarinya.


“Permata yang sangat indah Amelia” kata John sambil tersenyum.


“Bolehkah aku memegangnya?” tanya John yang membuat Amelia menyipitkan matanya.


“Boleh, namun jangan dibawa pergi ya” sahut Amelia sambil tersenyum.


John lalu mengambil permata merah yang dia cari itu, yang membuat mata Amelia berkedut.


Ternyata kamu memang mengenal permata ini John, kata Amelia dalam hatinya yang tentu saja didengar oleh John.


“Ini permata yang sangat langka, tentunya tidak akan pernah dijual oleh keluargamu kan” kata John kemudian.


“Benar John, ini adalah warisan keluarga kami. Kami membuat beberapa replika yang sangat mirip dengannya karena banyak yang berminat untuk memilikinya” sahut Amelia.


John lalu tersenyum, “Baiklah, aku berharap keluarga kamu bisa menjaga benda ini dengan baik Amelia” sahut John


Mata Amelia berkedut mendengar kata-kata John “Kenapa John?”

__ADS_1


“Permata ini disamping memiliki energi yang positif, juga energi negatif yang bisa mempengaruhi keluarga. Banyak orang yang ingin memiliki energi tersebut. Jadi aku berpesan, tolong jaga dan sembunyikan dengan baik permata ini” pesan John


Amelia yang tidak begitu mengetahui maksud John cuman tersenyum “Baik John. Kami akan menjaganya”


__ADS_2