
John kemudian melakukan penyelidikan sendiri dengan menyamar sebagai anggota kepolisian untuk melihat rekaman kamera pengawas yang berada disekitar tempat kejadian. Namun tidak menemukan hal lain selain saat ketiga orang itu muncul masuk ke dalam restoran, melihat sekelilingnya lalu menghujani tembakan ke arah semua orang.
Kemudian telepon John berdering “Tuan, saya mendapatkan informasi dari kontak, bahwa ketiga orang tersebut mati di dalam tahanan polisi.” kata Selena di seberang telepon.
“Apa? Mereka mati?” sahut John kaget.
“Iya tuan, polisi menemukan mereka bertiga mati di sel tahanan dalam keadaan seperti bunuh diri meminum racun” kata Selena selanjutnya.
Organisasi apakah mereka ini? Apa maksud mereka melakukan penembakan itu? pikir John lalu berkata “Baiklah, aku akan kembali. Kita bicarakan nanti”
Setelah menutup teleponnya John kemudian melanjutkan menelusuri berberapa rekaman di sekitarnnya yang memperlihatkan darimana arah kedatangan mereka. Kemudian setelah menemukan dua buah rekaman video, John lalu mengambilnya dan kembali ke rumah Selena.
“Selena, kirim rekaman video ini kepada Jiro agar William segera menyelidikinya dan laporkan padaku” lanjut John ketika berada di rumah
“Baik tuan” sahut Selena yang kemudian mengirimkan potongan-potongan video kepada Jiro.
Di suatu tempat di sebelah utara kota Istanbul, di dekat perbatasan Turki dan Bulgaria, tampak sebuah mobil berhenti di depan reruntuhan rumah tua, lalu tampak Violet turun dari dalam mobil kemudian masuk ke dalam reruntuhan rumah tersebut.
Di dalam reruntuhan rumah tersebut, VIolet masuk menuju bagian dapur, lalu menekan sebuah tuas yang ada di balik dinding yang roboh. Sebuah pintu terbuka di lantai dapur dengan tangga menurun, lalu Violet masuk ke dalam ruang bawah tanah tersebut.
Saat turun, lantai kemudian menutup kembali. Violet yang berada di dalam ruangan itu berjalan sepanjang lorong selama lima menit sampai di depan sebuah pintu yang dijaga oleh dua orang.
“Nona Violet” kata salah seorang penjaga yang kemudian membukakan pintu.
Violet meneruskan masuk ke dalan ruangan tersebut kemudian melihat ada dua orang sedang berbincang menyusun rencana.
“Kakak, apa yang sedang kamu lakukan? tanya Violet
Orang yang dipanggil kakak oleh Violet menoleh lalu tersenyum. “Aku mendapat perintah dari kakak pertama Brandon untuk memastikan orang yang bernama Araga itu”
__ADS_1
“Kenapa harus membuat kegaduhan seperti itu?” lanjut Violet.
“Karena itu satu-satunya cara untuk memastikannya” sahut kakak Violet itu.
“Apa yang kamu rencanakan selanjutnya?” tanya Violet.
“Kami diperintahkan untuk mencari tempat persembunyiannya” jawab kakak VIolet kembali.
“James, sampaikan pada kakak pertama hentikan semua rencana tentang Araga. Saat ini kita tidak mungkin bisa membunuhnya tanpa bantuan pisau tulang itu.” lanjut Violet pada kakaknya yang bernama James.
“Itu tindakan yang gegabah dan sia-sia. Itu akan menarik perhatian dunia pada organisasi kita termasuk Araga” lanjut Violet.
Violet menghela nafasnya, “Kakak pertama selalu bersikap impulsif tanpa berpikir panjang” ucapnya.
James mengerti maksud adiknya Violet, diantara mereka bertiga, Brandon, James, Violet, Violet lah yang berotak briliant, dia sering kali menjadi otak dari rencana organisasinya. Brandon yang selalu impulsif sering kali bertindak diluar rencana, James lah yang paling sering menjadi sasaran kekesalannya apabila tidak berjalan baik.
“Ohya, katakan juga pada kakak, jangan ganggu ekspedisi ini. Tujuan ekspedisi adalah jelas, menemukan pisau tulang beserta hiasan permatanya. Setelah itu barulah kita menyingkirkan mereka berdua” lanjut Violet kemudian.
Kemudian Violet pun pergi meninggalkan mereka dan kembali menuju ke dalam mobilnya. Sebelum mobil bergerak, telepon Violet berdering yang kemudian diangkatnya dengan “Halo tuan”.
“Apa yang terjadi VIolet? Aku mendengar berita penembakan di sebuah restoran di Turki. Itu tidak ada hubungannya dengan kita kan?” tanya Khaga diseberang telepon
“Tidak tuan. Tidak ada hubungannya dengan kita. Sekelompok pengacau yang belum diketahui tujuannya. Pemerintah masih menyelidikinya.” sahut Violet berbohong.
“Baiklah, konsentrasi pada ekspedisi untuk menemukan pisau dan permata nya. Jangan melakukan tindakan yang gegabah” lanjut Khaga sambil menutup teleponnya.
Kakak, kenapa kamu tidak pernah berubah. Masih saja impulsif. Kamu harus berhati-hati karena Araga tidak akan tinggal diam untuk menyelidikinya, pikir Violet sambil menghela nafasnya. Lalu mobilnya pun melaju ke arah pusat kota.
Malam hari di rumah Selena, John sudah mendapatkan informasi dari Jiro setelah Williams mengolah potongan-potongan video itu, kemudian melihat video-video pengawas jalan.
__ADS_1
Williams menemukan bahwa mereka bertiga mengendarai van warna putih saat kejadian tersebut, dan menemukan plat mobilnya termasuk alamat pemiliknya. Ternyata itu mobil curian, lalu dia menemukan bahwa mereka melakukan dua kali penukaran kendaraan.
Setelah di runut dari beberapa video pengawas jalan ditemukanlah petunjuk sebuah reruntuhan rumah tua di bagian utara kota Istanbul. William juga menemukan identitas pelaku yang ketiganya berwajah orang eropa timur berkebangsaan Belarusia dan Ukraina.
Malam itu, John pun bergerak menuju reruntuhan rumah tua tersebut diantarkan oleh Selena. Mereka berdua berjalan memasuki reruntuhan tersebut namun tidak terlihat siapapun disana.
John mempertajam indra pendengarannya sambil melepaskan aura sekitarnya untuk mendeteksi. Kemudian John mendengar percakapan di kejauhan di area sekitar dapur dan berasal dari bawah lantai.
“Ada ruang rahasia” kata John
Diapun mencari-cari tuas untuk membuka lantai tersebut. Setelah menemukan tuas dan membukanya, John pun lanjut berjalan menyusuri lorong itu. Tampak dia melihat dua orang penjaga di depan pintu. Kedua penjaga itupun kaget lalu segera menyerang ke arah John.
Dengan mudah John melumpuhkan dan membuat mereka pingsan.
“Selena, periksa mulut dan badan mereka. Jangan sampai mereka bunuh diri lagi. Lalu berjaga di luar” sahut John pada Selena sambil kemudian mendobrak pintu nya.
“Braaakk”
Pintu yang ditendang oleh John hancur berkeping-keping. John melihat ada lima orang di dalam ruangan itu. Kelimanya langsung mengambil senjata otomatis lalu menembak ke arah John. John hanya diam dihujani peluru ke arahnya.
Disaat peluru telah habis dari senjata mereka, John pun tersenyum lalu bergerak secepat kilat melumpuhkan mereka semua. Kemudian John dan Selena sudah mengikat mereka semua termasuk para penjaganya.
John lalu melanjutkan menginterograsi mereka satu persatu. Mereka tidak tahu nama organisasinya, mereka hanya orang yang dibayar mahal untuk melakukan sesuatu oleh seseorang yang menamakan dirinya Dakota.
“Lalu kalian direkrut untuk melakukan apa?” tanya John
“Kami belum mendapatkan perintah. Kami direkrut seminggu yang lalu kemudian dikirim kemari tiga hari lalu untuk menunggu tugas” jawab salah satu dari orang itu.
“Dimana kalian di rekrut?” tanya John selanjutnya
__ADS_1
“Kami di rekrut dari Belarusia.” sahutnya.
John menghentikan interograsinya, rupanya yang mereka temui ini hanyalah kelompok tentara bayaran lepas. Mereka tidak perlu mengetahui detail tugas dari mana dan untuk apa. Mereka menerima tugas yang akan dilakukan asalkan bayarannya sesuai dengan keinginan mereka.