
John akhirnya menghela nafasnya.
“Baiklah. Seperti yang kalian ketahui, vampire telah berada disekitar kita. Mereka tidak lagi sembunyi pada siang hari, tetapi sudah bisa beraktifitas di siang hari” kata John
“Benarkah?” sahut Sara menggigil mendengarnya
“Iya. Ini disebabkan mereka menemukan formula dari kristal darah untuk meningkatkan kemampuan mereka.” lanjut John
“Lalu, apa hubungannya dengan Sasha dan yang lainnya” tanya Cindy
“Sasha adalah agen mata-mata yang sudah mengamati para vampire ini. Mereka sudah menyebar di hampir seluruh dunia, terutama kota-kota besar.”
“Selena yang juga melatih para agen dan pasukan untuk bersiap melawan para vampire”
“Vampire slayer?” gumam Cindy
“Benar, kurang lebih seperti itu. Sasha, Selena dan sekarang Mona yang sejak kejadian di Mesir bergabung berlatih dengan beberapa kelompok pasukan untuk bersiap berperang melawan vampire”
“I..Ini apakah sudah separah itu?” sahut Sara menggigil kembali mendengar hal itu.
“Terus, hubunganmu dengan mereka apa?” tanya Cindy yang juga mulai ketakutan mengetahui kenyataan seperti itu.
“Aku adalah orang yang membentuk pasukan itu” sahut John
“Apa? Kamu yang membentuk pasukan itu?” teriak Sara dan Cindy hampir bersamaan
“Benar. Aku juga yang melatih pimpinan mereka. Kamu lihat Tom yang mengelola restoran ini? Dia juga salah satu pimpinan untuk wilayah Amerika Utara yang telah aku latih” sahut John
“Pantas saja waktu itu di Kanada dia begitu hormat denganmu John” sahut Cindy.
“Iya. Aku yang melatihnya, namun identitasku sangat khusus dan tidak boleh dibocorkan pada orang lain. Aku memberitahu kalian karena aku harap kalian mengerti situasi apa yang kita hadapi ini” sahut John
“Lalu, apa yang bisa kami bantu?” tanya Sara
“Baiklah, tiga hari lagi setelah hari kelulusanmu aku mengadakan pertemuan dengan para pimpinan dari semua wilayah di Amerika ini”
“Jika kalian ingin menghadirinya, silahkan untuk datang” lanjut John
“Aku pasti datang” sahut Sara bersemangat.
__ADS_1
“Aku juga akan datang” timpal Cindy
“Satu hal lagi, kalian harus berhati-hati terutama Sara. Batu permata kalungmu itu akan menjadi incaran musuh. Vampire itu akan mengintai kalian, jadi jangan lengah. Orang-orangku selalu berada di dekat kalian” kata John
“Iya. Aku tahu kamu yang mengirimkan orang-orang itu untuk melindungi kami” sahut Sara
“Baiklah, karena hidangan sudah habis. Mari kita kembali” lanjut John
“Tapi kamu belum menjawab pertanyaan kami John?” tanya Sara kembali.
“Jika keadaan sudah kondusif dan aman, aku bersedia untuk menikahi kalian berdua” sahut John sambil tersenyum.
Cindy dan Sara tersenyum merasa bahagia dengan jawaban itu, tidak apa-apa berbagi kebahagiaan karena kebahagiaan itu hak semua orang.
Mereka lalu berpamitan pada Tom lalu meninggalkan restoran tersebut. John yang telah mendapat lokasi hotel tempat Luciana dan Amelia menginap langsung meluncur kesana.
Saat bertemu dengan John, Amelia langsung berlari memeluknya membuat John terkejut tak berdaya.
“Kamu datang juga John. Kami telah lama menunggumu” kata Amelia.
“Diego mengatakan kamu mengundangnya untuk datang ke Amerika karena sesuatu yang penting. Apakah ini berhubungan dengan masalah akhir-akhir ini? tanya Luciana
“Iya. Ini karena kristal darah.” sahut John
“Benar, kristal darah telah memperkuat para vampire termasuk membuat mereka bisa leluasa beraktifitas pada siang hari” lanjutnya
“Astaga. Lalu apa yang harus kita lakukan John?” tanya Amelia ketakutan.
Amelia dan Luciana sama-sama pernah mengalami mereka di serang oleh para vampire. Jadi mereka memahami situasinya dan betapa kejam dan mengerikannya para vampire ini.
“Aku juga telah melakukan penelitian dan percobaan terhadap kristal darah dari Mesir. Hingga menghasilkan ramuan obat untuk juga meningkatkan kemampuan tempur manusia. Jadi kita bisa mengimbangi para vampire tersebut” sahut John
“Benarkah? Syukurlah. Bolehkah aku ikut meminum ramuan obat itu?” tanya Amelia.
“Tentu saja boleh. Tiga hari lagi kalian bisa ikut pertemuan para pimpinan wilayah ini. Kami akan membagikan ramuan pada saat itu” lanjut John
“Baiklah, kami akan ikut pertemuan itu” sahut Luciana.
“John, tidak kah kamu mau menginap denganku malam ini?” tanya Amelia blak-blakan.
__ADS_1
John terkejut tidak menduga Amelia seorang putri dari keluarga kerajaan Inggris begitu lugas menanyakan hal itu dengan blak-blakan.
Luciana juga terkejut, mukanya memerah malu mendengarnya. Dia juga merasa gelisah menunggu jawaban John atas tawaran Amelia tersebut.
“Apa yang harus aku lakukan? Apa aku juga harus berterus terang?” pikir Luciana yang malah membuat kepala John bertambah berdenyut.
“Maaf, aku tidak berani untuk menginap. Aku juga masih ada urusan yang harus diselesaikan” sahut John menenangkan dirinya
“Aku menyukaimu. Apakah kamu tidak menyukaiku John?” tanya Amelia
“Ada apa hari ini? kenapa semua wanita pada aneh hari ini?” pikir John.
“Bukan begitu putri. Aku merasa kurang pantas untukmu” sahut John merendahkan dirinya.
“Sejak kamu menyelamatkan hidupku, aku merasa nyawaku ini milikmu John. Aku akan melakukan apapun demi kamu” sahut Amelia menundukkan wajahnya.
“Putri, aku tidak meminta balasan apapun darimu. Bagiku melihat kamu baik-baik saja sudah membuatku senang” lanjut John menghiburnya.
Luciana tersentuh dengan perkataan Amelia, dirinya juga diselamatkan oleh John. Bahkan jika John menyuruhnya untuk mengarungi lautan api pun akan dia lakukan untuk membalasnya.
“Aku rasa saat ini situasinya tidak pantas untuk membicarakan hal itu. Kita harus fokus pada masalah vampire ini terlebih dahulu. Jadi aku harus kembali dulu.” sahut John
“Baiklah tuan, sampai ketemu tiga hari lagi” sahut Luciana
John lalu pergi meninggalkan hotel tempat Luciana dan Amelia menginap.
“Putri, apakah hatimu benar merasa seperti itu?” tanya Luciana
“Iya. Aku menyukai John. Setiap bersamanya, aku merasa aman dan nyaman.” sahut Amelia dengan wajah muram
“Aku juga tahu kamu menyukainya” lanjut Amelia.
Luciana menghela nafas sambil melihat keluar jendela kamar hotelnya. Tampak kota yang gemerlap cahaya di malam hari.
“Sejujurnya, sejak beberapa kejadian lalu. Setiap malam aku kesulitan tidur, aku selalu merasa was-was. Apakah kita masih bisa melihat hari esok?” sahut Luciana
“Kekhawatiranku berimbas pada kehidupanku sekarang, aku tidak seperti dulu lagi dalam bergaul dengan orang-orang sekitarku. Jujur aku merasa trauma atas kejadian yang lalu. Namun, sama sepertimu aku hanya merasa nyaman dan aman saat bersama John” lanjutnya
“Aku sudah memutuskan untuk mengikutinya apapun yang terjadi, walaupun dia tidak menyukaiku. Aku akan menjadi pelayan dan mengabdi untuknya” kata Luciana dengan mantap.
__ADS_1
“Seandainya aku bisa sepertimu Luci, statusku membuat aku tidak bebas melakukan apa yang aku inginkan” kata Amelia di dalam hatinya.
Malam itu, dua hati wanita yang senasib membuat mereka mengerti bahwa kadang dunia ini tidak seperti yang mereka inginkan.