
Setelah mengendalikan situasi keluarga Lemann, John lalu berpamitan dengan Diego. Walau Luciana dan Amelia merasa berat hati dan masih agak ketakutan karena kejadian ini, namun dia tidak berani meminta John untuk tetap tinggal bersama mereka.
“Diego, segera selidiki dimana sarang vampire di wilayahmu ini. Berikan laporan padaku secepatnya” perintah John pada Diego setelah dalam perjalanan kembali ke hotel.
“Baik tuan” sahut Diego
“Aku tidak menyangka dalam sebulan terakhir ini aku sudah dua kali bertemu dan membunuh vampire di wilayah yang berbeda. Sepertinya perkembangan mereka sangat cepat seperti wabah dimana-mana” John menggertakkan giginya
Setelah tiba di kamarnya, John menghubungi Jiro untuk mengirimkannya peta lokasi dimana sarang vampire yang telah mereka temukan dan telah dikunci hingga saat ini.
Sementara itu, ditempat lain Guerra menerima laporan dari bawahannya bahwa Daniel dan Pablo telah terbunuh sehingga membuatnya marah.
“Sialan, mereka terlalu gegabah. Dasar pemula. Sia-sia aku memberikan darahku pada mereka” gerutu Guerra.
“Kumpulkan semua saudara kita, kita mundur kembali dahulu ke markas utama. Aku tidak ingin kejadian di Inggris menimpa kita disini.” perintahnya pada bawahannya.
“Baik tuan” sahut bawahan Guerra lalu bergegas memanggil seluruh kawanan vampire yang berada di wilayah mereka.
Keesokan harinya mereka semua berangkat meninggalkan kota Rio menuju markas utama di wilayah perairan sungai Amazon.
Sekitar dua jam setelah kepergian kawanan vampire tersebut, John pun menemukan lokasi sarang mereka di kota Rio, ada tiga lokasi yang ditemukan termasuk rumah Guerra, namun tak satupun mereka menemukan keberadaan vampire disana.
“Sialan, mereka ternyata sudah kabur lebih dahulu” kata Jendral Lucio yang ikut dalam penyerangan ke sarang vampire bersama John.
“Sepertinya mereka sekarang lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan sejak kejadian di Inggris” sahut John
“Selidiki setiap petunjuk di sarang mereka, laporkan padaku segera” lanjut John
“Siap tuan” sahut Jendral Lucio yang segera melakukan penyisiran di dalam sarang vampire.
Tak berapa lama Jendral Ana datang menemui John, “Lapor tuan. Kami menemukan petunjuk”
__ADS_1
“Katakan” sahut John
“Kami menemukan sebuah kristal berwarna merah darah di dalam sebuah ruang rahasia dalam rumah” kata Jendral Ana sambil menyerahkan kristal itu kepada John
John mengambil kristal berwarna merah darah tersebut dan merasakan energi darah masih tersisa di dalamnya “Untuk apakah benda ini?” pikirnya
“Tuan, Di Amerika Latin, pernah ada berita penemuan seorang arkeolog tentang Kristal Darah ini. Menurut informasinya, kristal darah ini ditemukan di salah satu kuil yang berada di daerah lembah sungai Amazon” kata Jendral Ana kembali.
“Sungai Amazon?” gumam John.
“Apakah kristal ini yang telah mereka temukan? lanjutnya
“Benar tuan, dari foto-foto penemuan tersebut, telah kami selidiki warna dan karakteristik nya mirip dengan kristal darah ini.” lanjut Jendral Ana
“Baiklah. Kumpulkan semua petunjuk yang didapat. Kita kembali ke markas untuk menyusun strategi. Bakar seluruh sarang mereka!” perintah John
“Siap laksanakan tuan” sahut Jendral Ana sambil berlalu memerintahkan bawahannya untuk membakar seluruh sarang yang telah ditemukan.
Sekitar tiga jam berikutnya John telah berkumpul di markas pasukannya lalu memanggil para petinggi pasukan untuk berdiskusi di ruang pertemuan.
“Baiklah, besok aku akan berangkat bersama lima orang dari pasukan Jendral Ana untuk menyisir tempat lokasi penemuan Kristal Darah di sungai Amazon” kata John.
“Jendral Ana tetap menyelidiki terus kemungkinan sarang-sarang lain yang belum kita temukan, Jendral Lucio dan Jendral Faron menyebarkan orang-orang kalian untuk melakukan penyamaran dan bekerja di sekitar sarang-sarang tersebut untuk menjaga kemungkinan mereka membunuh orang kembali” lanjut John
“Siap tuan” sahut para Jendral serempak
“Diego, kamu meneruskan pelatihan yang telah aku susun di markas terhadap anggota lainnya” kata John kembali
“Baik tuan” sahut Diego
“Ok, aku akan kembali ke hotel. Besok suruh lima orang khusus menjemputku untuk pergi ke sungai Amazon” kata John kemudian berjalan menuju mobil yang akan mengantarnya kembali ke hotel.
__ADS_1
Keesokan paginya, lima orang agen khusus telah dipilih dan menjemput John di hotelnya, lalu merekapun berangkat menuju sungai Amazon ke arah utara kota Rio. Perjalanan kira-kira memakan waktu selama tiga hari sampai di kota Manaus di tepi sungai Amazon.
Paginya dari kota Manaus, mereka mengambil jalur sungai menuju ke arah barat mencari lokasi ditemukannya kristal darah tersebut. Selama tiga hari melalui sungai mereka lalu menepi di sebuah hutan di pinggir sungai Amazon, kemudian melanjutkan perjalan dengan berjalan kaki di dalam hutan tersebut.
Selama dua hari perjalanan, mereka lalu menemukan sebuah gua yang menurut informasi adalah lokasi penemuan kristal darah di dalam hutan tersebut. John lalu bersama kelima agennya memasuki gua tersebut yang cukup besar untuk mereka lalui. Di dalam gua, terdapat banyak lubang-lubang di dinding gua, begitu juga bekas jalur air di sepanjang jalan menuju kedalam gua.
Tepat sekitar tiga puluh menit berjalan memasuki gua, mereka menemukan sebuah ruangan yang sangat besar yang diterangi oleh pantulan cahaya matahari melalui sebuah lubang di langit gua pada kristal darah yang menempel di langit-langit gua, sehingga gua cukup terang dengan cahaya berwarna merah.
John yang mempertajam indra pendengarannya sejak memasuki gua, tidak menemukan hal yang aneh. Setelah mengamati bentuk dan karakteristik kristal darah di langit gua, John memastikan bahwa memang mirip dengan kristal darah yang di dapatnya di sarang vampire.
Tiba-tiba, John mendengar langkah kaki memasuki mulut gua, John lalu memerintahkan tim nya untuk bersembunyi.
Sekitar tiga orang datang ke dalam gua tersebut, lalu mereka melihat sekelilingnya untuk memastikan tidak ada orang disekitar mereka, kemudian mereka melompat dan mengambil beberapa kristal darah.
Ketika mereka hendak pergi, John kemudian menghadang mereka di tengah jalan. lalu ke lima tim nya segera mengepung ketiga orang tersebut.
“Siapa kalian?” teriak salah satu dari ketiga orang tersebut.
“Aku John, ada yang ingin aku tanyakan pada kalian” kata John dengan polos.
Ketiga orang yang mengambil kristal darah itu saling berpandangan dan memberikan kode mata, lalu bergerak menyerang ke arah yang berbeda.
John dan timnya yang tidak menyangka serangan tersebut segera bereaksi hendak menghadangnya. Namun ketiga orang itu membatalkan serangnya lalu mengubah arah mereka segera berlari menuju ke tiga arah yang berbeda.
Salah satu berkelit menuju keluar dari mulut gua, satunya melompat menuju arah sinar matahari dari sebuah lubang di langit gua dan yang terakhir melompat masuk ke dalam lubang di dinding gua.
John yang berada di depan menutup pintu masuk gua kaget lalu bergerak mengejar orang tersebut. Sementara tim lainnya mengejar kedua lainnya.
“Berhenti, kami hanya ingin bertanya” kata John
Lelaki itu tidak menghentikannya lalu bergerak cepat masuk ke hutan belantara, namun John tentunya bergerak lebih cepat dan sudah menghadang kembali orang itu.
__ADS_1
John kaget melihat wajah orang tersebut dibawah sinar matahari, wajahnya pucat seperti kekurangan darah. Vampire? pikir John
“Kenapa mereka bisa berjalan di siang hari? Aku harus menangkap orang ini” pikir John kembali.